Header Ads

Aksi Bela Islam

15 Restoran dan Kuliner Populer Ini Belum Bersertifikat Halal MUI

Sertifikat Halal MUI
Beredarnya informasi tentang restoran dan produk kuliner haram baru-baru ini akhirnya mendapat tanggapan dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ustadz Irfan Helmi, dalam pernyatannya menyebutkan memang ada 15 restoran atau produk kuliner populer yang belum bersertifikat halal. Yakni produk J-Co Donuts, Bread Talk Roti, Roti Boy, Papa Rons Pizza, Izzi Pizza, Baskin ‘n Robbins, Richeese Keju, Coffee Bean, Dapur Coklat, Starbucks Coffee, juga Solaria, Hanamasa, Rice Bowl, Ded Bean, dan Burger King.

"Semuanya (15 produk tersebut, red) BELUM BER-SERTIFIKAT HALAL sehingga MUI tidak menjamin kehalalannya," kata Irfan dalam pernyataan yang dilansir di akun facebooknya.

"Namun, tidak otomatis semua produk tersebut pasti haram!" tambahnya.

Irfan juga mengatakan bahwa MUI tidak mengeluarkan pengumuman restoran haram. MUI juga tidak pernah mengeluarkan 'sertifikat haram.'

Irfan menghimbau agar umat Islam berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang dapat meresahkan masyarakat. Dan hendaknya melakukan tabayun (cek dan ricek) terlebih dulu terhadap informasi seperti itu.

"Untuk mengetahui produk perusahaan apa saja yang sudah bersertifikat halal, telah terbit buku Direktori Halal Tahun 2013-2014. Jika berminat pesan, silakan hubungi saya," pungkasnya seraya memberitahu no pin BB 2AB4E393. [IK/Fb]

24 comments:

  1. Harusnya ada lembaga independent yg ada untuk mengawasi hal ini, demi umat islam indonesia agar tdk luntur kepekaannya katena terlalu sering makan makanan yg tdk subhat dan haram..

    ReplyDelete
  2. masuk ke indomart dan alfamart juga banyak produk yang belum bersertifikat halal.

    ReplyDelete
  3. lembaga perlindungan konsumen indonesia mandul, MUI juga mestinya secara pro aktif mendata n menindaklanjuti resto lokal/internasional dan produk makanan/minuman di tengah masyarakat kita yang mayoritas muslim, jangan tunggu diberi info saja

    # halalan thayyiban adalah tanggung jawab semua muslim

    ReplyDelete
  4. @ DPC PKS KOta Bru, LPPOM MUI itu independent. tiddak dibiayai negara Tp menghidupi diri sendiri

    ReplyDelete
  5. Kata kuncinya: "Namun, tidak otomatis semua produk tersebut pasti haram"

    ReplyDelete
  6. Persaingan bisnis tidak sehat dengan menggunakan agama, cuma ada di Indonesiaku.

    ReplyDelete
  7. Katanya negara Bhinneka Tunggal Ika.....ini kok maksa. Yang mayoritas justru seharusnya mengayomi yang minoritas, tapi kenyataan di Indonesia tercinta ini .........KOPLAK

    ReplyDelete
  8. Saya lihat recheese nabati kok ada logo halalnya ya?
    mohon penjelasan

    ReplyDelete
  9. BAIKNYA DI ONLINE KAN LAGI... BIAR BISA DI CEK VIA GADGET KALO MAU MAKAN DI SATU RESTORAN... MUI HARUS ONLINEKAN PRODUK2 YG SUDAH BERSERTIFIKAT HALAL....

    ReplyDelete
  10. kenapa bukan yang HARAM saja yang dikasih sertifikat/label, kan makanan haram tidak sebanyak makanan yang halal, pekerjaan jadi lebih sedikit. dalam Al quran pun makanan yang haram yang disebut

    ReplyDelete
  11. burger king jualan ibab tuh
    liat aja di menunya, bacon

    ReplyDelete
  12. Ga memaksa ...cari aman saja...klo ga ada sertifikat halalnya mending ga usah jajan....aman untuk aku dan keluargaku...

