Header Ads

Aksi Bela Islam

Akhirnya El Baradai Sebut Penggulingan Mursi sebagai "Kudeta Militer"

El Baradai (foto aim.org)
Mantan Wakil Presiden Pemerintah Kudeta Mesir Muhammad El Baradei akhirya menyebut apa yang terjadi di Mesir pada 30 Juni lalu, yang berujung penggulingan Presiden Mursi pada 3 Juli, sebagai “kudeta militer”. Pernyataan itu dikemukakan El Baradai dalam pertemuannya dengan menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, lapor media Mesir.

Seperti dikutip Fimadani, Sabtu (28/9), lelaki penganut Syi’ah itu juga mengatakan kepada menteri luar negeri Eropa bahwa ia punya rencana untuk membubarkan aksi duduk Ikhwanul Muslimin di Rabaa Al Adawiyah secara damai melalui dialog politik , namun tentara dan polisi bukannya melakukan hal itu, malah terburu-buru untuk membubarkan aksi duduk secara paksa.

Seperti diketahui, El Baradei telah meninggalkan Mesir menuju Wina beberapa hari setelah pengunduran dirinya pada 14 Agustus lalu. Mantan peraih nobel perdamaian itu mengundurkan diri tak lama setelah pembantaian di Rabiah Adawiyah yang memakan ribuan korban. Ia mengaku tidak menyetujui tindak kekerasan atas demonstran damai tersebut.

Sejumlah pihak menilai, El Baradai mundur dari posisi Wakil Presiden hanya demi membangun kembali reputasi dirinya yang hancur karena sebelumnya mendukung kudeta. Ia perlu menarik kembali simpati waga Mesir sebagai modal pemilu presiden berikutnya.

Ada juga yang menilai bahwa pengunduran dirinya adalah skenario bersama dengan pemerintah kudeta. Pengumuman Pengadilan Kairo bahwa El Baradai akan diadili pada bulan September atas tuduhan "mengkhianati kepercayaan nasional" hingga kini belum ada kabar berita pelaksanaannya. [AM/Fmd/bsb]

1 comment:

  1. berita bagus.. semoga mesir makin banyak yang sadar

    ReplyDelete

Powered by Blogger.