Header Ads

Aksi Bela Islam

NU: Merokok di Masjid dan Majelis Ilmu Hukumnya Haram

merokok di masjid (ilustrasi foto jagokluruk.wordpress.com)
Situs resmi Nahdlatul Ulama’ (NU) mengingatkan kaum muslimin bahwa hukum merokok menurut para ulama’ hanya ada dua. Sebagian ulama berpendapat haram. Sedangkan sebagian lainnya berpendapat makruh. “tapi dengan catatan bahwa hukum makruh tersebut condong kepada hukum haram,” tulis NU Online yang beralamat di nu.or.id, Sabtu (7/9) lalu.

Sedangkan merokok di masjid dan majelis ilmu, NU Online menegaskan bahwa sebagian besar ulama’ telah menyepakati hukumnya haram.

“Sebagian besar para ulama’ telah menyepakati hukum haram merokok ditempat-tempat yang diangungkan atau dianggap mulia, seperti Masjid, Halaqoh pembaca Hadits-hadits Nabawi, Majlis Ilmi dan yang lainya. Wajar saja, mengingat tempat-tempat tersebut memiliki nilainya tersendiri. Sehingga menuntut siapapun yang memasuki kalangan tersebut harus tunduk pada etika dan norma yang berlaku,” lanjut NU Online.

“Oleh karena itulah Islam melarang merokok di ruang tersebut, karena dianggap tidak etis dan tidak menghormati tempat itu,” tegas kolom ubudiyah yang ditulis oleh Fuad Basya dengan redaktur Ulil H tersebut. [AM/NU/Dkw]

7 comments:

  1. baiknya diluar masjid jg merokok haram ustadz

    ReplyDelete
  2. Emang daging babi ayam..??

    ReplyDelete
  3. Maksudnya Emang Daging Babi kok Haram

    ReplyDelete
  4. Haram karena merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain. Kalau mau merokok pergi sana ke tengah hutan, kalau mau mati jangan ajak-ajak orang lain yang masih pengen hidup

    ReplyDelete
  5. NO SMOKING = NO MEROKOK =

    ReplyDelete
  6. Begini saja buat orang NU yang tidak mengharamkan merokok. Datang saja ke tanah haram di Mekah katakan Siapa mengatakan merokok haram adalah sesat. Begitu saja kok repot.

    ReplyDelete
  7. MUI dan para ulama' seharusnya memberikan fatwa yang lebih strategis dan membawa kesejahteraan ummat Islam. Masih banyak ummat Islam menjadi obyek kapitalisme, yang memerlukan kemandirian dan prakarsa. MUI seharusnya menjadi pelopor dan contoh bagaimana ummat mampu hidup sejajar dengan ummat lain dalam bidang keilmuan, ekonomi, teknologi, dll. Kok yang saya baca, MUI selalu terkungkung dengan masala-masalah Fiqih "Rokok" dll? Jika "rokok" sekarang dijadikan sebagai hukum "haram", maka bagaimana para Kyai, Ulama' dan tokoh-tokoh Islam yang dahulu merokok dan sekarang sudah almarhum? APakah mereka berdosa, mendapat siksa bukur dan akan masuk neraka??
    Haram dan halal sudah jelas-jelas diatur di dalam Al-Qur'an dan Hadits. Jangan membuat hukum di luar konteks Al-Quran dan Hadits, justru akan menjadi bid'ah. Inti pelarangan yang perlu diperjelas dalam tataran ijtihad MUI seharusnya adalah tindakan-tindakan yang mengandung kemubadziran dan berlebihan, contoh: Berbelanja sesuatu yang berlebihan, Pergi ke Mall untuk cuci mata dan menghamburkan uang, dll. Ini kok "Rokok" yang ditekankan dan dibahas?? Makan Mie Instant, penggunaan bumbu instant, mengkonsumsi daging lemak, dll bisa juga dikategorikan mengganggu kesehatan melebihi daripada rokok. Lalu apakah sudah dibuatkan hukum baru terkait dengan hal itu???

    ReplyDelete

Powered by Blogger.