Header Ads

Aksi Bela Islam

Menkes: Hampir Semua Obat Mengandung Babi

Nafsiah Mboi (foto AntaraNews)
Demi memperjuangkan barang haram yang terkandung dalam vaksin, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menolak sertifikasi halal pada produk farmasi pada Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH), lansir Pelita Online.

Nafsiah Mboi menyatakan bahwa produk farmasi seperti obat dan vaksin memang mengandung barang haram sehingga tidak bisa disertifikasi halal.

“Contohnya, walaupun bahan vaksin tidak mengandung babi, tapi katalisatornya itu mengandung unsur babi. Sehingga tidak bisa dinilai kehalalannya,” ujar Nafsiah di Jakarta, Selasa (3/12).

Menurutnya, bila sertifikasi halal itu diterapkan, vaksin yang mengandung babi itu tidak bisa digunakan karena tidak memiliki sertifikasi halal.

Nafsiah berdalih, seorang yang berhaji terkena influenza tidak bisa diobati lantaran obatnya mengandung babi.

“Kita menolak sertifikasi halal itu untuk vaksin dan obat-obatan,” tandasnya.

Lebih lanjut Nafsiah mengaku dirinya tidak dilibatkan dalam pembahasan RUU ini. "Tidak (dilibatkan)," katanya. [POL/Bersamadakwah]

61 comments:

  1. Alangkah lucunya menteri ku

    ReplyDelete
  2. Aneh bin ajaib ya...? Kenapa baru sekrang bilangnya? Berarti vaksin anak pun juga mengandung babi? Hhhmmmm... buat apa digembar-gemborkan anak usia 0-9 bulan harus divaksi A, B, C, hepatitis, campak, dsb. Tapi sekrang vaksin itu haram dan mengandung babi?. Lucunya ungkapan itu wahai Ibu Mentri Indonesia... ckckckck

    ReplyDelete
  3. Aneh bin ajaib ya...? Kenapa baru sekrang bilangnya? Berarti vaksin anak pun juga mengandung babi? Hhhmmmm... buat apa digembar-gemborkan anak usia 0-9 bulan harus divaksi A, B, C, hepatitis, campak, dsb. Tapi sekrang vaksin itu haram dan mengandung babi?. Lucunya ungkapan itu wahai Ibu Mentri Indonesia... ckckckck

    ReplyDelete
  4. Sadar atau tidak, dia masih mengakui bahwa babi itu haram. Tapi karena memperturutkan hawa nafsunya...., ya jadilah dia bdh.

    ReplyDelete
  5. weladalah kok mentri kesehatan ngomongnya gitu bukane katalisator tidak tercampur dengan hasil prosesnya. kayaknya begitu keterangan dari guruku yang cantik dan dulu malah dibahas panjang lebar waktu kasus miwon la seng bener iki seng endi kok dadi bingung mosok mentrine salah yen salah kok iso di pilih dadi mentri kesehatan

    ReplyDelete
  6. salah pilih menteri, ya salah pilih presiden

    ReplyDelete
  7. Lebih baik terlambat dikatakan daripada cuman dipendam muluk lama-lma bau juga yang penting kita tak menanggungdosaya kan kitaga tahu yg tahu haram aja ga kasih tahu ya biarin bu mentri yg menanggung dosaya kan udah tahu sejak awal yo to yo to

    ReplyDelete
  8. Udah nggak perlu heranlah sikap maupun gagasan-gagasan bu mentri ini.

    ReplyDelete
  9. waduh...gawat nih,berarti selama ini tampa kita sadari pemerintah sdh ngasi makan babi kpd rakyatnya...lalu setelah kita tau kalau obat itu mengandung babi,selanjutnya bagaimana donk,apakah kita tetap harus makan obat kalau kita sakit,atau gimana...aduuuh...benar benar bingung 17 keliling.

    ReplyDelete
  10. kenapa baru ngomong sekarang bu mentri...lu sadar ga sih,klo lu itu uda ngasih makan babi kpd rakyat indonesia,yg moyoritas beragama Islam,lu tau ga sih klo babi itu haram bagi umat Islam...
    heran deh gw,kok bisa ya lu jadi mentri.

    ReplyDelete
  11. alhamdulillah...anak-anakku bebas vaksin =bebas babi

    ReplyDelete
  12. kok bisa ya orang kayak gini yang ditunjuk menteri kesehatan???

    umat muslim koq kayak enggak ada hak@ ya di tanah air@ sendiri???

    ckckck....

    ReplyDelete
  13. Alhmdulillah,,,anaku bebas dr vaksin n imunisasi,,,,krna aq pernah bc artikel bhwa vaksin trbuat dr bhn haram smisal darah ,nanak n kornea mata,,,,ngeri deh,,,aq imunisasi alami pke madu n habatussauda,,,alhmdlh sehat jrg skali skit,,,

    ReplyDelete
  14. gimana rakyatnya nggak pada rusak akhlaknya..orang yang di makan makanan haram....astaghfirllohaladziimmm...

