Header Ads

Aksi Bela Islam

(Video) Bocornya Rencana Teror Pemimpin Kudeta terhadap Media

Sebuah video yang menunjukkan rencana pemimpin kudeta Jenderal As Sisi untuk membungkam media bocor ke publik. Aljazeera melansir video percakapan antara As Sisi dan pejabat senior militer tersebut, Kamis (3/10).

Dua tokoh militer itu mengkhawatirkan kebebasan media pasca revolusi yang tidak mau "tunduk" kepada militer sebagaimana era Mubarak. Upaya meneror media pun direncanakan dan mulai direalisasikan setelah penggulingan Presiden Mursi.

Berikut video dan kutipan percakapan As Sisi dan pejabat militer itu:

Perwira militer:
"Kita harus membuat kembali garis merah untuk media. Kita harus mendapatkan cara baru untuk menetralkan mereka. Media di Mesir hanya dikendalikan 20 atau 25 orang. Kita harus berhubungan dengan orang-orang ini secara individual dan langsung, (targetnya) meneror atau menundukkan mereka.

Abdel Fattah as Sisi:
"Saya tahu bagaimana mengalahkan mereka, namun bagaimana cara meneror mereka seperti yang anda katakan. Saya beritahu bahwa kita ingin sekali mengendalikan media saat pertama kali tentara mengambil alih kekuasaan di 2011, namun kita kalah besar; karena untuk mendapatkan apa yang anda inginkan anda memerlukan pengaruh. Ini tidak sesederhana mendirikan komite atau satuan gugus tugas. Dibutuhkan waktu sangat lama sebelum anda dapat mempengaruhi dan mengendalikan media. Kita sedang melakukannya sekarang dan kita akan mendapatkan hasil yang lebih positif meskipun kita belum seperti apa yang kita inginkan."


Sejak kudeta militer pada 3 Juli, puluhan wartawan telah ditangkap dan beberapa stasiun televisi ditutup. Al Jazeera merupakan salah satu sasaran teror militer tersebut. Kantornya telah digerebek beberapa kali dan wartawannya ditangkap.

Al Jazeera Mubasher Misr
ditutup dan dua wartawan Al Jazeera hingga kini masih dalam tahanan .

No comments

Powered by Blogger.