Header Ads

Aksi Bela Islam

Kebodohan Matematika PKS

Antrian warga di baksos penduli banjir Tebet
Ini hanya sekedar sharing. Aku berharap kalian, kader-kader PKS, tidak menghakimiku. Aku hanya sekedar memotret apa yang aku dapati di sekitar lingkunganku, juga di dekat tempat tinggal teman-temanku. Jika coretan ini ada baiknya, silahkan kalian pertimbangkan ideku atau kalian sebarkan agar dibaca oleh tokoh dan pemimpin-pemimpinmu. Kalau tidak salah, istilahnya qiyadah.

Begini, kuperhatikan kalian ini bodoh. Setidaknya secara matematika. Kalian bilang ingin menjadi 3 besar. Kalian bilang ingin menang di 2014. Kalian bilang ingin meraup banyak suara. Tetapi kalian masih juga menggunakan cara-cara lama.

Kuperhatikan kalian masih melakukan bakti sosial sejak tahun 2010. Jika aku tidak salah memotret, kalian hadir dalam baksos kesehatan, baksos sayur, baksos sembako murah. Untuk baksos kesehatan yang kalian lengkapi dengan dokter umum dan spesialis, estimasiku menghabiskan biaya rata-rata 40 ribu sampai 70 ribu per orang. Baksos sayur 10 ribu. Baksos sembako murah 50 ribu. Itu yang rutin. Belum ditambah yang insindental saat terjadi banjir dan bencana, yang bisa menelan dana 100 ribu per orang. Jadi kalau ditotal, kira-kira kalian menghabiskan dana 200 ribu sampai 230 ribu per orang. Belum bentuk-bentuk charity lain yang kalian sebarkan kepada masyarakat. Membuat taman baca gratis, membuat TPQ dan bimbingan belajar gratis, dan berbagai peringatan hari besar Islam dan nasional yang sebagiannya juga ada konsumsi dan hadiah buat warga. Seandainya kalian mau menahan diri, kalian tabung seluruh uang itu dalam lima tahun, estimasiku kalian bisa memberikan satu juta rupiah per orang. Jika uang sejuta itu kalian berikan satu hari menjelang pemilu, atau pagi-pagi sebelum coblosan yang jamak diistilahkan serangan fajar, kalian pasti akan langsung dicoblos.

Entahlah, apa pertimbangan kalian. Kalian mungkin tidak tahu kalau sebagian besar masyarakat masih pragmatis. Dan ingatan mereka sangat pendek. Sangat sedikit diantara mereka yang mengingat baksos-baksos selama lima tahun, tetapi mereka ingat dengan partai atau caleg yang memberikan duit 50 ribu beberapa jam sebelum masuk bilik TPS. Nah, jika kalian memberikan 500 ribu saja, mereka pasti mengalihkan pilihannya pada PKS. Tapi nyatanya, kalian malah pelit di saat hari H. Kalian bilang itu money politic, padahal seluruh partai melakukannya. Aturan itu memang ada tapi sebatas teori saja. Jadilah seperti partai umumnya. []

Penulis: Dedi Ilyas
Pernah jadi mahasiswa tapi tidak lulus :)

74 comments:

  1. PKS itu hanya sarana ........ kader - kadernya ingin melihatkan kepada masyarakat pendidikan politik yang benar, mereka bahu membahu untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dengan kepeduliannya .... dan mereka selalu ada ...... tak peduli siapa qiyadanya ( pimpinannya ), yang penting mereka sudah berbuat dan insyaallah yang yang diharapkan bukan penilaian manusia ...... perjuangan ini masih panjang mas ........ tidak sampai 2014 saja...........

    ReplyDelete
  2. Saya tidak khawatir dengan apa yang diertimasikan oleh admin di awal tulisannya,
    Tapi saya sangat khawatir dan perihatin dengan kalimat terakhir
    "Jadilah seperti partai umumnya"
    itu adalah kalimat seruan dan mungkin juga masuk dalam kategori da'wah,,
    tapi sayangnya kalimat2 da'wah yang semacam itulah yang akan akan menghancurkan seseorang bahkan negeri ini.

