Header Ads

Aksi Bela Islam

Program YKS "Goyang Oplosan" Trans TV Meresahkan Masyarakat

Goyang Oplosan YKS Trans TV
Program Yuk Keep Smile (YKS) yang ditayangkan Trans TV dinilai meresahkan dunia anak-anak dan remaja. Pasalnya, program tayangan yang mengudara pada pukul 19.30 WIB itu menampilkan goyangan-goyangan yang erotis dan memamerkan bagian tubuh dengan dandanan yang seksi.

Acara yang dipandu Soimah ini melibatkan SPG-SPG cantik berbusana minim sambil bergoyang oplosan. Joget yang terkesan sensual dan tayang pada jam belajar anak-anak, dinilai meresahkan. Terlebih tak sedikit anak-anak kecil yang mulai meniru dari goyang oplosan tersebut.

“Ya, itu memiliki pengaruh terhadap dunia anak-anak. Apalagi jam tayangnya di jam belajar,” ujar Ketua Satgas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M Ihsan saat dihubungi merdeka.com, Ahad (29/12).

Ihsan menegaskan, sebuah tayangan acara seharusnya juga mempertimbangkan budaya adat di negeri sendiri. Jika menampilkan joget sensual dan seronok, alangkah baiknya tidak ditayangkan pada jam anak-anak.

Lebih lanjut, kata Ihsan, pihaknya sampai saat ini memang mengaku belum menerima laporan atau aduan dari masyarakat terkait acara tersebut. Namun, jika ada keluhan masyarakat, pihaknya segera mungkin akan mengkaji dan membawanya ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

“Kami akan laporkan ke KPI, yang memiliki kewenangan pengawasan penyiaran adalah KPI. Ada mekanisme-mekanisme dan tahapan yang akan dilakukan KPI terhadap tayangan tersebut,” jelas Ihsan seperti dikutip Merdeka.

Ihsan menegaskan, bila kajian KPI memutuskan bahwa suatu tayangan itu melanggar dan menyalahi aturan, maka sudah pasti pihak stasiun TV bakal menerima teguran.

“Ada teguran tertulis, peringatan keras, larangan program tayangan hingga pencabutan izin siaran,” ucapnya.

Program YKS di stasiun TransTV sendiri terkenal dengan goyangan cesar tetapi lambat laun goyangan baru muncul dan kreatif. Setelah goyangan cesar, ada kereta malam, icikiwir, dan yang sedang populer saat ini goyang dangdut terbaru yaitu goyang oplosan. Goyang oplosan dinilai lebih parah dan meresahkan daripada goyang-goyang sebelumnya. [Fimadani/Bersamadakwah]

48 comments:

  1. Itu kan banyak ngambil atau terinspirasi dari dangdut koplo, padahal kita tahu sendiri seperti apa dangdut koplo itu kan.

    ReplyDelete
  2. saya setuju jika goyang oplosan tidak ditayangkan lagi
    karena benar-benar tidak mendidik

    ReplyDelete
  3. tapi sanksi KPI tidak akan tegas, saya sudah capek komplain tentang program2 TV yang tidak mendidik sanksinya tetep gitu2 aja..gak pernah sampai penghentian tayangan..

    ReplyDelete
  4. Memang sangat sulit ketika berhadapan dengan "Tambang Emas" perusahaan.

    Kita juga perlu pahami bersama bahwa semua acara TV yang membuat juga manusia, yang terkumpul dalam TIM Kreatif. selain kritik kita juga perlu memberi solusi.

    Untuk solusi jangka panjang mari kita bersama membangun generasi Qurani, sehingga harapannya akan lahir manusia-manusia yang paham akan ajaran agamanya.

    ReplyDelete
  5. Jika manusa sudah dibutakan oleh harta dunia, maka maksiat dan kemungkaran akan sangat mereka sukai.
    Saya hanya bisa berdoa pada Allah swt, semoga mereka sadar dan jika belum juga maka, biasanya azab bagi mereka akan datang. dan itu sudah sering terjadi.

    ReplyDelete
  6. KPI ga akan bisa tegas, cuma omong doang. padahal sdh jelas2 program yg tdk mendidik, tp sampai sekarang msh ditayangkan di tv swasta. gmn generasi indonesia mau maju dan berkembang kalau dpt edukasi yg negatif spt ini? satu kata dr saya " menjijikkan"

    ReplyDelete
  7. tolong kalau beri komentar juga yang mendidik n memberi solusi jangan hanya bisa menghujat saja dengan kata2 yang tidak mendidik dan tanpa solusi.

    ReplyDelete
  8. saya mu nambahin. acara itu juga bisa mempengaruhi mental. tua muda mentalnya jadi mental PENGEMIS.

    ReplyDelete
  9. bubarkan aja YKS sekarang juga. tayangan gila

    ReplyDelete
  10. bubarkan aaja tanyangan merusak moral anak anak...

