Header Ads

Misionaris Gerilya dari Rumah ke Rumah, Warga Cimahi Resah

Ilustrasi misionaris
Misionaris semakin berani menjajakan agamanya kepada masyarakat Muslim. Setidaknya, hal itu terjadi di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Sejumlah misionaris mendatangi rumah-rumah penduduk di Komplek Cipageran I, baru-baru ini. Cipto (30) salah seorang warga perumahan tersebut, didatangi dua misionaris sekaligus. Semula ia tidak curiga ketika ada dua tamu ke rumahnya, yang satu diperkirakan berusia 60 tahun dan satunya berusia sekitar 30 tahun.

Tanpa malu-malu, sang tamu memperkenalkan diri berasal dari sebuah gereja di Jalan Pasirkaliki Kota Bandung. Mereka mengaku hanya ingin berdiskusi dan sharing saja.

“Mereka mengajak diskusi soal kehidupan yang katanya banyak bencana dan kesusahan hidup lainnya,”kata Cipto kepada hidayatullah.com, Jum’at malam (01/11).

Misionaris itu kemudian menjelaskan bahwa segala persoalan hidup dapat teratasi dan terselesaikan jika Cipto maun mempelajari dan menghayati isi kandungan sebuah majalah yang disodorkan kepadanya. Majalah yang bernama “Menara Pengawal,Memberitakan Kerajaan Yehuwa” edisi September 2013 tersebut membahas tema utama yakni mengapa ada banyak penderitaan? Kapan itu berakhir?
Majalah yang dibagikan misionaris di Cimahi

Dalam majalah setebal 16 halaman tersebut diuaraikan tentang ragam kisah problematika yang tengah dihadapi manusia berikut solusinya menurut Alkitab.

Majalah yang diterbitkan Saksi-saksi Yehuwa Indonesia yang beramalat di PO Box 2105 Jakarta itu juga memuat informasi seputar problematika rumah tangga dan tips perkawinan bahagia menurut Alkitab.

Prapto (50) yang masih satu komplek dengan Cipto juga didatangi dua orang yang sama. Namun karena ia hendak pergi maka tidak sempat terjadi diskusi panjang.Meski begitu sang tamu sempat bertutur bahwa segala kesusahan hidup solusinya ada di dalam Alkitab, tinggal di pelajari dan di hayati saja. Bahkan, Prapto tidak hanya diberi satu majalah.

“Sama sebelum pergi mereka juga memberi majalah begitu,tapi karena di rumah lagi banyak orang dikasihnya banyak bukan cuma satu,” akunya. [AM/Hidayatullah/Bersamadakwah]
Powered by Blogger.