Header Ads

Mujahidin Suriah Usir Tentara Assad dari Maalula, Gereja Terjaga

Mujahidin FSA
Mujahidin Suriah menguasai kota Kristen Maalula, utara Damaskus, setelah berlangsung pertempuran selama beberapa hari dengan tentara rezim Bashar Assad. Warga Maalula yang mayoritasnya Kristen tergolong dzimmi merasa senang kelompok mujahidin bisa memukul mundur pasukan Assad. Sebab, mereka terbukti menjaga gereja tetap berdiri.

Hal itu bertolak belakang dengan informasi yang dilansir sejumlah media syiah termasuk saluran TV Iran "Almayadin".

Dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Lebanon, Kepala biara Saint Mar Takla di Maalula membantah tuduhan mengenai serangan Mujahidin FSA terhadap gereja-gereja dan biara-biara di Maalula.

Maalula adalah kota yang bersejarah dan penting bagi kaum Nasrani di seluruh dunia. Kota yang berada sekitar 60 kilometer timur laut dari Damaskus itu merupakan kota terakhir bagi penduduk Aram yang tersisa di dunia. Dari sekitar 8.000 penduduk Maalula, 3.300 diantaranya adalah penduduk Aram dari kaum Nashara. Beberapa di antaranya masih berbicara versi bahasa Aram, bahasa kuno zaman Alkitab yang diyakini telah diucapkan oleh Nabi Isa.

Seperti dikutip zamanalwsl.net, mujahidin FSA mulai memasuki Maalula pada Rabu (5/9) lalu. Beberapa hari berikutnya pasukan Assad yang mengepung kota itu masih bertahan dan saling baku hantam dengan mujahidin. Namun akhirnya kemenangan berpihak kepada mujahidin.

Laporan reuters juga membuktikan kepalsuan isu yang dikembangkan media-media syiah. “Rekaman lainnya menunjukkan seorang komandan pemberontak memerintahkan sekelompok pejuang untuk tidak menargetkan warga sipil atau simbol-simbol Kristen di kota,” kutip reuters.

Dengan terbukanya kota Maalula, langkah mujahidin menuju Damaskus dinilai akan lebih mudah. [IK/Zmn/bsb]

Powered by Blogger.