Header Ads

Aksi Bela Islam

Kisah Wanita Cantik yang Membuat Kagum Para Ulama

Ilustrasi wanita cantik dan shalihah (foto abujibriel.com)
Ketika menelusuri sebuah jalan di kota Bashrah, Al Atabi melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bersendau gurau dengan seorang lelaki tua buruk rupa. Setiap kali wanita itu berbisik, laki-laki tersebut pun tertawa.

Al Atabi yang penasaran kemudian memberanikan diri bertanya kepada wanita itu. “Siapa laki-laki tersebut?”
“Dia suamiku”

“Kamu ini cantik dan menawan, bagaimana kamu dapat bersabar dengan suami yang jelek seperti itu? Sungguh, ini adalah sesuatu yang mengherankan” Al Atabi meneruskan pertanyannya.
“Barangkali karena mendapatkan wanita sepertiku, maka ia bersyukur. Dan aku mendapatkan suami seperti dirinya, maka aku bersabar. Bukankah orang yang sabar dan syukur adalah termasuk penghuni surga? Tidak pantaskah aku bersyukur kepada Allah atas karunia ini?”

Al Atabi kemudian meninggalkan wanita itu disertai kekaguman. Ulama Al Azhar, Dr Mustafa Murad, juga kagum dengan wanita itu sehingga memasukkan kisah ini dalam bukunya Qashashush Shaalihiin. Kedua ulama tersebut tidaklah kagum kepada wanita itu karena kecantikannya. Mereka kagum karena agamanya.

Dan benarlah pesan Rasulullah: “Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wanita yang baik agamanya, ketika ia kaya, ia tidak sombong. Ia justru dermawan, suka berinfaq dan mendukung perjuangan dakwah suami dengan hartanya.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia memiliki kedudukan tinggi dan nasab yang mulia, ia tidak menghina orang lain. Ia justru menjadi wanita yang mulia dan menggunakan kedudukannya untuk membela kebenaran.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia cantik, ia tidak membuat suaminya resah. Ia justru menjadi penghibur hati dan penyejuk mata bagi suaminya tercinta. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]




16 comments:

  1. perhiasan yg paling indah adalah istri yg sholeha...

    ReplyDelete
  2. kalo wanita sholehah mau nikah sama lelaki jelek rupa dan tua itu banyak tapi ada berapa banyak lelaki sholeh yang mau nikah dengan wanita tua dan jelek ???!!! Omdo doang nih. harus adil lah menilai.

    ReplyDelete
  3. @ imam faiq... nah antum lah yang bs jadi contohnya , supaya adil he3x..
    lelaki sholeh itu yang mau nikah dgn wanita tua dan jelek... :)

    ReplyDelete
  4. Smg engkau menjadi teladan yg baik untuk anak cucumu nanti.. Aamiin :)

    ReplyDelete
  5. manusia itu diberi sifat oleh Allah matanya cendrung kepada keindahan, dan bagi yang sabar dan iklas maka dia tidak mengharapkan keindahan saja tapi syurga karena dia tahu bahwa syurga diperoleh dengan iklas dan bersyukur.
    Anonim diatas hanya melakukan stiqma jelek kepada orang muslim berpoligami, dia tidak tau kalau kaum si Anonim itu juga pezina dan bahkan pemuka agamanya banyak melakukan pedopilia di rumah ibadahnya.

    ReplyDelete
  6. Kalau lakinya resah terus berarti harus introspeksidiri.

    ReplyDelete
  7. Lalu..... siapa yang akan menikahi wanita yang.... lemah agamanya.... yang miskin hartanya.... yang buruk rupanya.....?

    ReplyDelete
  8. wanita yang soleha tentu saja menginginkan seorang imam yang soleh! untuk menjalani hidupnya didunia dan membingnya bersama menuju surga allah swt

    ReplyDelete
  9. justru itu sebagai umat muslim wajib mempelajari ilmu agama islam yaitu alquran dan hadist! jelek tidak mah itu berpengaruh yang penting hatinya bersih karna imannya!

    ReplyDelete
  10. sesama anonim jangan saling mengejek kaumnya dong. orang yang kita kutuk kafir sekalipun suatu saat bisa jauh lebih bertakwa atas ijin Allah. bersyukur saja jika sudah kenal islam, tidak ada manfaatnya membahas keyakinan/agama orang lain.

    ReplyDelete
  11. Menyentuh hati...
    dalam hidup ini kalau kita sudah bisa sabar dan bersyukur...apapun yang kita dapat dan kita hadapi...insaallah hanya keridhoan allah yang akan menempatkan kita pada tempat yang indah di akhirat kelak.Amin ya Rob....

    ReplyDelete
  12. saya bersuamikan punya penyakit depresi tiap hari seperti tidak punya semangat, hal ini terjadi sejak tahun 2006, saya sudah bersabar menghidupi keluarga sendiri dibantu keluarga, saat ini saya sering marah2 padanya karna beban hidup yg semakin berat, dari postingan diatas, saya harus belajar lebih bersabar lagi....

    ReplyDelete
  13. menyentuh hati, ijin share ya pak ustat, syukron

    ReplyDelete

Powered by Blogger.