    ReplyDelete

  3. jk memang kemenangan yg di cari , itu mudah..
    namun kita hrs menggapai itu dgn cra2 islam..
    agar dlm bekerja mnjlnkn itu bernilai ibadah,nafas dlm menggapai kemenangan itu bernilai ibadah dan pd saat kemenangan pun bernilai ibadah..
    yg bodoh saya rasa bukan PKS nya tp... he he he
    barakallahu fiykum

    ReplyDelete
  4. ya sarana menggapai kursi parlemen thogut, Say No kooperatif ! ! !

    ReplyDelete
  5. please deh admin... beritanya ga penting banget...

    ReplyDelete
  6. subhanallah........jawabannya seperti yang diharapkan.....

    ReplyDelete
  7. membaca artikel di atas jangan diartikan secara linier
    tapi bacalah dengan pemahaman terbalik
    saya kira itulah pesan yang ingin disampaikan oleh si penulis...

    ReplyDelete
  8. money politic membodohkan rakyat upaya untuk menjadikan masyarakat materialistik terhadap pilihan nya..tidak memberikan pendidikan politik yang benar di era demokrasi..money politic upaya dari calon dari oknum untuk mendapatkan jabatan pada tujuannya adalah memanfaatkan fungsi kedudukannya untuk berkorupsi..

    ReplyDelete
  9. tulisannya membuat pembaca semakin tau bahwa pks berbeda dg partai pada umumnya...

    ReplyDelete
  10. Kita Hanya bertindak, namun masyarakatlah yang menilai.

    ReplyDelete
  11. bacalah dengan hatimu, jangan dengan nafsumu..( artikel yang baik )

    ReplyDelete
  12. cita cita PKS bukan untuk memenangkan suara pemilu untuk memperoleh kekuasaan dalam pemerintahan Indonesia, akan tetapi cita cita PKS adalah untuk memenangkan kejayaan Islam.
    Kalau kita mau analogikan, sama hal nya dengan si pemancing ikan. Si pemancing ikan itu orang bodoh, buat apa dia berlama-lama duduk dipinggir danau untuk mendapatkan ikan, pergi saja pagi pagi ke pasar ikan pasti akan segera dapat ikan, gak sampai satu jam sudah bisa pulang bawa ikan.
    WaALLAHu'alam.

    ReplyDelete
  13. menang atau tidak di pemilu akan datang sama saja bagi saya, orang-orang yang berdakwah di lewat pks yang terbaik, insyaallah orang yang berdakwah meski tidak mendapat tempat di hati manusia tapi akan mendapat tempat disisi allah, karena itu lebih baik...

    ReplyDelete
  14. Mahasiswa ngawur ko` bisa jadi penulis !!!

    ReplyDelete
  15. اعملوا فسيرالله عملكم Beramal itu untuk dinilai Allah, bukan untuk meminta penilaian manusia.

    Edukasi politik terhadap masyarakat memang perlu diluruskan. Sela ini kita hanya mengajarkan masyarakat untuk selalu mengharap belas kasih dari orang lain, sehingga dimanfaatkan oleh caleg atau parpol yang punya modal banyak, sebagai konsekuensinya masyarakat dipaksa untuk mencoblis yang bersangkutan.
    Tulisan di atas mungkin juga ada benarnya bila dilihat dari matematika manusia, tetapi dalam hitungan "matematika Allah" itu tidak sia-sia dan tetap memiliki nilai. Semoga Allah selalu membimbing dalam setiap langkah kita. Amin.

    ReplyDelete
  16. Hadeh.... yang nulis ini.... berarti suka money politic ha ha ha

    ReplyDelete
  17. Ya mbok mikir dulu sebelum di PUBLISH tu,,,, Ingat ini ini blok untuk dakwah bukan untuk menjelek-jelekan organisasi tertentu....

    ReplyDelete
  18. stiap kita, punya asumsi, dan trik yang berbeda...
    mungkin apa yg dilakukan oleh para kader PKS itulah cara yang efektiv buat menggalang suara di pemilu nanti. dan menurut ane, semua partai dengan semua cara mereka yg dilakukan selama ini 11-12 lah. bobrok semua!!!... "jangan marah, bebas bersuara"

    ReplyDelete
  19. itulah bedanya PKS dengan partai lainnya...
    masa yg tidak baik di ikuti juga..

