Header Ads

Aksi Bela Islam

10 Sunnah Idul Adha

Ahmad Heryawan khutbah Ied (foto ROL)
Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam. Pada hari yang juga disebut idul qurban ini ada sejumlah amal-amal sunnah yang perlu dikerjakan oleh umat Islam, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mandi sebelum berangkat shalat Idul Adha

Sebelum shalat Idul Adha, kaum muslimin disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Mandi idul adha dilakukan seperti mandi janabat, hanya niatnya yang berbeda, yakni niat mandi sunnah Idul Adha.

2. Memakai pakaian terbaik untuk shalat Idul Adha

Kaum muslimin juga disunnahkan untuk memakai pakaian paling bagus yang dimilikinya. Tentu saja, pakaian tersebut adalah pakaian yang cocok untuk shalat.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya” (HR. Hakim)

3. Memakai minyak wangi
Selain disunnahkan memakai pakaian terbaik, disunnahkan pula memakai minyak wangi. Sebagaimana lanjutan hadits di atas: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, memakai minyak wangi dan berqurban dengan hewan paling mahal yang kami punya” (HR. Hakim)

4. Membaca takbir sejak berangkat shalat Idul Adha

Untuk takbir mutlak dilaksanakan sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga berakhirnya hari tasyrik dalam beragam situasi dan kondisi. Sedangkan untuk takbir yang terikat wakti dilaksanakan setelah shalat lima waktu sejak Subuh pada 9 Dzulhijjah hingga Asar pada 13 Dzulhijjah, juga sejak berangkat sampai dimulainya shalat Id.

5. Menghindari makan sebelum shalat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum shalat Id, pada Idul Adha sunnahnya makan dilaksanakan setelah selesai shalat Id.

6. Berangkat shalat Idul Adha seawal mungkin
Yakni setelah shalat Subuh, atau beberapa waktu setelah itu. Di zaman Rasulullah, shalat Idul Adha biasa dilakukan lebih pagi dibandingkan shalat Idul Fitri.

7. Menempuh jalan yang berbeda antara pergi dan pulang shalat Idul Adha
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.“ (HR. Bukhari)

8. Jika memungkinkan, disunnahkan berjalan kaki menuju lapangan tempat shalat Idul Adha
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.“ (HR. Ibnu Majah)

9. Shalat Idul Adha dan mengajak serta anak-anak dan wanita mengikutinya
Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat Id adalah wajib. Sedangkan mayoritasnya berpendapat sunnah muakkad. Lepas dari itu, Rasulullah bahkan memerintahkan wanita dan anak-anak untuk ikut serta shalat Id. Bagi wanita yang sedang haid, mereka tidak ikut shalat tetapi ikut mendengarkan khutbah dari tepi/pinggir lapangan tempat shalat.

10. Menyembelih qurban setelah shalat Idul Adha
Menyembelih qurban ini menurut sebagian ulama hukumnya wajib bagi yang mampu, berdasarkan hadits Rasulullah: "Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Demikian 10 Sunnah Idul Adha, semoga bisa kita amalkan hingga kita tercatat sebagai umat Rasulullah yang menghidupkan sunnahnya dan mendapatkan limpahan pahala di hari yang istimewa. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

1 comment:

  1. maaf, utk sunnah no. 7 saya kurang setuju,, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang. alasan nya bs kt cerna sendiri , dimisalkan jalan A , jalan B dan tujuan C = ketika kt pergi melalui jln A dan ketika akan pulang dr sholat ied dimisalkan lg kt ada keperluan yg arah jalan nya menuju dijalan B, apa kt hrs menuju dahulu ke tujuan C dan kembali berjalan ke jalan B dan pulang lg ke tujuan C.jd intinya tergantung ya keperluan nya.apa pulang -pergi hrs dijalan yg sama atau tidak.sekali lg mohon maaf ya..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.