Header Ads

Selamat Jalan, Kang Aden

Aden - Edcoustic
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Kalimat itu serta merta terucap dari lisan kami ketika mendengar kabar duka dari Kota Kembang, Bandung. Adalah Aden, satu dari dua personil Duo Band Edcoustic, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Islam Bandung Jawa Barat. Kang Aden, sebelumnya menderita maag dan sudah bolak balik dibawa ke rumah sakit. Informasi terakhir yang kami dapatkan, beliau terindikasi Virus Toxo.

Berdasarkan penulusuran kami, Virus Toxo ini, salah satu penyebabnya adalah memakan daging atau telur yang kurang matang. Bisa juga dari kotoran hewan, seperti ayam, kucing dan utamanya tikus. Virus ini terbilang serius dan harus dilakukan pengobatan secara langsung. Diantara ciri dari pengaruh virus ini antara lain, pembengkakan kelenjar limfe, panas badan tinggi, mual dan pusing. Untuk memastikan apakah seseorang terjangkit virus ini, harus dilakukan pemeriksaan serogolis.

Deden sendiri adalah salah satu aktivis dakwah di ITB. Beliau tergabung dalam Keluarga Remaja Islam Salman (KARISMA) ITB. Sebagaimana umumnya aktivis dakwah, maka sejak muda dia sudah mengambil aneka ‘lahan’ untuk menyemai benih-benih dakwahnya. Dan dakwah melalu nasyid, adalah jalan yang dia pilih. Sehingga kemudian berdirilah Edcoustic pada tanggal 25 Mei 2002.

Edcoustic sendiri sudah menjadi kegemaran muda-mudi masa kini, khususnya pemuda pemudi muslim masa kini. Dimana lagu-lagu yang digubah tak hanya melenakkan fikiran sebagaimana lagu pop umumnya, namun lagu-lagu edcoustic ini bisa menenangkan hati, menggairahkan fikir dan menyemangati raga untuk bergerak melakukan aneka amal shalih.

Album pertama dari Duo Band ini, bertajuk Muda-Mudi, terjual sekitar 20.000 keping dan terus menanjak seiring berjalannya waktu dan kualitas album. Pretasinya semakin menanjak ketika Aden berduet dengan Melly Goeslaw dalam menciptakan Ost. Ketika Cinta Bertasbih.

Kabar kepulangan Kang Aden sendiri, beredar dari akun twitter Taufik Ridho, Sekjen PKS yang juga Munsyid Shoutul Harokah. Tulis beliau di akun twitternya, “Inna Lillahi wa Inna iahi Roji’uun, telah dipanggil keharibaan Ilahi Akh Deden Ecoustic munsyid Muhasabah Cinta dan penulis Hymne PKS.”

Sedangkan penulusuran kami di akun Facebook Kang Aden, banyak bertebaran ucapan bela sungkawa dan doa yang terlantun tulus. Salah satunya dari akun Indra Primathena, salah satu alumni SMUN 8 Bandung yang pernah belajar di Universitas Padjajaran Bandung. Tulisnya, “Inalillah... Selamat jalan Kang Aden.. teringat segala bimbingan beliau selama menjadi pementor saya di Discovery With Karisma ITB thn 2001. Segala kebaikan almarhum adalah teladan bagi saya. Semoga segala amalan teladannya bermultilevel pahala baginya. Dan mengundang rahmat Alloh SWT. Selamat jalan kang Aden. Selamat menikmati dekapan cinta Sang Maha cinta di sana.”

Yang penting untuk kita catat, kematian yang sudah dialami oleh Kang Aden ini, cepat atau lambat akan mengahampiri kita. Jika beliau sudah melakukan yang terbaik dengan menginspirasi dan menyemangati umat dengan nasyid-nasyidnya, apakah bekal yang sudah kita siapkan? Apakah bekal itu benar-benar bisa menyelamatkan kita kelak di akhirat? Semoga, Allah memudahkan kita untuk menjadi orang yang cerdas. Yang ingat mati dan bersungguh-sungguh untuk mengumpulkan bekal selepas ajal menjelang. Aamiin

Kang Aden... Semoga khusnul khotimah. Semoga Allah semakin menyayangimu, dan kita semuanya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Terakhir, tak ada salahnya jika akhir tahu ini, kita sama sama menghayati lantunan Musahasah Cinta gubahan Almarhum Kang Aden dan Edcousticnya ini.



Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com

Powered by Blogger.