    ReplyDelete
  15. ...MENTERI YANG KEDODORAN LOGIKANYA,..KASIHAN

    ReplyDelete
  16. salah bgt si kalimatnya. vaksin tidak mengandung babi ya. berbahaya sekali jika anak2 kita malah tidak divaksin. madu dan habbatussauda itu sangat tidak cukup. vaksin buatan indonesia malah dipakai dan diekspor ke negara2 islam. jadi bijaklah menyerap informasi dan mengaplikasikan kepada anak2 kita ya. jangan anak kita yg jadi korban.

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah, menteri ini baik dan jujur. bicara apa adanya. menteri yg dulu2 itu yg menyembunyikan realita obat dan vaksin. jadi jangan semata menghujat ibu yg ini, tapi juga menteri2 yg sebelumnya. tapi jangan hujat menterinya saja, tapi semua rakyat dan bangsa ini.

    ReplyDelete
  18. QS. An-Nahl (16) : 11 : ” Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untuk mu, seperti zaitun, korma, anggur dan buah-buahan lain selengkapnya, sesungguhnya pada hal-hal yang demikian terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”.

    QS. An-Nahl (16) : 69 : ” Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan Tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”.

    ReplyDelete
  19. Yahudi lebih pintar dalam menaklukkan umat Islam............Dia memahami dampak babi dan turunannya bagi kejiwaan manusia. So.....who is Mboi?

    ReplyDelete
  20. Menteri ratu kondom

    ReplyDelete
  21. sdh.... jangan saling nyalahkan.... carilah solusinya...menurut anda apa solusinya???????

    ReplyDelete
  22. Baru tau ya...(sebel.com) Dalam Islam sudah ada aturannya "jika itu untuk obat yang dapat menyembuhkan manusia" yang haram menjadi halal, krn tujuan untuk pengobatan, bagi yang gak setuju, silahkan cari bahan2 yang halal untuk obat dan usulkan ke Kemenkes, jangan hanya protes atau berkicau aja...karena media .. karier para medis jadi terganggu...coba aja jika profesi anda diekspose.. apa gak terganggu?

    ReplyDelete
  23. Yahh...., namanya juga negara sekuler, kalau negara ini berlandaskan hukum islam, pastinya gak ada kasus beginian. Wajar aja gak beres negeri ini. Walaupun kita umat muslim mau koar2 sampe berbusa untuk masalah ini, tapi sistem masih sekuler dan pemimpinnya hedonis + sekuler, NIHIL akan solve.

    ReplyDelete
  24. haiiiish kadang berita tuuh diragukan keakuratannya, Setahu Gw Menkes pd tgl disebut sdg menghadiri kegiatan diluar gan, gimana dia bisa wawancara tgl segitu....????

    ReplyDelete
  25. saya tidak yakin para ahli gizi dan dokter kita tidak bisa membuat vaksin yang halal, kalau tidak bisa wah dokter dan para ahli gizikita goblog semua nya donk

    ReplyDelete
  26. :) hmm ibu mentri ini basic nya orang produksi obat kah? atau pernah kecimpung di analisis kimia sintetis obat-obatan dan bahan baku obat? kalo tidak atas dasar apa ibu komen seperti itu? kalo ibu kompeten di bidang tsb saya percaya aja dg komen ibu. vaksin dari GSK halal loh bu, bahkan negara2 OKI impor vaksin dari indonesia krn halal. Produsen obat di indonesia juga tidak bodoh ibu memproduksi vaksin dan obat dari bahan haram bu, kalo pun ada dari barang haram para produsen WAJIB mencantumkan bahan tsb di kemasan. saya harap komen ibu ini tidak bertujuan meragukan masyarakat indonesia untuk berobat sehingga membuat masyarakat menjadi lebih suka sakit-sakitan,lemah, dan mudah dibodohi serta dijajah oleh bangsa sendiri.

    ReplyDelete
  27. ,ha haha ha dasar mentri Koooonnndooom. Pikirannya sudah Tumpul tu. Saya Do'akan," Semoga lekas sadar sebelum ajal. bu bu Tobato

    ReplyDelete
  28. Menteri pesenan, produk kebijakane juga pesenan....

