Header Ads

Aksi Bela Islam

Al Qaida Desak Ikhwanul Muslimin Lawan Militer dengan Senjata

Aksi damai anti-kudeta di Iskandariyah 23 Agustus 2013
Aksi damai anti-kudeta di Iskandariyah 23 Agustus 2013
Al Qaida menyarankan agar Ikhwanul Muslimin mengangkat senjata untuk memerangi militer Mesir. Menurut Al Qaida, perlawanan dengan jalan damai seperti demonstrasi yang dilakukan Ikhwan saat ini adalah cara yang sia-sia.

“Bagi mereka yang mengingkari Islam, kita harus terpanggil untuk melawannya,” juru bicara Islamic State di Irak dan Levant (ISIL), Abu Muhammad Al Adnani.

ISIL yang tidak lain merupakan jaringan Al Qaida menilai tindakan kekerasan yang dilakukan militer Mesir, yang banyak memakan korban tersebut adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi. Untuk itu, pihaknya menyarankan untuk menempuh jalan kekerasan, karena jalan damai yang selama ini dilakukan belum menunjukkan hasil.

Al Adnani menambahkan, militer Mesir adalah bagian dari pihak yang berusaha untuk mematikan jalan mengadopsi hukum-hukum Allah dan mencegahnya untuk dijadikan prinsip dasar sebuah negara.

“Militer Mesir berusaha keras untuk menyucikan prinsip-prinsip sekularisme dan hukum buatan manusia," tandasnya.

Al Adnani juga mengecam Ikhwanul Muslimin dan gerakan Salafi yang telah “terjebak” bertahan dalam jalan damai seperti pemilu dan demokrasi. Akibat pilihan itu, menurut Al Adnani, anggota Ikhwanul Muslimin justru dipenjara, diburu dan dibunuh.

Menjawab seruan itu, Ikhwanul Muslimin menegaskan komitmennya untuk bertahan dengan jalan damai dan menghindari kekerasan.

“Kami sepenuhnya mengutuk cara perlawanan ini (bersenjata). Perlawanan kami bersifat damai. Perlawanan damai adalah pilihan kami, bukan hal yang dipaksakan,” kata salah seorang pemimpin Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP) Khalid Hanafi seperti dikutip Dakwatuna, Ahad (1/9). [IK/Rpb/Dkw/bsb]

No comments

Powered by Blogger.