    ReplyDelete
  20. tulisan yg baik. seharusny tulisan ini mampu membuka mata para pembacanya bhwa PKS ada bkn sekedar untk mncari kemenangan dgn membenarkn sgala cara trmasuk 'suapan' k rakyat kecil. tp PKS ada sbg wadah untk menyalurkan kebermanfaatan kader2ny kpd masyarakat. :)

    ReplyDelete
  21. selamat buat penulis ...
    responnya udah dapet kan?
    sekali mendayung 5 pulau terlampau bro ...

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum...
    Maaf hanya sekedar sedikit masukan nech, yg intinya partai apapun namanya di Indonesia ini selama dalam proses perekrutannya masih menggunakan sistem "Money Politik" pada akhirnya akan korupsi jg. Bsa kita bayangkan secara akal sehat dengan proses untuk menuju suatu pemilihan bukan sedikit uang yg harus di keluarkan, dan bisa kita hitung dengan gaji yang bisa dia dapatkan nantinya, tidak sesuailah. Otomatis padaakhirnya nanti yang namanya KKN tetap juga marajakela di bumi Indonesia ini. Hanya sekedar saran dan masukan saja, mungkin di Bumi Indonesia ini cocoknya diberlskukan yang Namanya Hukum Islam.
    Wassalam........

    ReplyDelete
  23. Assalamualaikum...
    Maaf hanya sekedar sedikit masukan nech, yg intinya partai apapun namanya di Indonesia ini selama dalam proses perekrutannya masih menggunakan sistem "Money Politik" pada akhirnya akan korupsi jg. Bsa kita bayangkan secara akal sehat dengan proses untuk menuju suatu pemilihan bukan sedikit uang yg harus di keluarkan, dan bisa kita hitung dengan gaji yang bisa dia dapatkan nantinya, tidak sesuailah. Otomatis padaakhirnya nanti yang namanya KKN tetap juga marajakela di bumi Indonesia ini. Hanya sekedar saran dan masukan saja, mungkin di Bumi Indonesia ini cocoknya diberlskukan yang Namanya Hukum Islam.
    Wassalam........

    ReplyDelete
  24. itu kurang lebih bahasa sarkasme. jd ad makna tersembunyi. mbacanya jangan ditelan bulat2

    ReplyDelete
  25. hehehehe.... tulisan ini nih sebenarnya ingin menggambarkan perjuangan PKS selama ini. ane terima kasih kepada penulis yg telah mempublikasikan sepak terjang PKS selama ini. Kami berjuang dari kantong2 kami sendiri....

    ReplyDelete
  26. jangan langsung menjustifikasi penulis mengenai apa yg dia gambarkan dalam tulisan ini..
    Perhatikan makna tersirat dari tulisannya..bukan yg tersurat.. THANKS

    ReplyDelete
  27. Mantapks... Pks selalu di hati .... Pks menawan hati karena hanya allah yg dicari..smg allah maha penghimpunhati yg mengingat ilahi robbi... Snantiasa mennang. Allahu akbar!

    ReplyDelete
  28. itulah yang membedakan PKS dengan partai yang lain.. SALUT buat PKS....! Penulisnya pintar :)

    ReplyDelete
  29. ini anonim semua ya?

    ReplyDelete
  30. jika penulis bilang kebodohan matematika pks, maka sebenarnya kebodohan itu adalah dari Allah, nah,, tentu Allah juga letakkan kecerdasan pada PKS utuk menjadi solusi...

    begitu juga penulis,, yang mungkin masih....(tidak perlu disebutkan yah,,,,).. maka sebenarnya Allah juga siapkan kecerdasan untuk penulis agar melihat PKS dengan keimanan. sehingga anda akan putuskan BERGABUNG dengan PKS sekarang ... salam sukses dari "SIMPATISAN KELAS ATAS PKS"

    ReplyDelete
  31. tidak setuju dengan pemaparan dari artikel ini....... :)

    ReplyDelete
  32. yang jelas, semuanya money politic, ada udang di balik batu, dan setelah itu, kita lihat para petingginya menjadi belang,,,

    ReplyDelete
  33. tidak ada partai yang tak ingin kekuasaan, tidak ada partai yang menggunakan Money Politic, semua partai pasti ingin menjadi yg nomor satu, tidak ada yang namanya partai dakwah..... yang ada hanya partai kemunafikan..

    ReplyDelete
  34. artikel ini membuat pembaca semakin tau bahwa pks berbeda dg partai pada umumnya
    tidak perlu menang jika Allah tidak ridho.