    ReplyDelete
  29. maaf ibu nerostiadnan, mana dalilnya yang haram jadi halal kalau itu untuk obat?
    Nabi malah bersabda " tidak ada kesembuhan dalam sesuatu yang HARAM "
    banyak obat-2an halal disekitar kita yang terdapat pada tumbuhan yang telah Alloh siapkan buat manusia yang zat nya lebih cocok dengan tubuh manusia itu sendiri karena manusia diciptakan dari unsur tanah, diman tanah juga tempat hidupnya tumbuhan. solusinya KEMBALI KEPADA PENGOBATAN ALAMI yang ISLAMi,
    wallohu 'alam bishowab

    ReplyDelete
  30. Ini Ibu Menteri bego bener,,,
    Dengan adanya sertifikasi halal orang2 jadi bisa milah mana yg tidak mengandung babi mana yg iya,,
    kalo gak ada sertiffikasi rakyat Indonesia yg mayoritas muslim mau anda cekoki dengan zat haram ??

    ReplyDelete
  31. nerostiadnan @

    Saya mau bertanya dalam surat apa dan ayat berapa ( Al-qur'an ) ,jika dari hadish hadist risalah siapa dan apa sanad'a ,yang menunjukan di halalkan'a barang haram jika tujuan'auntuk berobat ?. Setahu saya baginda nabi malah melarang'a dengan sabda " Tak ada satu keberkahan-pun dalam sesuatu yang di haramkan '. Yang memperbolehkan berobat dengan yang haram adalah dokter dan pasien itu sendiri , tapi hukum Allah tetap berlaku :)

    ReplyDelete
  32. Ah......Ndak usah dipikirin, biarin aja mentri kesehatan menolak sertifikasi halal pada vaksin dan obat2an, yang penting kita umat islam tidak menolaknya. Dukung terus sertifikasi halal untuk semua produk makanan maupun obat2an. Hayo MUI bergerak terus. Tolak yang terindikasi haram.......

    ReplyDelete
  33. Anak anda bebas dari vaksin?? Tapi tidak bebas dari penyakit2 mematikan...tolong yg anak2nya tidak di vaksin, diasingkan saja dan jauhkan dari anak2lain, karna anak yg blm divaksin akan memberikan wabah yg lebih buruk dari wabah penyakit itu sendiri...
    Yg membuat vaksin bukan ahli gizi dan dokter ya bu... Tp para peneliti, jika Untuk pengobatan memang yg haram bisa jadi halal asalkan belum ditemukan bahan yg belum dapat menggantikan nya..

    ReplyDelete
  34. ayo ajak smua orang dan kl perlu tenaga medis utk mempelajari pengobatan scara alami ala Rasulullah. Bekam dan madu pilihan utama..Insya Alloh.

    ReplyDelete
  35. Menti Kesehatan ini orang JUJUR.....tapi Orang2 banyak yg mencacimaki....apa sebaiknya jadi orang tidak jujur aja ya?....adem

    ReplyDelete
  36. takut ya...apa tdk ada gantinya?umat islam kan bnyk.mudah2an sgr ditemukan vaksin halal u/muslim seluruh dunia.aamiin

    ReplyDelete
  37. Ribet banget orang indonesia. Pada akhirnya banyak sekali proses pembuatan sesuatu entahnitu obat2an. Makanan. Cemilan anak2. Semua mengandung babi. Jarna kalo di indonesia sertifikasi halal BISA DI BELI. Jadi kalo masi pada ngeributin halal atau haram katausn urus ngaca ke kelakuan diri sendiri aja deh.

    ReplyDelete
  38. Yang ga setuju, yasudah silakan pake obat-obatan herbal saja, jauhi rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan...kalau pun sekarat, jangan berobat ke rumah sakit yaa, karena kan nanti bakalan dikasih dokter obat-obatan yang berpotensi mengandung unsur babi
    Yang keluarganya udah terlanjur dalam perawatan medis, silakan cabut-cabutin infusnya, stop penggunaaan obat-obatan dokternya.. tolak semua tindakan pengobatan dari dokter kecuali tindakan pengobatannya berlabel halal
    Yang bayi nya baru lahir atau masih dalam masa-masa butuh vaksin, monggooo buru-buru cari info apa penggantinya yang halal buat menghindari polio, cacar, dan pelbagai penyakit ganas lainnya
    Silakan kritis, tapi tetap logis. Anda boleh tertawa, tapi jaga wibawa. Boleh aja anda sewot, tapi jangan repot. Ambil yang baik, jauhi yang buruk. Kalau menyesal, jadikan saja pelajaran..

    ReplyDelete
  39. Emang ngak ada alternatif lain ? memang Allah sudah menciptakan segala sesuatunya untuk di pergunakan manusia tetapi tetap di bedakan halal dan haramnya atau orang indonesia aja yang masih bodoh untuk bisa menciptakan sesuatu ntuk pengganti yang haram itu ?

    ReplyDelete
  40. Heran ya menteri kesehatan sdh berkata jujur masih ada aja yg gk terima malah mencaci maki, memang mendgr kejujuran itu kdg pahit rasanya sekrg kalau sdh tahu mulai merubah kebiasaan kita mengkonsumsi obat2 kimia yg gk halal kembali pengobatan yg diajarkan Rosulullah

    ReplyDelete
  41. wkkkkkkkkk.........ambil tuh mentri kalian......

