Header Ads

Aksi Bela Islam

Salafi Mesir Kecam Larangan Pendirian Partai Islam

Younis Makhyoun - pimpinan Partai An Nur (foto Hidayatullah.com)
Penyesalan selalu datang belakangan. Ungkapan ini agaknya sangat tepat untuk menggambarkan dilema yang dihadapi Partai Salafi Mesir An Nur. Mendukung penggulingan Presiden Mursi empat bulan lalu bukan membuat kelompoknya untung, justru mengancam eksistensi partainya sendiri.

Salah satu ancaman yang kini dihadapi Partai An Nur adalah keputusan komite amandemen konstitusi Mesir. Komite yang beranggotakan 50 orang itu mengumumkan bahwa konstitusi Mesir yang baru akan melarang pendirian partai berbasis agama, termasuk partai Islam.

Pimpinan Partai An Nur pun segera mengecam keputusan tersebut.

“Mengapa kita melarang pembentukan partai berbasis agama, sementara fakta menunjukkan adanya partai-partai yang berlatarbelakang sosialis, sekuler atau Naseris?” protes Ketua Umum Partai An Nur Younis Makhyoun.

Makhyoun meminta agar larangan pembentukan partai dalam konstitusi 2012 tidak diubah. Di mana partai tidak boleh didirikan atas dasar diskriminasi agama, jenis kelamin atau ras. Sedangkan partai Islam atau partai berbasis ideologi lain tetap diakomodir.

Pada awal September lalu, Makhyoun juga menyesali kebobrokan yang terjadi pasca kudeta atas Presiden Mesir Dr. Muhammad Mursi. Dalam pidatonya seperti dilansir Islamion, Kamis (5/9), Makhyoun menyebutkan sedikitnya tujuh kerugian bagi umat Islam dan rakyat Mesir akibat kudeta.

“Apa yang dulu kita jadikan celaan kepada Presiden Mursi, itulah yang terjadi sekarang dan lebih buruk,” sesal Makhyoun dalam pidatonya. [IK/Islm/Hdy/bsb]


No comments

Powered by Blogger.