Header Ads

Aksi Bela Islam

AS Akan Bekukan Bantuan Militer untuk Mesir

Tank Mesir (foto Aljazeera)
Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mempertimbangkan kembali bantuan militer ke Mesir, Rabu (9/10). Washington berencana membekukan bantuan berupa helikopter Apache, rudal dan suku cadang tank, di tengah-tengah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para pendukung Presiden Mursi.

Seperti dilansir Aljazeera, juru bicara Departemen Luar Negeri Jennifer Bsaki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Washington akan membekukan pengiriman bantuan militer dan keuangan kepada pemerintah (Mesir) sembari menunggu perkembangan negeri itu menuju pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis.

Bsaki menyebutkan bahwa penghentian bantuan itu merupakan tindak lanjut dari peninjauan atas perintah Obama. Ia menambahkan, AS juga menunda pengiriman bantuan kepada negara lain yang dikuasai rezim militer.

"Kami akan terus menyediakan suku cadang untuk peralatan militer buatan AS. Namun bagi beberapa rejim militer, kami akan menunda bantuan keuangan, menunggu kemajuan menuju pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis melalui pemilihan umum yang bebas dan adil" tambahnya.

Salah seorang pejabat AS sumber Aljazeera menjelaskan bahwa pembekuan bantuan militer AS senilai 1,3 miliar dolar per tahun di samping $ 250 juta bantuan ekonomi, terutama meliputi pengiriman helikopter Apache dan pesawat F-16, rudal Harpoon dan suku cadang untuk tank M1.

Pejabat itu mengatakan bahwa Washington akan menghentikan $ 260.000.000 bantuan uang tunai ke Mesir, sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah militer Mesir untuk mengambil langkah-langkah guna memulihkan demokrasi setelah pemberhentian presiden terpilih Muhammad Mursi musim panas lalu.

Perubahan sikap AS ini dinilai sejumlah pengamat sebagai indikator bahwa Washington telah melihat kegagalan kudeta militer. Untuk menyelamatkan kepentingan AS di Mesir, Washington mau tidak mau harus tampak menentang rezim kudeta yang diperkirakan akan runtuh dalam waktu yang tidak lama lagi. [AM/Ajz/bsb]

No comments

Powered by Blogger.