Header Ads

Aksi Bela Islam

Ajaran Sesat: Cium Pantat Imam Syiah Dapat Pahala Berlipat

Ritual cium pantat imam syiah (foto elserdaab)
Lembaga Penelitan dan Pengkajian Islam (LPPI) Makassar melansir sejumlah ajaran dan praktik keberagamaan Syiah yang menunjukkan kesesatannya. Salah satunya adalah "ritual" mencium pantat imam Syiah.

"Terlihat beberapa orang Syiah biasa, menuju ke arah sang Imam yang menyodorkan pantatnya untuk dicium, dengan anggapan agar mendapat pahala yang banyak," lapor LPPI Makassar sembari menyertakan tiga foto yang dirangkai dalam sebuah frame.

Selain "ritual cium pantat", sejumlah ajaran lain yang menunjukkan kesesatan Syiah menurut LPPI Makassar adalah khumus dan mut'ah.

"Jika Anda Syiah, maka yakinlah bahwa agama Syiah dalam semua ajarannya hanya menguntungkan Imam Mereka. Misal dalam khumus, dimana seperlima harta orang Syiah menjadi milik imam Syiah. Dalam hal mut'ah, dimana sang Imam bebas memilih wanita untuk dizinahi dalam jangka beberapa waktu, sedangkan anak para Imam tidak boleh dimut'ah. Dan masih banyak lagi kelebihan yang dimiliki oleh Imam-imam Syiah yang tak dimiliki bahkan dirampas dari pemeluk Syiah biasa. Pernahkah Anda berfikir dengan logika Anda wahai saudara kami, semoga Allah memberi kalian hidayah," lansir LPPI Makassar dalam situs resminya, Selasa (19/9) lalu. [AM/Lppi]
Foto yang dilansir LPPI Makassar

10 comments:

  1. beragama itu harus dengan rosio dan akal....bukan bertaqlid buta apa kata imam atau ustadz...dan Islam bukanlah agama tradisional atau agama keturunan...setiap muslim wajib belajar dan menuntut ilmu...karena kita akan dituntut tentang apa yang telah kita kerjakan...segala ibadah harus ada dalilnya bukan katanya...bukan menurut ulama ini ulama itu... kita tidak boleh mengikuti apa kata ulama... kalau itu tidak diajarkan dalam Qur'an dan Hadist..janganlah kita ikuti....apalagi sampai mencium pantat imam...ini sama sekali bukan ajaran Islam...jadilah islam yang kaffah...pelajarilah Al Qur'an..bacalah hadist2 yang shahih..jauhkan hadist2 dhaif dan maudhu...dan ingat masuk surga bukan karena taat kepada imam, wali, ulama, ustadz dan dai....jadilah islam sesuai tuntunan Nabi SAW....

    ReplyDelete
  2. jangan2 kalo mengirup kentut'y imam, bisa berkah kali yaaa... wkwkwkwkwk.

    Apalagi kalo sampe keluar ampas kuning'y..

    Hwahahahahahaahaahaaha

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum,d kalimantan ada keyakinan n kepercayaan meminum bekas kopi seorang Habib adh berkah.Mirif syiah ga yq?

    ReplyDelete
  4. Rasulullah saja yg begitu mulia gak sebegitunya...
    Astghfrllh...ya rabb...tunjukilah...

    ReplyDelete
  5. yang mana dikatakan hadits shohih, bukhori muslim, dia aja mengeluarkan hadits mencaci nabi Musa, apa bisa kita katakan dia shohih..? Abu Hurairah ( si ayah kucing ) yang mengenal Nabi 2,5 Tahun sudah mengeluarkan hadits 50 ribu hadits bisa kita percaya...?

    ReplyDelete
  6. tertawalah wahai orang2 yang berakal......
    jika kalian percaya foto itu maka tidak ada bedanya kalian dengan binatang!!!
    foto foto itu bukan orang syiah!!!
    jangan mudah percaya dengan penyebar foto itu!!!
    kalian hanya dibohongi!!!

    ReplyDelete


  7. Pendapat Tentang Kafirnya Sekte Syiah

    Pernyataan Imam asy-Syafi’i rahimahullah tentang syiah

    ﻟَﻢْ ﺃَﺭَ ﺃَﺣَﺪﺍً ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﺄَﻫْﻮَﺍﺀِ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺑِﺎﻟﺰُّﻭﺭِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺍﻓِﻀَﺔِ

    “Saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi/bersumpah palsu (berdusta) dari Syi’ah Rafidhah".

