Header Ads

Aksi Bela Islam

Presiden Mursi: Saya Takkan Mundur Meski Resikonya Mati

Presiden Muhammad Mursi
Presiden Muhammad Mursi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan menandatangani surat pengunduran diri meskipun resikonya adalah mati. Hal itu disampaikan Mursi kepada anggota keluarganya melalui saluran telepon seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (17/9).

"Saya tetap berdiri di tanah ini (Mesir) sampai nafas terakhirku," kata doktor yang hafal Qur'an ini.

Dalam komunikasi seluler yang baru pertama kali bisa dilakukan sejak ditahan militer ini, Mursi mengatakan dirinya baik-baik saja, tetapi tidak tahu di mana ia dipenjara. Ia juga mengungkapkan bahwa militer melakukan interogasi paksa dengan menutup matanya. "Saya katakan ke mereka, saya presiden yang sah negara ini," tandasnya.
Kantor berita di Ankara itu menambahkan, sejak dikudeta oleh As Sisi, Mursi dilarang bertemu dan berkomunikasi dengan keluarganya.

Sebelumnya, Komnas Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KDM) pada pekan lalu merilis pernyataan Presiden Mursi ketika hendak diinterogasi oleh Tim Pengadilan Mesir. Mursi menolak diinterogasi dan dengan tegas menolak menandatangani surat pengunduran diri.

"Saya Presiden terpilih, saya memiliki pelindung, tidak ada hak untuk menghakimi saya. Kalau ingin menghakimi saya, haruslah lewat pengadilan yang legitimate yang sesuai dengan undang-undang Negara. Jangan berharap banyak dari saya, saya tidak akan menjawab pertanyaan kalian. Saya rela menanggung semua ini (penghinaan dan pengkhianatan) demi harga diri dan kehormatan bangsa Mesir. Saya yakin Allah sama sekali tidak akan menyia-nyiakan cita-cita dan harapan bangsa Mesir yang ingin bangkit dan merdeka dari penjajahan," kata Mursi dalam pernyataannya kepada Tim Pengadilan. [IK/And/Rol/Twt]

No comments

Powered by Blogger.