Header Ads

Aksi Bela Islam

Walau Tanpa Kontes Bikini, NU dan Ormas Islam Tetap Tolak Miss World

KH Saiq Aqil Siradj memimpin rapat (foto Detik.com)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) dan 10 ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Umat Islam (LPUI) menolak keras penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Penolakan keras itu tetap disuarakan LPUI meskipun panitia penyelenggara ‘berjanji’ meniadakan pameran bikini dan menggantinya dengan sarung Bali.

Seperti dilansir laman resmi NU, LPUI menilai, setiap event internasional harus dilihat sisi manfaat dan mudharatnya. Sementara Miss World dinilai lebih besar musharatnya dibanding manfaatnya.

"Masih, masih menolak meskipun kontes berbikini ditiadakan. Miss World itu manfaat ada tapi kecil sekali, tapi mudharatnya besar, betapa baiknya anggaran untuk even sosial lainnya," ujar ketua LPOI Said Aqil Siroj, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (4/9) seperti dikutip Detik.com.

"Apabila event itu bisa mendongkrak harga rupiah saya dukung, menurunkan harga kedelai saya dukung. Tapi kalau acara ini cuma hura-hura, sama Islam ini diharamkan," tambahnya.

Selain itu, LPUI menolak event ini karena tidak sesuai dengan adat ketimuran. "LPUI menolak adanya Miss World dengan alasan tidak sesuai dengan moral dan budaya bangsa serta bertentangan dengan Pancasila," demikian dalam pernyataan LPUI.

LPUI terdiri dari 11 ormas Islam yakni NU, Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Islamiyah, Mathla'ul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tioghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Azzikr, Syarekat Islam Indonesia, Al-Washliyah dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).

Meskipun sangat vokal menolak Miss World, LPUI tidak menyetujui segala bentuk kekerasan terkait penolakan tersebut. LPUI tidak akan melakukan aksi pengerahan massa atau tindakan apapun terkait penolakan ini.

"Kami hanya menyampaikan suara umat Islam. Minimal warga kita tahu sikap kita," kata Kang Said didampingi para pimpinan ormas Islam seperti dikutip Nu.or.id. [IK/Nu/Dtk]



1 comment:

  1. Seharusnya disuarakan lewat Media secara resmi...atau sampaikan langsung kepada Pemerintah, supaya pemerintah mempertimbangkan adanya Miss World...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.