Header Ads

Aksi Bela Islam

Puisi “Tangis Idul Fitri Bocah Yatim Pendukung Mursi”

Ayah...
Aku menunggumu sejak pagi
Sesekali aku berlari ke depan pintu
Tiap kali kudengar suara langkah kaki
Aku berharap itu adalah dirimu

Tetapi...
Hari telah melewati siang
Matahari sebentar lagi terbenam
Kau masih belum juga pulang

Aku masih bertahan...
Sebab kau pernah bilang
Kau akan membelikanku baju idul fitri
Setelah paman Mursi kembali

Aku tak mengerti
Saat itu kau menangis ketika berpamitan pada ibu
Dan kau berikan sepucuk surat, kudengar namanya wasiat
Dan kau menyebut-nyebut kata syahid

Ayah...
Matahari akan terbenam
Gema takbir akan berkumandang
Membelah langit Iskandariyah
Melukis wajah-wajah warganya jadi lebih cerah

Namun sore ini tak begitu yang terjadi padaku
Ibu akhirnya cerita
Bahwa kau takkan pernah pulang
Kau telah tiada, berpisah slamanya
Kau dimakamkan di Kairo
Dekat rabiah adawiyah
Tempatmu berdemo

Ayah...
Aku bangga kau syahid
Tetapi aku tak mampu menahan air mata yang mengalir
Sebab malam ini tak ada lagi yang menemaniku bertakbir
Esuk pagi, tak ada lagi yang memakaikanku surban
Tak ada lagi yang mendekapku tuk shalat Id di lapangan
Tak ada lagi lelaki pertama yang kucium tangannya
Tak ada lagi lelaki yang menuntunku berdoa
Dan malam-malam berikutnya
Siapa yang kan mengantar tidurku dengan cerita
Siapa yang kan menemaniku ke mushala

Ayah...
Ibu juga sangat kehilangan
Meski ia bangga ayah syahid
Tapi kulihat pipinya juga basah oleh air mata
Ia berdoa agar kau masuk surga
Aku mengamininya

Selamat Id ayah...
Moga kau bahagia di sana

No comments

Powered by Blogger.