Header Ads

Aksi Bela Islam

47 Poin tentang Natal dan Sikap Umat Islam – Kultwit Salim A Fillah

Salim A Fillah
Natal, yang diperingati oleh kaum Kristiani setiap 25 Desember, juga menjadi bahasan yang menarik bagi umat Islam. Terutama, soal mengucapkan selamat natal; apakah boleh atau tidak. Jika boleh, bagaimana syaratnya, dan seterusnya.

Berikut ini kultwit Ustadz Salim A Fillah tentang Natal yang telah dirilis oleh donasidakwah.com :

1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an; "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak."

2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal

3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan." #Natal

4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal

5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal

6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal

7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal

8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal

9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal

10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal

11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal

12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya. #Natal

13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal

14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)

15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam. #Natal

16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.

17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember. #Natal

18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal

19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal

20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God' sebagai 'Sun of God'. #Natal

21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.

22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal

23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di 'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama. #Natal

24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal

25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal

26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.

27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.

28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)

29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal

30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.

31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.

32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.

33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.

34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal

35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal

36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.

37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal

38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal

39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal

40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal

41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal

42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini:
http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html

43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at. #Natal

44. Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal

45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal

46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)

47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini terjeda-jeda; karena qadaruLlah sedang fakir sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di Jambi:)

30 comments:

  1. mbulet banget jawabannya

    ReplyDelete
  2. intinya apa? orang yang gak mudeng jadi gak mudeng

    ReplyDelete
  3. mulai berhati-hati dalam mengucapkan.... sesuatu...

    ReplyDelete
  4. BOLEH MENGUCAPKAN #NATAL .....,
    ASALKAN MEREKA MENGAKUI MUHAMMAD SAW...!!

    ReplyDelete
  5. Ribet amat, Met Natal ya untuk semua.

    ReplyDelete
  6. INTINYA begini aja dech...... lakumdinukum waliadin.......

    ReplyDelete
  7. http://perindusyurga1.blogspot.com/2013/12/natalmu-bukan-natalku.html

    ReplyDelete
  8. Ribeeetttt....pingin tahu aja harus mikir dulu informasinya jadi gak jelas nch....!!!!!

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. maaf juga, pesan tak sampai. banyak yg mubazir.. menunjukkan keraguan yg akut

    ReplyDelete
  11. TIDAK ADA DALIL QATH'IE DIDALAM AL QURAN YANG MELARANG MENGUCAPKAN NATAL, SEMUA HANYA TAFSIRAN, YANG MELARANG MAUPUN YANG MEBOLEHKAN. SILHAKAN IKUTI KATA HATI SAJA, BAGI YANG MENOLAK ANDA TIDAK PUNYA HAK MERIBUTKAN APAKAH TANGGAL 25 DESEMBER ITU HARI LAHIR ISA ATAU BUKAN, KARENA ITU WILAYAH KEIMANAN UMAT KRISTIANI. (WASALAM - ABU FIRANDA)

    ReplyDelete
  12. Karena kita hidup dalam kemajemukan, bisa jadi apa yang dikemukakan Al Qaradlawy & Az Zarqa diterapkan.. meskipun di Indonesia kaum muslim merupakan mayoritas.. namun kemajemukan yg ada menjadikan kita memiliki relasi yang dekat dgn kaum nasrani.. bisa jadi beberapa dari kita jika dirunut silsilah keluarganya ada yang merupakan kaum nasrani..

    ReplyDelete
  13. BUAT RENUNGAN...
    KENAPA UMAT KRISTEN MAU MENGUCAPKAN
    "Selamat Idul Fitri"
    KPD UMAT ISLAM?

    TP MRK TDK MAU MENGUCAPKAN
    "Selamat Idul Adha"
    KPD UMAT ISLAM?

    Inilah jawaban cerdas dari Mantan Biarawati
    Hj. Irena Handono
    (Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center)

    Utk kita renungkan :

    Boleh Tidak Ucapkan Selamat Natal?? (BACA dan SEBARKAN!!!).
    AYO SELAMATKAN AQIDAH UMAT..!!

    https://m.facebook.com/note.php?note_id=150096955039524

    ReplyDelete
  14. http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html
    Alamat Link nya ga bisa dibuka. :D

    ReplyDelete
  15. http://samardi.wordpress.com/2012/12/24/fatwa-fatwa-tentang-selamat-natal/

    ReplyDelete
  16. ngucapin selamat natal artinya secara ga langsung kita ikut merayakan (menyembah) sang dewa matahari, astaghfirullah... :)

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Saya ingatkan Umat Islam agar menjaga akidah untuk tidak mengucapkan Selamat Natal, kalau tidak ingin maqamnya merosot tajam. Ketahuilah Ruh Nabi Isa As. Merasa heran ada Umatnya setelah adanya Rosul Muhammad Saw. Umat Kristiani sekarang tidak diakui oleh Nabi Isa As. Mereka kelak di Akhirat tidak masuk dalam kelompok Umat Nabi Isa As.

    ReplyDelete
  19. Saya ingatkan Umat Islam agar menjaga akidah untuk tidak mengucapkan Selamat Natal, kalau tidak ingin maqamnya merosot tajam. Ketahuilah Ruh Nabi Isa As. Merasa heran ada Umatnya setelah adanya Rosul Muhammad Saw. Umat Kristiani sekarang tidak diakui oleh Nabi Isa As. Mereka kelak di Akhirat tidak masuk dalam kelompok Umat Nabi Isa As.

