Header Ads

Rowan Atkinson “Mr Bean” Masuk Islam?

Mr Bean (foto tvrage.com)
Tiga hari ini, berita Rowan Atkinson masuk Islam tersebar di dunia maya. Pemeran Mr Bean itu dikabarkan masuk Islam justru setelah melihat film yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, ada yang aneh dari berita tersebut.

Berita Rowan Atkinson “Mr Bean” masuk Islam mulanya dilansir oleh sebuah situs berbahasa Arab, sadabladi.com, Senin (30/9). Selain mengabarkan film menghina Nabi sebagai alasan utama Rowan Atkinson “Mr Bean” masuk Islam, situs itu juga menyebutkan kemungkinan bahwa Sheikh Rashid Ghannouchi adalah “mentor” di balik keislaman Mr Bean.

Dengan judul “Komedian terkenal Mr Bean masuk Islam –video-“, sadabladi menarik cukup banyak pengunjung. Sayangnya, video Youtube yang disematkan di situs itu tidak lebih dari beberapa tulisan dan sebuah gambar Mr Bean mengangkat jari.

Setelah sadabladi merilis berita masuk islamnya Mr Bean, situs berikutnya yang berperan menyebarluaskan berita itu adalah sebuah situs Israel israellycool.com. Kedua situs tersebut bukanlah situs populer. sadabladi hanya menempati urutan 490.988 dalam rank alexa global. Sedangkan israellycool menempati urutan 263.441 menurut situs terpercaya dalam memberikan peringkat berdasarkan traffic itu.

Sementara itu, situs-situs berita Inggris belum ada satupun yang memberitakan masuk Islamnya Mr Bean. Sedangkan halaman “Mr. Bean” di Facebook yang diikuti 47 penggemarnya, hingga berita ini dimuat juga tidak mengabarkan tentang hal tersebut.

Sebelumnya, pada Februari lalu Paus Benediktus XVI juga diberitakan masuk Islam. Modusnya juga mirip dengan berita Mr Bean masuk Islam ini. Sebuah foto Paus Benediktus XVI tampak bersedekap dijadikan “bukti” Paus sedang shalat, padahal dalam video lengkapnya ia hanya berdiri dengan tangan seperti itu saat mengunjungi Masjid Birru di Turki.

Belajar dari berita hoax sebelumnya, umat Islam –terutama media Islam- diminta untuk tidak "gegabah" memastikan berita tokoh terkenal masuk Islam tanpa adanya konfirmasi yang jelas atau pernyataan langsung dari tokoh tersebut. Sebab, adanya berita hoax dari umat Islam bisa dimanfaatkan kalangan anti-Islam untuk menjustifikasi bahwa umat Islam suka menyebarkan berita palsu. [IK/bersamadakwah]
Powered by Blogger.