    ReplyDelete
  42. Bloon semua, kagak smua obat mengandung babi dodols. Cairan infus diantara isinya juga glukosa.
    Tapi 1 hal penting, menkesnya dah kasih info. jadi kalo berobat minta aja jaminan halal atau minta dipilihkan yg halal sama om dokter, ya serahkan pada ahlinya.

    ReplyDelete
  43. menteri yang aneh

    ReplyDelete
  44. saya ga pernah divaksin waktu kecil, sampe dah gede sekarang jarang sakit, kena flu paling setahun sekali

    ReplyDelete
  45. Sebaiknya obat-obat yg mengandung unsur babi diberi lebel moncong babi, haram hukumnya jika muslim menggunakan obat itu, baik itu obat yang dimakan/diminum maupun yang disuntikkan.

    ReplyDelete
  46. Kalau pengen obat itu tidak haram cari dong solusinya, kalau memang obat itu haram ya jangan dipake cari obat herbal atau sejenisnya. gitu aja koq repot

    ReplyDelete
  47. harusnya menteri umumkan pada masyarakat unsur unsur/zat zat apa saja dalam obat2an, yg bisa terindikasi mengandung babi. jangan cuma ngomong sekali pintas buat ragu ragu

    ReplyDelete
  48. maaf media dakwah koq judul sama kontennya kurang sinkron... seakan ada unsur ghorornya... mohon diperhatikan kode etik dakwahnya.. syukron

    ReplyDelete
  49. Wajar saja kalo ni mentri ngomong gini, krn agamanya kan katolik ...

    ReplyDelete
  50. 1. mentri agama sudah bertindak BIJAKSANA dengan mengatakan hal yang sebenarnya,, jangan hanya mencaci maki dia dan tidak menghubungkan dengan agamanya
    2. bagi umat muslim, mui, mentri agama, & pemerintah, jika ingin mencantumkan label halal dipersilahkan.. tetapi jangan sampai terjadi kasus : seorang pasien meninggal karena tidak mau menggunakan satu2 nya obat yang diperlukan karena mengandung babi
    3. Jika menurut agama islam babi itu haram, maka apakah anda tidak mau menggunakan satu2nya obat itu utk kesembuhan anda?? jika anda tidak mau, maka anda lebih memilih sakit yang berarti anda tidak menghargai KEHIDUPAN yang Tuhan tlah berikan
    4. bagi para pharmacist dan peneliti, supaya dapat membuat obat dari bahan2 herbal,, ingat Membuat Obat itu TIDAK MUDAH
    Ayo KRITIS dan berpikir RASIONAL
    jangan hanya MEnCACI MAKI pihak2 tertentu,,,, 100 orang yg mencaci maki disini, saya jamin tidak ada 1 orang pun yg dapat mengganti membuat obat yg haram tsb menjadi halal
    *yg membuat BANGSA kita kacau sebenarnya adalah CARA BERPIKIR dan hanya MENGEJEK tanpa melakukan apapun !!

    ReplyDelete
  51. MasyaAlloh semoga saja semuanya terhindar dari namanya Babi

    ReplyDelete
  52. Mulai sekarang harus extra hati hati nih . . .

    ReplyDelete
  53. mari kita tumbuhkan generasi Islam yang menguasai ilmu akherat dan dunia, sehingga berbagai macam hasil pemikirannya dalam dunia IPTEK tetap mengacu pada koridor syariat Islam.

    Awal usia kita perkenalkan kepada keimanan dan ajaran agama - ajarkan mereka mengaji alquran sejak dini. Mengajarkan anak belajar mengaji dan shalat sejak awal usia ketika mereka mulai berpikir akan benar-benar membekas di hati mereka.

    Baru kemudian kenalkan ilmu-ilmu dunia. Ajar tentang alam dan keseluruhan isinya sebagai ciptaan Allah SWT.


    ReplyDelete
  54. komen bodoh mencaci menkes yg sudah jujur ngasi tahu...kalau tidak mau makan obat yg mengadung babi ..ya jangan sakit...gitu aja koq repot...

    ReplyDelete
  55. Kemana Para Mentri sebelumnya kenapa setelah Mentri yg satu ini terpilih berani mengungkap yg Sebenarnya???

    ReplyDelete
  56. semoga dibalik cobaan ini ada hikmahnya
    salam sehat dan tetap semangat ^^

    ReplyDelete
  57. Lho dia kan baru jd menteri? sedangkan obat2an & vaksin2 itu sdh ada sjk lama?
    kok malah menyalahkan bu menteri???

    ReplyDelete

Powered by Blogger.