Header Ads

Aksi Bela Islam

Heboh, TV One Keceplosan "Golkar-nya Gak Usah Disebut Ya"

TV One - breaking news
Media bisa menggiring opini publik untuk menjustifikasi seseorang bersalah dan menyebarluaskan aibnya ke seluruh dunia. Sebaliknya, media juga bisa menutupi kesalahan pihak tertentu dengan cara tidak memberitakannya.

TV One baru-baru ini dicurigai melakukan operasi tersebut setelah insiden "keceplosan" pada tayangan langsung breaking news, Rabu malam (2/10) pekan lalu. Dalam video berdurasi 14 menit yang telah beredar di media sosial itu, dialog reporter tentang larangan penyebutan Partai Golkar ikut terekam dan terdengar jelas. "Golkar-nya gak usah disebut ya," demikian pada menit 8:32.





Sontak, beragam komentar negatif tertuju pada TV One yang mengesankan sedang melakukan operasi tertentu.

"Kok bisa itu keceplosan atau bagaimana," kata Rahma Ummu Fatih mengomentari video tersebut.

"Sebaik-baiknya bangkai ditutup ketauan juga," timpal Aji Teguh Prihatno. [Jj/Fb]










84 comments:

  1. dijaman yang canggih ini,
    manusia semakin pintar dlm mempermainkan skenario media

    tak jarang media jg merupakan kekuatan yang ampuh utk mningkatkan popularitas
    namun bisa jg utk menjatuhkan popularitas seseorang
    kita lihat, brp banyak para politikus yg sdh mnggunakan medianya utk brkampanye

    inilah konspirasi
    yg dipermainkan segelintir org,

    Indonesia sdh benar2 hilang budaya ketimurannya, yg lugu, polos, dan tekun
    oleh budaya barat yg picik

    ReplyDelete
  2. Hahaha...emang dari dulu TV One gitu, beritanya selalu berat sebelah... nah sekarang baru ketahuan belangnya... :)

    ReplyDelete
  3. baiknya tdk usah bahas masalah seperti di atas, nda penting!!

    ReplyDelete
  4. itu suami istri rahma n bung aji saling komentar..hihi kompak :p

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. tak kan pernah aku dan keluargaku memilih ARB jadi president................

    ReplyDelete
  7. Dijaman ORBA media bisa dibrendel oleh penguasa, dijaman liberal ini media akan brendel oleh kebosanan masyarakat, apalagi kalau kampanye, iklan yang tak wajar akan jadi bumerang bagi media, sebab kejenuhan akan cepat muncul dengan iklan dan kampanye itu ke itu saja setiap menit.........???

    ReplyDelete
  8. Dijaman ORBA media bisa dibrendel oleh penguasa, dijaman liberal ini media akan brendel oleh kebosanan masyarakat, apalagi kalau kampanye, iklan yang tak wajar akan jadi bumerang bagi media, sebab kejenuhan akan cepat muncul dengan iklan dan kampanye itu ke itu saja setiap menit.........???

    ReplyDelete
  9. hmmmm.... ini golkarnya gak usah di sebut tapi ya...hehehe memanglah MEDIA tidak ada media yang benar2 Independent sekarang..

    ReplyDelete
  10. siapa yg menguasai media massa maka ialah yg bisa mnguasai pemerintahan.itulah yg banyak trjd dalam politik ddunia ini trlepas dr baik/buruknya yg menguasai pemerintahan itu krn yg baiknya sll diumbar smntara yg buruknya sll dtutupi. mknya kita prlu sadar n hati2 trhdp media massa.........

    ReplyDelete
  11. dah petunjuk dari ALLAH ttg ke tidak adilan dan busuknya media

    ReplyDelete
  12. bukan masalah Tv O'n milik siapa nya, smua org jg tau ARB Golkar, tapi ini masalahnya oprasi untuk membohongi publik.. hmmm.