    ReplyDelete
  11. tidak bermutu dan kampungan terlihat kwalitas manusianya

    ReplyDelete
  12. setuju, laporkan saja ke KPI...

    ReplyDelete
  13. meresahkan masyarakat atau meresahkan pihak KPI?

    ReplyDelete
  14. inilah klo acara kebablasan ... mana KPI jngan ngurusin yang gak2 ... enih jelas2 di depan mata ... buat tindakan dunks

    ReplyDelete
  15. ayo gan ..kia semua komplain ke KPI itu link nya.. !!!! http://kpi.go.id/index.php/pengaduan

    ReplyDelete
  16. ayo gan ..kia semua komplain ke KPI itu link nya.. !!!!
    http://kpi.go.id/index.php/pengaduan

    ReplyDelete
  17. D saat negara lain berlomba2 dengan tekhnologi dan sains.kita malah berlomba2 joget2 ga puguh.memalukan.program yg ga didik.cuma semata2 buat hiburan aja.jd rating paling tinggi.nilai positifnya mungkin menghibur.dengan tv2 lain yg sinetron ga jelas.tp komposisi nya terlalu berlebihan jd yg awalnya menarik malah merugikan.apalg anak2 Yg masih kecil.bukan nya belajar malah maunya nntn YKS.joget2.

    ReplyDelete
  18. KPI cuma membaca pengaduan masyaraat saja, tapi tidak tegas.

    ReplyDelete
  19. apa sih, esensi yang bisa didapat dari acara ini selain hiburan yang kurang mendidik??

    ReplyDelete
  20. YKS sangat tidak bermanfaat untuk ditonton. hanya menampilkan goyangan dan lawakan yang ga mendidik.untuk tim kreatifnya. jangan hanya pkirkan rating tp juga kualitas dari tayangannya. kita bangsa cerdas, jgn cm bisa bwt guyonan.

    ReplyDelete
  21. yks tidak bermanfaat sama sekali...kapan negara ini maju nya,bila tontonan sdh jadi tuntunan,lihat hasilnya ,benar2 mengerikan,

    ReplyDelete
  22. Knapa yks mau di bubar kan ? Sementara di televisi lain banyak acara dan film2 yg mrusak mental masyarakat

    ReplyDelete
  23. Gampang solusinya...matiin tv-nya dunk...atau jangan ditonton...nanti ratingnya turun baru acaranya tutup sendiri..kontrol ada di diri kita sendiri...selama rating tinggi pasti tayang so...matiin tv atau jangan tonton tayangan YKS..SIMPLE KAN.??

    ReplyDelete
  24. bukan cuma trans7..aku rasa semua acra baik infotaimentnya dan juga sinetronya pada gak mendidik...mohon bisa di batasi..ganti pihah yg melakukan sensor film dengan yg bner2 muslim...biar gak ada porno gragi masuk tv

    ReplyDelete
  25. bener, acara tsb hrz di tiadakan.. pasalnya slain dari goyangan yg erotis jg byk bgt porno aksi yg dilakukan oleh para pemainnya, adegan2 mesra yg g layak tayang, plus k'agresif an raffi ahmad (si playboy) thdp wanita, yg nyosor sana sini, peluk2an, rayu2an, manja2an ama berbagai wanita,dsb.
    huch... kacaw bgt lembaga sensor indonesia,

    ReplyDelete
  26. Setuju.. Tujuan dari yks aja gak jelas, mau menghibur tp gak asik, yang ada sok asik. Goyang2an gak penting banget, udah bosen ah enek. Dikiranya lucu. Mending ovj, ada kebudayaan2 Indonesianya.

    ReplyDelete
  27. saya sangat setuju sekali jika YKS itu sudah bagian dari tayangan yang tidak laya di tonton dan tidak mendidik bahkanakan merusak mental anak-anak terutama,dan banyak acara2 tv yang memang sudah keblinger dan sudah tidak pada budaya kita sebagai bangsa yang ber adat.
    tolong dari pihak-pihak terkait jangan hanya di nilai dan di bahas tapi di tindak dengan tegas doooonggg?????......yang acaranya banyak lebih memerankan body,lisan yang tak terarah,,,terlalu excotic,..dan bahakn sudah merusak etika-etika kesopanan,..terutama acaranya So Imah kampungan Norak tidak

    ReplyDelete
  28. jam belajar, seharusnya anak- anak ya belajar ga nonton tv.. lagipula tontonlah tv dengan pikiran terbuka dan positif, jangan pikirannnya erotis dan porno terus, goyangan seperti itu dicari2 kesalahannya dan keburukannya, padahal tergantung dari pemikiran setiap orang masing2.

    ReplyDelete
  29. Siapa sih pemilik Trans TV? pasti bukan orang indonesia ya?

    ReplyDelete
  30. Siapa sih pemilik Trans TV? pasti bukan orang indonesia ya?

