Header Ads

Aksi Bela Islam

Tuntut Kembalinya Presiden Mursi, Venezuela Tarik Duta Besarnya

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menarik duta besarnya dari Kairo, Jumat (16/8). Langkah itu diambil menyusul pembantaian yang dilakukan militer Mesir terhadap ribuan warga sipil di Rabi’ah Adawiyah dan An Nahdhah.

Maduro juga menyerukan pemulihan kembali kekuasaan Presiden Mesir Muhammad Mursi, lapor Fimadani, Sabtu (17/8).

Menurut Maduro, Amerika dan Israel berada di balik kejatuhan Mursi pada 3 Juli 2013. Ia menambahkan, Amerika dan Israel juga ikut terlibat dalam beragam konflik politik di berbagai negara, termasuk Suriah.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam upayanya membubarkan paksa demonstrasi di Rabiah Adawiyah, militer membantai demonstran dengan tembakan gas air mata dan peluru tajam, menempatkan sejumlah snipper (penembak jitu) di atas gedung untuk menembaki demonstran, hingga menggunakan panser dan helikopter.
Sebagian korban pembantaian Mesir
Selain membantai demonstran di Rabiah Adawiyah, militer juga membubarkan paksa demonstrasi di Maidan Nahdlah dan membakar hidup-hidup demonstran yang bertahan di sana.

TV Al-Ahrar melaporkan, Rabu (14/8) malam, korban tewas (syahid, insya Allah) telah mencapai 2.200 orang, dan lebih dari 10.000 orang luka-luka. Sedangkan SinaiMesir melaporkan bahwa jumlah Muslim yang tewas di seluruh Mesir sudah mencapai angka 6.000 orang. [IK/Dtk/bsb]

No comments

Powered by Blogger.