    ReplyDelete
  13. Kalo tidak dijamin kehalalannya ya tinggalin aja susah amet kaya ngga ada makanan halal laen aja. 2 %1st 1st %%%%3rd

    ReplyDelete
  14. itulah sistem di indonesia,,sudah tau belum bersertifikat halal, tapi lembaga yang terkait anteng anteng aja,,giliran ada isu baru di bicarakan, masyrakat telan mentah mentah pula setiap informasi...

    ReplyDelete
  15. Makanan Halal-Haram sudah tidak menjadi prioritas muslim indonesia, yg penting ikut trend. Dijejalin makan haram sama pengusaha sipit juga cuex aja...bahkan ada yg tega menghujat ulama. Sebagai mayoritas memang layak mendapat perlindungan, tapi apakah yg mayoritas mau di lindungi, sementara mereka lebih banyak mengedepankan gengsi dan nafsu.

    ReplyDelete
  16. Saya tinggal di Bali dan banyak memperhatikan wisatawan yang masih berusaha memilih makanan halal. Biasanya mereka kemudian mencari aman masuk ke gerai2 ternama semacam ini. Sepertinya jarang yang tahu informasi seperti ini.

    ReplyDelete
  17. MUI wajib menempel stiker baik yg halal maupun yg blm di sertifikasi dan memberi jangka waktu bagi yg belum dan berada dilingkungan islam, jika tdk bersedia ditutup saja.

    ReplyDelete
  18. ini Jco, Bread Talk, Papa Ronz, Rotiboy, dll sudah ada sejak lama, kenapa ributnya baru sekarang ya? Harusnya dituntaskan di awal pendirian restoran tersebut..
    hmmm...

    ReplyDelete
  19. Restoran yg bersertifikat hrs pasang sertifikatnya terang-terangan spy konsumen jelas melihatnya, bg yg tidak mau sertifikasi halal harus terus terang , spt di negara lain , restoran akan menolak warga muslim masuk ke resto yg non halal supya ndak dianggap menipu.

    ReplyDelete
  20. kalau ga da lebel halalnya ya ga usah dimakan dong...!! gitu aja kok repot... pake nyalahkan MUI segala, aneh

    ReplyDelete
  21. Seharusnya sertifikat halal digratiskan aja. Negata harus bertanggung jawab terhadap ummatnya.

    ReplyDelete
  22. Yang aneh pemerintahnye ... mbok yao bikin peraturan yang jelas untuk mewajibkan seritikat halal bagi yang halal dan sertifikat tidak halal bagi yang nggak mau di sertifikat.
    Nggak susah kok, buktinya McD, KFC, Lotteria, Pizza Hut bisa kok punya sertifikat Halal.

    Kapaaaan ya?

    ReplyDelete
  23. Seringkali orang salah kaprah, hanya "daging babi" saja yang dianggap non halal, selebihnya dianggap halal semua. padahal hewan lain seperti sapi,kambing,ayam,bebek dll selama disembelih tidak menyebut nama Allah akan berubah menjadi haram hukumnya. Nah, MUI apakah ada sampe ke situ telitinya ??? Dan umat muslim apakah ada mikir kesana ??? Harusnya MUI sampai ke sono ceknya, sebelum mengeluarkan sertifikat halal, Teliti tata cara persiapan bahan dasarnya, bukan melulu berpatokan pada jenis makanannya saja. Harusnya MUI sebagai lembaga pelindung umat muslim menjalankan tugasnya dengan sebenar-benarnya, agar kelak dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, wahai orang2 yang telah dipercaya memegang amanah untuk melindungi umat muslim dari hal2 yang mudarat.

    Sedikit saran buat kaum muslim, paling aman cari makanan seafood saja atau pilih resto Vege atau Resto Minang atau lebih aman lagi masak sendiri di rumah :-)

    ReplyDelete
  24. Pada ga tau sistem di Indonesia aja pada ribut.
    Makanya cari info sebelom ngejelek2in.

    Pada tau ga, gmn dptin sertifikat halal mui?
    Tau ga prosesnya berapa lama?
    Tau ga kalo pemerintah ga peduli halal haram?

    Ini Indonesia, bukan Malaysia yang pemerintahnya bikin aturan kalo produk makanan di Malaysia kudu dapet halal dulu baru bisa di distribusikan.

    Kalo mau emang ngaku muslim, ya cari tahu dulu dong yang mau dimakan/pake itu halal ato haram. Ngandelin MUI ato pemerintah di Indonesia mah susah...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.