    ReplyDelete
  35. ini adminnya yang memang tidak mengerti Islam atau otaknya yang dicuci barat??
    Islam bukan Demokrasi
    Islam mempunyai metode tersendiri dalam menentukan seorang pemimpin

    Mengusung agama Allah tp dengan cara2 yang tidak Allah berikan.
    # demokrasi sistem kufur!!

    ReplyDelete
  36. Orang bilang cara-cara promosi berulang itu lebih efektif... Namun yang jadi pertanyaan,, Alangkah disayangkan jika uang sebanyak itu di sumbangkan bukan karena niat yang tulus untuk mendapat Ridho dari Allah,,

    ReplyDelete
  37. Tulisan ini justru ingin menunjukkan mengenai kemurnian fikrah dan cita2 yg diusung oleh PKS, bukan menjelek-jelekkan PKS. Jadi terlalu terburu-buru kalo menjustifikasi buruk si penulis. Ini adalah artikel dgn gaya bahasa unik, yakni artikel yg membutuhkan penafsiran terbalik. Tersirat begitu.

    Bagi yg mengkufur-kufurkan demokrasi, no comments aja dehhh... Penonton biasanya suka begitu, teriak-teriak di ujung tribun paling jauh. Mencaci, tapi menikmati.

    ReplyDelete
  38. dulu jaga saya berpikiran seperti itu. tapi kapan kita akan memulai memberi pendidikan politik pada masyarakat? berikan sesuatu kepada mereka japi jangan jadikan mereka berutang budi.bekerjalah kalian biarlah Alloh dan orang-orang mukmin yg menilainya.

    ReplyDelete
  39. klo tdk krn 'kebodohan' seperti yg di paparkan pd tulisan ini. mungkin sejak dulu saya hengkang dari aktifitas di pks. namun sayangnya pd akhir2 ini sy sedikit merasakan ada aktifitas pks ke masyarakat yg kadang di kotori oleh timbal balik berupa 'perolehan suara'. hingga jg berdampak pd rusaknya niat awal, yaitu 'krn Allah'. berharap kotoran ini tdk menyebar ke para kader / simpatisan yg lain. kerja saja krn Allah dan hasilnya serahkan kpd Allah jua, krn DIA yg menguasai hati setiap orang (calon pemilih)

    ReplyDelete
  40. berita sampah. kok bisa bersama dakwah memuatnya.......

    ReplyDelete
  41. Dari awal didirikannya Hizb (Partai) ini ber-Misi dan Visi Li I'lai Kalimatillah (Meninggikan kalimatullah) atau Dakwah sebagai panglima... Itu bedanya yang paling fundamental dari partai-partai yang lain yang ada, maka HARUS tetap berBeda!

    ReplyDelete
  42. Itu mah sama aja.. mau kasih harian, mingguan, bulanan, tahunan, atau pas pemilu..
    Kalau tujuannya biar menang mah sama aja bulus..
    Yang kita butuhkan pemimpin yang betul2 menjalankan Quran, bukan cuma pake nama Islami dan miara jenggot.. gak ada bedanya sama kambing di kasih sorban..
    Paling mudah bicara ayat.. paling susah melaksanakannya (iklas)...

    ReplyDelete
  43. Keren nih tulisan...bikin pembacanya asah otak ;)

    ReplyDelete
  44. tulisan yang menarik...

    ReplyDelete
  45. Betul sekali..
    bekerjalah kalian, biar Allah dan orang2 mukmin menilainya..


    dan liat lah orang2 munafik akan menjelek2kannya..
    hati2 orang2 munafik ada di antara para komentar di ATAS..

    I LOVE PKS cos ALLAH

    ReplyDelete
  46. ga apa apa mungkin penulis seharusnya di ajak utk tarbiyah dulu ....

    ReplyDelete
  47. Niat kita cuma agar dapat memberi manfaat kepada orang lain dengan tujuan menggapai ridho Alloh SWT semata, kalo urusan ridho nye orang lain mah itu urusan orang itu sendiri kita nggak arep kalo dia mau syukur kalo kagak jadi ladang amal kita kita..... toh nabi nuh juga berdakwah ummatnya yang ikut cuma sedikit aja, tapi tetap di apresiasi sama Alloh karena beliau ikhlash..... so tetap semangat untuk para pejuang islam melalui partai ini insya Alloh, Alloh, Rasul dan ummat muslim melihat kerja kita (bukan hasil kita)........tetap istiqomah.