    ReplyDelete
  31. Siapa sih pemilik Trans TV? pasti bukan orang indonesia ya?

    ReplyDelete
  32. Pemilik stasiun TV sibuk kampanye politik. Kampanye butuh dana nggak sedikit.

    Sedih memang melihat program TV kebanyakan hura2 seperti tdk ada yg lebih penting!
    Program goyang menggoyang sungguh memuakkan. Jalan termudah dimulai dari rmh sendiri. Jangan biarkan anggota keluarga kita ikut larut. Karena mengharap keberanian dan ketegasan KPI hanya seperti pungguk rindu bulan.

    ReplyDelete
  33. menurut saya ,mungkin jogetan itu bisa di teruskan , asalkan "ASALKAN" , goyangan tersebut jangan di putar atau di lakukan di jam belajar anak , yg saya pikir YKS kan tayangnya 4 jam lebih ,dan saya pikir kenapa tidak di lakukan di akhir acara saja .
    atau mungkin sedikit di koreksi lagi dari goyangan tersebut ,mungkin tidak terlalu condong kedepan ,atau kalo bisa condong kebawah ,hahahaha~

    ReplyDelete
  34. memang semua yang terjadi di Indonesia itu meresahkan masyarakat

    ReplyDelete
  35. masa tunggu pengaduan percuma aja ada kpai

    ReplyDelete
  36. colek sinetron juga dong......cuapek liatnya.......

    ReplyDelete
  37. saya gak setuju.. THIS IS PROGRAM COMEDIAN.. jaman udah berubah dan fikiran manusia juga berubah. kalo kek gitu aja di komplain... ada2 aja ya. so masyarakat indonesia juga udah pintar kaleee... so kalo ini yang di gubris. sangat murahan x gubris y. seharus y kalau mau complain bagusi dulu dong negara ini. jangan hal yang beginian aja. semua y dong. kalo perlu pake cadar semua perempuan. UNDERSTAND

    ReplyDelete
  38. ratingnya tinggi cz banyak yang suka, banyak yg nonton namanya juga program hiburan..
    goyang begituan doank d hujat,.
    gw biasa aja liatnya, malah seneng klo ikutan joged bareng sama temen" kostan..
    yg nganggep goyangannya goyangan erotis itu otaknya mesum ja, g bisa sedikit berfikir positif. yg jelas gw terhibur dengan musik dan goyangan YKS, walaupun candaan"annya agak sedikit kelewatan..

    ReplyDelete
  39. saran saya pribadi,mari selesaikan baik-baik. cari solusi yang tidak merugikan salah satu pihak. kita semua bisa komplain,bisa pula untuk menyukai acara YKS.. sy pribadi melihat acara ini tidak punya arah dan tujuannya. mungkin iya untuk menghibur,tapi dr segmen awal sampai akhir saya lihat kebanyakan hny brgoyang2 ria. tidak ada makna atau manfaat yg 'lebih' namun kembali lg semuanya pada selera masyarakat, seperti diawal tadi, mari kita cari solusi yang sama-sama menguntungkan,tidak merugikan salah satu pihak, kalaupun harus mungkin itu untuk kebaikan. kita bisa berpendapat,dan sy yakin orang indonesia sudah pintar untuk menalar sesuatu yg ia lihat dan dengarkan. terimakasih,ini hny pendapat pribadi saya loh.. #IslamNotForWar

    ReplyDelete
  40. Tapi Bukankah Goyang Oplosan Mengajarkan kita untuk tidak minum minuman keras ?
    Yang Salah Hanyalah Gerakan di bagian tengahnya

    ReplyDelete
  41. Gak usah dilihat ..bahkan klo bs gak usah puny tv....tv adalah dajjal

    ReplyDelete
  42. tinggal bagaimana sudut pandang kita meyikapinya.kalok pikiran negatif pikiranya mesti lari ke arah pornografi.

    ReplyDelete
  43. Acara paling tidak berbobot, tidak mendidik dengan durasi tayangan hingga 4 jam,. trans tv yang tidak memiliki anggaran untuk memiliki acara lain atau benar berniat merusak generasi bangsa. Saya sama sekali tidak mengerti mengapa KPI lemah bertindak, sanksi pemberhentian acara seharusnya sudah dilakukan.

    ReplyDelete
  44. balik lagi kepada selera masyarakat, di kasih tayangan yg mendidik gak akan ada yg nonton. senengnya konsumsi acara2 sampah

    ReplyDelete
  45. memang,acara yks benar amat benar tidak mendidik..
    tidak usah ada acara "yks harus ditutup" atau apalah,itu hanya mnimbukan kontroversi,,mari kita kembali ke diri kita,tinggal kt sendiri bagaimana kt menaplikasikan televisi kita sndri,.,

    ReplyDelete
  46. Trans Tv = Wahabi sembunyi dibalik Ust maulana
    KPI tak peduli yg penting duit ...brew

    ReplyDelete

Powered by Blogger.