    ReplyDelete
  13. wkwkwk....belang ketahuan

    ReplyDelete
  14. pake media player yang bisa digeser sebelum buffer dong om jd harus nunggu 8 menit

    ReplyDelete
  15. TVOON...gak usah disebut juga udah tau Golkar juaranya partai koruptor sama dgn PDIP & Demokrat, yg kecil di gede2in yg gede di kecil2in, KPK juga udah kek infotainment, udah gak independent lagi penegakan hukum di Indonesia by KPK

    ReplyDelete
  16. menit yg ke berapa yak?

    ReplyDelete
  17. kl golkar jgn disebut ya,,kl PKS jd boleh di sebut berkali2,,,jelas aroma konspirasi media untuk jatuhkan PKS,,krna TV one milik ketua Partai yg jangan di sebut

    ReplyDelete
  18. Mana dia sumpah wartawan untuk menyatakan kebenaran? Disgusting.

    ReplyDelete
  19. haa.. Golkarnya jangan disebut? dasar Reproduksi media.

    ReplyDelete
  20. Parah nih keknya....! media memang juga sering tdk seimbang dalam mempublikasikan berita.

    ReplyDelete
  21. TV One memang selalu begitu tapi kita saja yang tidak begitu tahu.

    ReplyDelete
  22. TV OON,media pembohong......

    ReplyDelete
  23. wah pinternya mediA Massa sekarang !!! -_-

    ReplyDelete
  24. semoga TV one cepat bangkrut. hehehe

    ReplyDelete
  25. memangnya cuma TVOne yang begitu??? yang lain gimana?? ANTV, Global, MetroTv, RCTI, trANS7 DLL, ini semua media yang mempunyai parpol. terus gmn dengan media cetak atau online lainnya? Kompas, Jawa pos, Tempe, dll... klo pks piyungan termasuk ga?

    ReplyDelete
  26. Pemahaman akan literasi media sangatlah penting, masyarakat, ya harus pintar2 dlm menilai tayangan

    ReplyDelete
  27. dari dulu saya memang ga suka berita di tv oon, beritanya terkesan berat sebelah, sudah di motori salah satu partai politik ya susah

    ReplyDelete
  28. Allahuakbar....!!

    ReplyDelete
  29. nah loo.. hahaha, semoga semua kebohongan yang selama ini di tutup2'i terbongkar di hadapan publik :)

    ReplyDelete
  30. menit 8:32 hihihihi asyiiikkk ah "GOLKAR jangan disebut ya..

    ReplyDelete
  31. Beda antara fakta dg berita

    Terdepan MENGABURKAN!

    ReplyDelete
  32. Media harusnya independent... kalau yg seperti ini apapun alasannya keceplosan atau tidak sengaja tetep aja ndak bener. Kami pemirsa merasa TV ONE tidak memberi edukasi yang benar pd khalayak luas tentang demokrasi. Siapapun boleh tampil dan berhak ditampilkan. oke "Kurang salut deh buat kamu TV One"
    beri alasan dan tindakan agar kami senantiasa mencintaimu....

    ReplyDelete
  33. mentang2 aburizal bakrie=golkar.. sungguh tak profesional

    ReplyDelete
  34. hebat ya akhirnya terungkap jga bhwa media itu sering metar balikan fakta

    ReplyDelete
  35. tv oon ......semoga mendapatkan kehancuran...

    ReplyDelete
  36. Jokowi Terancam Dibunuh, selengkapnya di http://sh.st/0ufk

    ReplyDelete
  37. Jokowi Terancam Dibunuh, selengkapnya di http://sh.st/0ufk

    ReplyDelete
  38. ckckck keceplosan nih yee, akhirnya aib sendiri terbongkar.

    ReplyDelete
  39. ckckck keceplosan nih yee, akhirnya aib sendiri terbongkar.

    ReplyDelete
  40. hahahaha..
    Malu gak siiiiihhh. ketahuan kedoknya...

    ReplyDelete
  41. pamer tangan mulus....

    ReplyDelete
  42. Hmmm malu banget tuch,.,. iixxixixixixi

    ReplyDelete
  43. pengen tau reaksinya karni yg suaranya serak-serak sampah...upppss basah mksudnya

    ReplyDelete
  44. tipi ni lg..tipi ni lg,emng TV OON, kbnyakan boong

    ReplyDelete
  45. Klo bgetu bener kata Bang karni 'siapa lg yg harus kita percaya'?