    Untuk penulis terima kasih atas perhatiannya dan semoga anda siap bekerja untuk ummat ini dengan niat ikhlash hanya karena Alloh, dan kami memang beda dengan yang lain maaf ya..........

    ReplyDelete
  48. sebenarnya penulis diam-diam mengagumi PKS, cuma malu saja untuk mengungkapkan

    ReplyDelete
  49. hahhaha,bersyukurlah kalian pengusung PKS,kalian pny saudara yg cerdas dalam menyampaikan opini,baca artikelnya aj udah ketauan kali,mesti pake kaca,alias yang tersirat itu bkn yg tersurat,dan saya yakin ni penulis dah lbh lama ikut tarbiyah dari org2 yg komen miring ttg penulis,maju terus PKS....

    ReplyDelete
  50. saya sangat setuju dengan penulis..., metematika pks emang jeblok..., kapan majunya, dunia politik kan emang hrs begitu, baru setelah jadi penguasa kerja yg baik2.., imannya paten.., itu baru top-markotop, belum apa2 sdh byk dakwah.., la wong ujung2nya koropsi jg...., ha..ha....

    ReplyDelete
  51. entah siapa yang bodoh apakah atau penulis?

    ReplyDelete
  52. Tenang aja mas penulis, semua yg dilakukan itu bukan untuk menang pemilu, tapi agar Allah ridho dengan dakwah yg kita lakukan, mau menang atau kalah terserah Allah, yg penting kita sudah berusaha yg terbaik sesuai dgn jalan-Nya :)

    ReplyDelete
  53. Kalau tulisan diatas ditanggapi secara linear, maka memang PKS harus berinovasi untuk mencapai cita2nya, tapi bukan berarti meninggalkan cara2 lama seperti Baksos dan lain sebagainya.

    Tapi saya melihat maksud dari tulisan diatas adalah ingin memberikan Apresiasi kepada PKS yang tetap konsen dengan pengabdian kepada masyarakat dan tidak hanyut dengan "STRATEGI-STRATEGI" liar yang dilakukan kebanyakan partai.

    ReplyDelete
  54. ini salah satu contoh rakyat indonesia masih banyak yg bodoh seperti penulis ini.. demi uang puluhan ribu uang, ia pilih pemimpin yg akan menhancurkan puluhan ribu rakyat.. kerja mas klw mo duit, jgn gadai suara...

    ReplyDelete
  55. berfikirlah ap yamg tidak dipikirka orang lain...

    ReplyDelete
  56. Saya bukan orang PKS, tapi saya merasa agak tersinggung sebagai orang yang beragama Islam jikalau proses baksos yang dilakukan disaat masyarakat membutuhkannya dianggap lebih rendah nilainya dibandingkan dengan 500 ribu sebelum pemilihan.

    ReplyDelete
  57. saya bukan kader partai apapun. namun setelah membaca tulisan ini saya yakin pikiran penulis sedang terganggu. entah oleh apa, yang jelas tulisan ini sangat jelek.

    ReplyDelete
  58. wong pernah jadi mahasiswa tapi tidak lulus kok ngomong...

    ReplyDelete
  59. terima kasih untuk penulis yg telah menulis kebaikan2 PKS, mantpks 3 besar...

    ReplyDelete
  60. Yg bodoh yg kasih ide atau PKS??? mancing2 PKS jadi partai pada umumnya.....katanya''. Justru PKS beda karna itu ciri PKS tersendiri....Landasan PKS itu dunia akhirat.

    ReplyDelete
  61. Kalo mo ngajarin kita2 yang bener ya mas..kenalan dulu lebih dekat dengan PKS baru nulis yang bener..

    ReplyDelete
  62. yang jelas, kebaikan yang diberikan saja masih mendapatkan hujatan (coment2 yg menjelek2an) apalagi keburukan yang dilakukan. sungguh kebaikan kan berbalas kebaikan dan sebaliknya. maka tidak usah resah akan pujian atau cercaan.

