Header Ads

Aksi Bela Islam

Pengamat Ini Siap Dipotong Lehernya Jika Jokowi Kalah Pilpres 2014

Ade Armando (foto liputan6)
Hasil riset lembaga penelitian perbincangan politik Politicawave menunjukkan, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi dua tokoh terpopuler dalam perbincangan di media sosial untuk dicalonkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada 2014.

Terkait rekam perbincangan di media sosial itu, pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia Ade Armando yakin Jokowi akan memenangi pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Bahkan, ia berani mempertaruhkan lehernya atas ‘analisa’-nya itu.

"Potong leher saya jika Jokowi kalah! Jika dia maju saat ini," cetus Ade seperti dikutip liputan6.com, Rabu (25/9).

Lepas dari popularitas Jokowi dan peluang kemenangannya dalam pilpres jika dia maju, Islam melarang umatnya memastikan kejadian yang belum terjadi, khususnya yang sifatnya spekulatif. Islam juga melarang mempertaruhkan nyawa untuk hal-hal yang sia-sia. [AM/L6/bsb]

17 comments:

  1. Orang goblok,,,,Ade Armando dapat keuntungan dari pembangunan citra jokowi,
    Emangnya Indonesia cuma orang Jawa aja,,,,,

    ReplyDelete
  2. iangan2 bawa-bawa jawa/ras mas. apa hubungannya dengan berita diatas?

    ReplyDelete
  3. baru jadi pengamat saja sudah mendahului kehendak Allah.. Naudzubilah.

    ReplyDelete
  4. Lagian, kalo pun Jokowi kalah dalam pilpres 2014, siapa ya mau potong leher ente, bisa di penjara tau ....

    ReplyDelete
  5. dibayar berapa neh orang punya headline seperti ini ?

    ReplyDelete
  6. Dia kan bagus dan terkenal karena media... pencitraan lah biasa...

    ReplyDelete
  7. Wah wah... dahsyat juga nih orang..
    Mending baca ini: Kisah yang telah membuat ribuan orang menitiskan air mata... http://is.gd/XAPeVr

    ReplyDelete
  8. itu kl pemilihanya skrg. kl 2014.... lain lg ceritanya...

    ReplyDelete
  9. Tapi pernyataan AA sebenarnya gak salah,... Jika Jokowi maju saat ini,... kan pilpres nya baru tahun depan,...

    ReplyDelete
  10. itu bohong belaka,,,,buktinya anas aja ga jadi digantung dimonas,,,katanya kalau dia jadi tersangka gantung dimonas,,,,

    ReplyDelete
  11. jangan cepat menilai kepopuleran seseorang untuk kepentingan kita...apalagi sampai memberikan pernyataan yang seolah-olah itu pasti...padahal segala sesuatunya itu ada kemungkinan berubah...karena 5 menit yang akan datang kita tidak tahu tentang diri kita..semoga kita menjadi orang arif dan bjaksana...

    ReplyDelete
  12. @jupri kalo ane sih kurang setuju kalo anas digantung... sampe sekarang aja dia masih belum ditangkep.... mungkin sajah itu hanya Pitnah belaka :D.. mending anas aja yang nyalonin hehehe...

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Klo mo potong leher skr aja brani ga....ntar klo jkw jadi presiden ya berarti bener, tapi klo ga jadi brarti sampeyan dah nanggung resiko,

    ReplyDelete
  15. Waduh ada yang mau potong leher.... KUMISnya aja yang dipotong kalo Jokowi kalah, ngak sayang apa sama leher pakei dipotong- dipotong

    ReplyDelete
  16. Klo prabowo yg jdi presiden. Kita sruh buktikan omongannya

    ReplyDelete
  17. kok pak jokowi untuk objek taruhan.... ?????
    dulu zaman Rosul SAW bila bertaruh dlm seatu permainan dgn taruhan isrti isrti mrk dan harta yg sngt berharga lainya
    jahiliyyah bener ente do.........!!!!!!

    ReplyDelete

Powered by Blogger.