    ReplyDelete
  46. ada hikmahnya.... rahma dan aji akan ditegur dewan redaksi dan akhirnya mereka berdua bosan dan keluar dari TV one dan akhirnya akan buka mulut tentang kungkungan berpendapat

    ReplyDelete
  47. hehe..
    Jeceplosan ya mbak..

    ReplyDelete
  48. Yaiyalah golkarnya gak usah disebut karena tvOne kan kepunyaan ketua golkar ARB

    ReplyDelete
  49. Hayooo..udah tahu belum, maksudnya kenapa golkar-nya g perlu disebut. Jangan langsung berburuk sangka, siapa tahu ternyata ada informasi yang masih meragukan sehingga tidak diberitakan atau ada kondisi lain.

    ReplyDelete
  50. dilarang bongkar aib juragan,.,he he he

    ReplyDelete
  51. TV ONE pembohong

    ReplyDelete
  52. Media sekarang tidak ada yang independen semua sudah menjadi broker-broker partai politik tertentu.

    ReplyDelete
  53. secanggih apapun teknologi , hanya butan manusia

    ReplyDelete
  54. MetroTV punya NasDem.
    TVOne dan AnTV punya Golkar.
    MNCTV, RCTI dan GlobalTV punya Hanura.
    Trans TV dan Trans 7 punya Chaerul Tanjung (mau jadi capres dia).
    SCTV sama Indosiar, acaranya kurang menarik dan kurang mendidik.

    Tinggal KOMPAS TV, semoga terbebas dari keberpihakan.

    Kalau berat sebelah juga, mau dapat berita dari mana lagi kita???

    ReplyDelete
  55. parah... baca juga yang ini... penuh inspirasi: http://nblo.gs/Q40OU

    ReplyDelete
  56. kalo media yg berbasis agama pernah gitu gak ya

    ReplyDelete
  57. Ada yang tahu kabar terakhir, reporternya sekarang apa masih (diperbolehkan) bekerja di TVOne?

    ReplyDelete
  58. sudah waktunya umat islam mempunyai media TV.

    ReplyDelete
  59. haha,,ada pendukung pks yang tidak terima juga nih komentnya...gak partai gede,gak kecil...kalo nyoblos ya coblos lambang kpunya aja....

    ReplyDelete
  60. media masa harusnya bs menggiring masyarakat lbh kritis dan cerdas, namun justru kepentingan2 yg main disitu. baik bs diopinikan buruk dan jg sebaliknya oleh media, ya tergantung pesanan tuannya... miris, itulah fakta media saat ini. Lantas, kenapa hal keji seperti ini bisa terjadi?? tentu krn sistem negeri ini, yg berduit bisa beli suara, pemikiran dan hak2 rakyat... innalillahi

    ReplyDelete
  61. itu geli...
    hahahaa..

    ReplyDelete
  62. kebablasan yang semakin membuat tvone terdepan dalam mengaburkan

    ReplyDelete
  63. kasihan.. kasihan..kasihan..

    ReplyDelete
  64. TV SAMPAH, ISINYA CUMA FITNAH, ADU DOMBA, GAK JADI PRESIDEN NANTI JADI KOMENTATOR DI WORLD CUP....

    ReplyDelete
  65. Meme baru : "8:32 Golkarnya jangan disebut ya ..."

    ReplyDelete
  66. Ternyata semua media mainsterm ga ada bedanya menyuarakan suara pemilik modal, kebenaran yang di framing....
    Paket Umroh Ramadhan 2017
    Paket Haji ONH Plus 2017

    ReplyDelete
  67. Kalo gitu reformasi kebebasan informasi ga ada ya!

    ReplyDelete
  68. huup.... yg namanya bau busuk akan menguap juga!

    ReplyDelete
  69. Jangan terlalu percaya berita yg ngk jelas kebenarannya....di cek dulu lah...kan bisa aja ada segelintir orng yg memasukkan/menyelipkan potongan rekaman suara kedalam video tsbt..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.