    ReplyDelete
  63. sebetulnya tulisan ini adalah bentuk ke kaguman penulis terhadap PKS dan berupa membuat kampanye putih kepada masyarakat bahwa PKS itu adalah partai yang baik dan berbeda dg partai kebanyakan yg menghalalkan segala cara utk meraih suara, saya rasa penulis adalah simoatisan mungkin malah kader PKS. yg aneh adalah komentar dr para ikhwan pks yg ternyata ga bs mencerna sebuah tulisan....adeeeh

    ReplyDelete
  64. Kalau saya bisa katakan, PKS memang bekerja untuk mencari suara agar bisa memimpin negara ini. Ketika negara ini sudah bisa dipimpin maka akan bisa dibina, dibangun dan dimajukan dengan baik. Analogi sederhana: Saya ingin membelah kelapa, maka saya harus mecari parangnya dulu agar bisa membelah kelapa tersebut. Suara, pemilu dan demokrasi di negara ini adalah ALAT yang harus dikuasai agar bisa menyebarkan dakwah dengan kecepatan tinggi (QUANTUM DAKWAH). Atau seperti orang hendak shalat, maka dia harus wudhu dulu. ALAT bisa berganti sesuai keadaan. Untuk membelah kelapa, kalau tak ada parang, bisa dengan kapak kecil. Shalat juga begitu. Kalau tak bisa wudhu (karena berbagai sebab), maka bisa tayammum. Jika menegakkan hukum Allah minimal di negara kita tak butuh lagi dengan pemilu, maka tentu saja kita tidak akan melakukannya.

    ReplyDelete
  65. Jiaahhhh..... tulisan kyk gini aj sampe sewot ngadepinnya. Udah jelas bersamadakwah.com ini g bakalan nyajikan artikel yg mojokin PKS. Maka kalo ada artikel yg seolah2 mojokin PKS itu pasti maksudnya sebaliknya. Sama kyk situs sebelah yg judulnya foto2 'bukti' kebencian PKS terhadap bendera merah putih pdhl isinya justru PKS membela bendera merah putih. Salut buat penulis. Biarpun ente kaga lulus kuliah tapi tulisan ente ini menakjubkan. Biar kader2 PKS yg masih emosional itu juga sedikit berlatih untuk tetap berpikir tenang di tengah serangan

    ReplyDelete
  66. banyak orang yang gak ngerti dengan matan dari tulisan ini. Tentunya, untuk memahami tulisan yang begitu brilian ini butuh intelektualitas tingkat tinggi. Susah kalo IQ-nya biasaa dan standaaar untuk paham maqashid tulisan ini.

    Hehehe

    ReplyDelete
  67. kalau judulnya "PKS partai yang paling melakukan BAKSOS kpd rakyat Indonesia" pasti ga ada yang baca..

    ReplyDelete
  68. Astaghfirulloh.. sesama muslim koq saling menjatuhkan. setan-setan akan senang dan pada tertawa terbahak-bahak semua. Ingatlah, Allah yang Maha Tahu mengenai sedala yang benar dan yang salah. Ingatlah, kita akan bertanggung jawab atas kaki, tangan, terlebih lisan yang memang sulit di jaga. ckckck, org banyak ilmu sj mau untuk rendah hati, bagaimana dgn keadaan ini?

    Memang benar, sangat mudah kita untuk menghakimi sudara kita, daripada menghakimi diri sendiri terlebih dahulu. Ingat, ingat ALLAH subhanahu wa Ta'ala, ingat bagaimana mempertanggungjawabkan apa yang ditulis dan apa yang diucapkan.

    ReplyDelete
  69. itulah mas bro,bukan yg menjadi kebiasaan itu baik tapi kita seharusnya membiasakan yang baik.
    salut bwt PKS. smga te2p istiqomah dlm membiasakan kebaikan.
    biarkanlah partai yg lain seperti itu.
    "tampil beda menjadi lebih BAIK itu LUARBIASA....."

    ReplyDelete
  70. Hanya orang yg tidak malas berpikir yg saja bisa memahami bahwa tulisan diatas adalah sebuah satir. Yg memahami tulisan ini untuk memojokan pks... lalu membuat komentar bantahan.... selamat! Anda berhasil mempertontonkan kebodohan anda.

    ReplyDelete
  71. jauh Panggang dari api... Analisa yang tidak begitu mengena, mendasar dan cenderung kurang pemahaman, ada sedikit kebencian /ketidak sukaan didalamnya..

    ReplyDelete
  72. Orang2 yg disebut bodoh itu sebenarnya orang yg mau mgikuti cara2 yg bodoh pula hanya untuk memperoleh kepentingan sesaat

    ReplyDelete

Powered by Blogger.