    ReplyDelete
  20. Saya ingatkan Umat Islam agar menjaga akidah untuk tidak mengucapkan Selamat Natal, kalau tidak ingin maqamnya merosot tajam. Ketahuilah Ruh Nabi Isa As. Merasa heran ada Umatnya setelah adanya Rosul Muhammad Saw. Umat Kristiani sekarang tidak diakui oleh Nabi Isa As. Mereka kelak di Akhirat tidak masuk dalam kelompok Umat Nabi Isa As.

    ReplyDelete
  21. hewesss hewesssss....goblog kabehh...kita mengucapkan selamat kepada org lain itu berarti kita juga tidk merayakannya...."apakah mengucapkan 'selamat ulang tahun' kepada teman itu juga berarti kita yang mengucapkan ikut berulang tahun"
    "megucapkan selamat menempuh hidup baru kepada teman yg menikah, apakah kita juga ikut menikah"? begoooo begooooo begooooo...subhanallah....cuman masalah bahasa kenapa umat muslim ini begooo semuaaaaa
    ...ribet amat cuman nafsirin kayak begtu....cuman masalah bahasa...tanya ahli bahasa...bego amat sih kalian pada...

    ReplyDelete
  22. toleransi itu ada batasnya pak ustadz sekalian,coba antum baca degn seksama"Bahwa Umat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan umat beragama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan. Dalil yang menyatakan demikian adalah sebagai berikut: Surat Al-Hujarat ayat 13. يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ Artinya: "Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal." Surat Luqman ayat 15. وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Artinya: "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

    ReplyDelete
  23. 2. Bahwa umat islam tidak boleh mencampur-adukkan akidah dan peribadatan agamanya dengan akidah dan peribadatan agama lain. Dalil Al Qur'an. Surat Al-Kaafirun ayat 1-6. قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ ) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ Artinya: 1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." Surat Al-Baqarah ayat 42. وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Artinya: "Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui."

    3. Bahwa Umat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Nabi Isa Al Masih bin maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada nabi yang lain. Dalil: Surat Maryam ayat 30-32. قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا Artinya: 30. berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, 31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; 32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Surat Al-Maidah ayat 75. مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ Artinya: "Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)." Surat Al-Baqarah ayat 285. آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ Artinya: "Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

    ReplyDelete
  24. 4. Barang siapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik. Dalil: Suarat Al-Maidah ayat 72-73. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ Artinya: 72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. 73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Surat At-Taubah ayat 30. وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ Artinya: "Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?"

    5. 1: Bahwa Allah SWT pada hari kiamat nanti akan menanyakan kepada Nabi Isa as, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mengakui Isa dan ibunya (maryam) sebagai Tuhan.Dan Nabi Isa as menjawab: "TIDAK" Dalil: Surat Al-Maidah ayat 116-118. وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ Artinya: 116. dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". 117. aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya Yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan Aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu. 118. jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

    ReplyDelete
  25. 6. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemashlahatan. Dalil: Berdasarkan hadits dari Numan bin Basyir, Rasululah SAW bersabda, "Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jellas dan apa-apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak SYUBHAT (seperti halal, seperti haram), kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siap jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram. Misalnya semacam orang yang menggembalakan binatang di sekitar daerah larangan maka mungkin sekali binatang itu makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkannya."

    ReplyDelete
  26. ngomong-ngomong, kalau umat kristen juga ngucapin selamat hari raya Idul Adha apa nggak sih? soalnya kan sebenarnya Hari Raya yang besar bagi Islam itu Idul Adha.

    Katanya ada sebagian orang kristen yang gak mau juga ngucapkan selamat Idul Adha, soalnya itu terkait dengan keimanan mereka. Bagi mereka mengucapkan selamat Idul adha berarti mempercayai kenabian Ismail.

    ReplyDelete
  27. Apabila yg mengatakan/membahas NATAL adalah Hj.Irena saya 100% percaya karena beliau pernah beraqidah Kristen dan menjalankan ibadah Natal.
    Terus bagaimana kalau kita mengucapkan "Selamat menjalankan Natal kepada Anda semoga Allah swt merahmati Anda"???
    intinya mengucapkan selamat kepada orang yg menjalankannya (bukan selamat Natal nya) semoga Allah swt membuka rahmat atas kebenaran yg hakiki. Segala Amal Tergantung dengan Niatnya....

    Segala sesuatu (ilmu) apabila dipelajari dan diteliti dengan jujur maka akan terbuka kebenarannya, seperti halnya Hj.Irena, beliau asalnya Kristen tetapi karena beliau mempelajari dan meneliti kristen dengan sungguh-sungguh maka terbukalah kebenarannya ternyata agama yg dianutnya bla...bla... dan akhirnya masuk Islam.
    Begitu juga seorang muslim, mengaku agama islam tetapi tidak pernah mempelajari Islam dengan dalam, maka kemungkinan agama Islamnya diragukan dan bisa jadi agama islamnnya bisa goyah dan menjadi murtad....

    Mohon Koreksinya

    ReplyDelete
  28. kartun juga agama islam ni...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.