    (Adabus Syafi’i, m/s. 187, al-Manaqib karya al-Baihaqiy, 1/468 dan Sunan al-Kubra, 10/208. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)

    - Dari Yunus bin Abdila’la, beliau berkata: Saya telah mendengar asy-Syafi’i, apabila disebut nama Syi’ah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, dan berkata: “Kelompok terjelek! (terbodoh)”. (al-Manaqib, karya al-Baihaqiy, 1/468. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)

    - Al-Buwaitiy (murid Imam Syafi’i) bertanya kepada Imam Syafi’i, “Bolehkah aku shalat di belakang orang Syiah?” Imam Syafi’i berkata, “Jangan shalat di belakang orang Syi’ah, orang Qadariyyah, dan orang Murji’ah” Lalu Al-Buwaitiy bertanya tentang sifat-sifat mereka, Lalu Imam Syafi’i menyifatkan, “Siapasaja yang mengatakan Abu Bakr dan Umar bukan imam, maka dia Syi’ah”. (Siyar A’lam Al-Nubala 10/31)


    Imam-imam Madzhab Syafi'iyah ,Imam
    Malik,Imam Daud Adz-Dzhahiri, Imam Ahmad
    bin Hanbal, dan Imam Ishaq bin Rahuwiyah
    rahimahumullah mewajibkan orang yang shalat
    dibelakang imam yang bermadzhab syiah
    rafidhah untuk mengulangi shalatnya. (lihat :
    Ushuluddin 342)


    - asy-Syafi’i berkata tentang seorang Syi’ah Rafidhah yang ikut berperang: “Tidak diberi sedikit pun dari harta rampasan perang, kerana Allah menyampaikan ayat fa’i (harta rampasan perang), kemudian menyatakan: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami”. (Surah al-Hasyr, 59: 10) maka barang siapa yang tidak menyatakan demikian, tentunya tidak berhak (mendapatkan bahagian fa’i).” (at-Thabaqat, 2/117. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/487)

    - Imam as-Subki Rahimahullah berkata, ‘Aku melihat di dalam al-Muhith dari kitab-kitab Hanafiah, dari Muhammad (bin Idris as-Syafi’i) bahwa tidak boleh shalat di belakang Rafidhah.’ (Fatawa as-Subki (II/576), lihat juga Ushulud Din (342))




    ABU HAMID AL GHOZALI
    Imam Ghozali berkata :
    “Seseorang yang dengan
    terus terang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar
    Rodhialloh Anhuma, maka berarti ia telah
    menentang dan membinasakan Ijma kaum
    Muslimin. Padahal tentang diri mereka (para
    sahabat) ini terdapat ayat-ayat yang menjanjikan
    surga kepada mereka dan pujian bagi mereka
    serta pengukuhan atas kebenaran kehidupan
    agama mereka, dan keteguhan aqidah mereka
    serta kelebihan mereka dari manusia-manusia
    lain”.
    Kemudian kata beliau : “Bilamana riwayat yang
    begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia
    tetap berkeyakinan bahwa para sahabat itu kafir,
    maka orang semacam ini adalah kafir. Karena dia
    telah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang
    yang mendustakan satu kata saja dari ucapan
    beliau, maka menurut Ijma’ kaum Muslimin, orang
    tersebut adalah kafir”. (Fadhoihul Batiniyyah,
    halaman 149).

    KH. HASYIM ASY`ARI
    dalam kitabnya
    “Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah
    Nahdlatul Ulama’” memberi peringatan kepada
    warga nahdliyyin agar tidak mengikuti paham
    Syi’ah. Menurutnya, madzhab Syi’ah
    Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan
    madzhab sah. Madzhab yang sah untuk diikuti
    adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.
    Beliau mengatakan: “Di zaman akhir ini tidak
    ada madzhab yang memenuhi persyaratan
    kecuali empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi’i
    dan Hambali. Adapun madzhab yang lain
    seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah
    Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga
    pendapat-pendapatnya tidak boleh
    diikuti” (Muqaddimah Qanun Asasi li
    Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, hlm: 9).

    ReplyDelete
  8. Berpegang Teguh kepada Sunnah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin


    عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَاريةَ رَضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عليه وسلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ، وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدَّعٍ، فَأَوْصِنَا، قَالَ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

    Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata: Artinya : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. Kami bertanya ,”Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat” Rasulullah bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya siapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru (perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan)), kepada hal-hal yang baru itu adalah bid'ah dan sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat.”
    (Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud (4608), At-Tirmidziy (2676) dan Ibnu Majah (44,43))


    Dari Abu Said Al-Khudri ia berkata :
    Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

    Artinya : "Jangan kalian mencaci maki/menghina para shahabatku, karena seandainya salah seorang diantara kalian berinfaq emas sebanyak gunung Uhud tak akan dapat menyamai derajat salah seorang diantara mereka, bahkan separuhnyapun tidak".

    (Hadits Shahih Riwayat : Bukhari 4:195, Muslim 7:188, Ahmad 3:11, Abu Dawud 4658 dan Tirmidzi 3952).

    ReplyDelete

Powered by Blogger.