Header Ads

Aksi Bela Islam

Awas, Terompet dan Topi Tahun Baru Lambang Pemurtadan

Topi Sanbenito dan Terompet Yahudi
Tahun baru masehi identik dengan terompet dan topi kerucut. Tidak sedikit masyarakat Muslim yang ikut merayakannya, juga dengan meniup terompet dan memakai topi kerucut tersebut.

Tetapi, Muslim yang ikut-ikutan merayakan itu, tahukah mereka makna topi dan terompet tahun baru? Ternyata, topi tahun baru berbentuk kerucut sama dengan bentuk topi Sanbenito.

Sanbenito (dalam bahasa Spanyol disebut sambenito) adalah pakaian "tobat" untuk kalangan Kristen yang menyimpang dari paham gereja. Jika mereka mau kembali ke paham gereja Katolik Roma dengan memakai Sanbenito yang meliputi jubah dan topi kerucut, mereka diampuni dari inkuisisi.

Pada perkembangannya, topi Sanbenito dipaksakan kepada kaum Muslimin Andalusia. Ketika kaum Frank menyerang Spanyol Muslim (Andalusia), mereka menangkap dan membunuh umat Islam yang tidak mau tunduk kepada mereka. Kaum Kristen Trinitarian itu juga melaksanakan inkuisisi kepada pemeluk Islam. Namun bagi mereka yang mau "bertobat" kembali ke Kristen, mereka dibebaskan dengan kewajiban -salah satunya- memakai topi Sanbenito.

Jika topi Sanbenito identik dengan "pertobatan" Kristen, terompet identik dengan ritual Yahudi. Sejarah mencatat sejak tahun 63 SM, Yahudi sudah akrab dengan penggunaan terompet. Dan hal itu berlangsung hingga zaman Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Oleh karena itulah, Rasulullah menolak ketika ada yang mengusulkan memakai terompet untuk memanggil kaum muslimin menjelang shalat berjama'ah. "Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi," sabda beliau seperti diabadikan dalam hadits riwayat Abu Daud.

Hadits yang lebih umum juga mengingatkan dengan tegas. Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut. Na'udzu billah min dzalik. [IK/Bersamadakwah]

17 comments:

  1. Dunia saat ini dipenuhi dengan gaya hidup materialisme dan hedonisme, dimana diprakarsai oleh orang barat yang notebene adalah pemeluk nasrani dan Yahudi sehingga budaya yang digunakan sebagai pembungkus gaya hidup tersebut adalah budaya-budaya dalam agama mereka.

    Gegap gempita dunia materialisme yang mengedepankan kemajuan bidang sains dan teknologi dalam bidang Industri membuat silau dunia timur, khususnya masyarakat umum, sehingga seperti laron di malam hari yang mencari cahaya paling terang, mereka terperdaya oleh gegap gempita itu dan kini hal itu telah menjadi budaya global.

    Di sisi lain, kebanyakan masyarakat kita tidak banyak menerima ilmu-ilmu agama dari kecil, kebanyakan baru mulai sadar pentingnya agama ketika menginjak usia tua. Tak ayal budaya global semacam ini, menjadi tujuan banyak kawula muda karena mereka tidak dibekali ajaran agama. Yang mereka tahu budaya seperti ini asyik dan menyenangkan sehingga mereka terjebak dalam budaya hedonis.

    Oleh sebab itu, sulit rasanya jika kita hanya bisa mengharamkan saja. Bagi kawula muda yang hidup dalam dunia materialisme dan hedonisme, halal-haram hanya sekedar angin lalu, karena mereka jauh dari sentuhan iman.

    Dunia pendidikan memiliki peran penting dan strategis dalam menghadapi berbagai persoalan sosial termasuk hal-hal semacam ini. Perlu adanya kesadaran bagi setiap keluarga muslim untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak usia belia.

    wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  2. Setuju dengan pendapat Anda

    ReplyDelete
  3. iyah betul setuju,sebaiknya dijadikan momentum muhasabah saja

    ReplyDelete
  4. Maha suci Allah menjadikan ISLAM adalah agama yang benar.

    ReplyDelete
  5. Niat beli terompet tuk mensejahterakan pedagang, dan kebanyakan pengrajinnya adalah muslim, gimana tu ? Satu lagi lagu Indonesia Raya musik terompetnya apa ganti suling aja ya ?

    ReplyDelete
  6. kalo org selain muslim menjadikan peci sebagai pakaian agamanya trus kita ga bole pake peci lagi donk?
    di cerdasi saja lah. kita semua kan punya akal.
    make trompet ato apalah yg menyerupai kaum tertentu tapi tujuan pemakaiannya kan tidak sama.
    trus komentas yg paling atas. org indonesia ga menerima pelajaran agama dari kecil?
    itu tandanya orang tua lo yg ga ngajarin lo agama dari kecil, gw aja dari masuk TK dah di ajarain agama sama ortu gw

    ReplyDelete
  7. berbeda pendapat boleh, asalh jangan masuk ke ranah perpecahan.
    mam tasyabaha fahuwa minhum. harus kita cermati bagaimana konteksnya. jaman sekarang dengan model perkembangan mengarah kepada kebebasan, maka harus di laknsakana dengan tindakan yang bisa menafik masyarakat dengan cara sukraela.

    ReplyDelete
  8. Yang terpenting bagi kita. jangan sampai kita terpecah belah. non muslim tertawa dan bersorak.....
    mari satukan tujuan... yang paling menakutkan adalah tahun baru sebagai ajang seks bebas dimana zina meraja lela disaat tersebut. na'udzubillah.

    ReplyDelete
  9. Lalu bagaimana dengan mereka yang berhijab tapi pakaiannya masih memperlihatkan lekuk tubuh alias ketat?

    ReplyDelete
  10. Yang penting niatnya, selama peringatan tahun baru tidak diselingi dengan hal-hal haram, boleh2 aja. apa salahnya bergembira. dasar orang-orang yang mutasyaddid fiddiin. selalu berfikir su'uzzon.

    ReplyDelete
  11. apa mau dibangkitkan di akhirat tidak berada di barisan umat Rhasulullah shalallahu 'alaihi wassalam?

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Apapun bentuk peringatan kepada mereka yang hatinya sudah tertutup dan terkontaminasi oleh gerakan westernisasi rasanya agak sulit untuk melerainya. Tapi kewajiban menyampaikan kebenaran sudahlah usai buat kita. Allah Swt. hanya memberikan dua jalan, mau yang baik atau yang buruk? Silakan dipilih. Toh semua akan kemnali kepada kita. Salam ukhuwwah Islamiyah....

    ReplyDelete
  14. Apapun aktivitas manusia/lembaga pasti menggunakan penanggalan masehi. Menjelang tutup tahun 2013 dan masuk 2014 menjadi momen orang2 me-review (kaji ulang) semua yang terjadi. Jika hasilnya memuaskan mereka mensyukuri, lalu merayakan, berbagi bonus dsb. Selama perayaan itu tidak menimbulkan maksiat dan takabur/riya, itu sah-sah saja dan sangat manusiawi. Islam adalah pedoman hidup universal, menghargai fitrah manusia.

    ReplyDelete
  15. Itukan cuma di Spanyol, bukan di seluruh dunia.
    Apa gara-gara Spanyol dulunya bikin gitu, seluruh muslim dunia dilarang pakai?
    Gimana dgn yg di Rohingya? Kaum muslim di sekap dikamar-kamar ukuran 4x4 dan disiksa.
    Lantas kita gak boleh lagi masuk ke kamar ukuran 4x4?

    Aneh....

    ReplyDelete

Powered by Blogger.