Header Ads

Aksi Bela Islam

Ada Larangan Jilbab di 4 Kabupaten/Kota di Bali

SMPN 1 SIngaraja (ilustrasi)
Kasus pelarangan jilbab di sekolah di Provinsi Bali rupanya tidak hanya terjadi di Denpasar. Ketua Tim Advokasi Jilbab Hilmi mengatakan kasus lain juga ditemukan di Kabupaten Buleleng, Badung dan Singaraja.

“Tim Advokasi bukan hanya menangani kasus Anita, tapi beberapa kasus juga yang terjadi di luar Denpasar seperti Buleleng, Badung dan Singaraja. Kasus di daerah-daerah tersebut sama yang terjadi pada Anita,” kata Hilmi kepada hidayatullah.com, Senin (6/1).

Anita Wardhani adalah seorang siswi kelas XII SMA Negeri 2 Denpasar yang sudah tiga tahun berjuang memperoleh hak asasinya berjilbab di sekolah. Seperti diberitakan sebelumnya, Anita mengaku dipersulit pihak sekolah ketika mengajukan permohonan memakai jilbab sebagai bagian dari seragam sekolahnya sehari-hari. Bukannya dikabulkan, sang Kepala Sekolah malah menyuruhnya pindah ke sekolah lain jika dia bersikeras untuk mengenakan jilbab. Tak puas dengan tanggapan sang Kepala Sekolah, Anita lantas mengadukan kasus tersebut ke sejumlah lembaga advokasi dan bantuan hukum.

Menurut Hilmi, fokus Tim Advokasi saat ini adalah menguatkan mental siswi-siswi yang sedang berjuang mendapatkan haknya memakai jilbab di sekolah. Termasuk setiap anak akan didampingi kakak-kakak relawan yang ada di setiap daerah.

“Sekarang kami lakukan adalah mendampingi menguatkan mental adik-adik siswa yang sedang berjuang mendapatkan haknya untuk memakai jilbab,” tambahnya.

Kasus Anita telah mendapatkan tanggapan dari Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim.

Dengan tegas, Musliar menyampaikan himbauannya terkait kasus tersebut. "Tidak boleh ada larangan berjilbab di sekolah manapun!" Ungkapnya ketika dihubungi Republika, Senin (6/1).

Musliar melanjutkan, jika sekolah yang bersangkutan tidak segera menyelesaikan problem tersebut, Kemendikbud akan segera mengambil tindakan. "Kalau tidak mau mengikuti arahan Kemendikbud, sekolah tersebut akan kami beri sanksi," tandasnya. [IK/Hidayatullah/RoL/Bersamadakwah]

17 comments:

  1. astagfirulloh.. suruh kepala sekolahnya aja yg keluar... >.<

    ReplyDelete
  2. lagi-lagi memang lucu bin aneh negeri ini, mayoritas seakan tak memiliki kekuatan apa-apa di negeri ini. menjalankan salah satu perintah agama saja dipersulit.

    ReplyDelete
  3. Lapor ke Komnas HAM, atau Komnas Perempuan atau LSM Anti Gender lainnya kira2 ditanggapi nggak?

    ReplyDelete
  4. "KATANYA" Orang bali sangat "Toleransi" seperti di iklan-2 para pejabatnya dan masyarakatnya tapi....ternyata oh..ternyata..."TAI KUCING" semua.....

    ReplyDelete
  5. gak semua org bali begitu....tp mgkn hny sebagian kecil yg begitu....mgkn jg saking kompaknya org bali pnya rasa gmn gi tu sm org2 islam krn kasus bom bali 1 n 2......dan yg sy tau jg ada satu daerah di bali (sy lupA namanya) dilarang waqaf tanah utk pemakaman muslim......:jd menurut sy yg namanya toleransi (di bali) tidak berlaku bagi org islam....mengenaskan

    ReplyDelete
  6. Orang bali hanya toleran terhadap apa yg mendatangkan uang. Mereka lebih peduli dg membiarkan para turis bertelanjang ria didepan dewanya dan bermesum ria, yang penting ada uang masuk buat upacara. Ironis!!!!!

    ReplyDelete
  7. Bali ini sudah mulai sok!!!
    Di Lombok, mereka seenaknya buang kotoran di jalan jalan dan Masyarakat Lombok yang mayoritas Muslim santai aja karena itu cara mereka Ibadah...Negara ini menjamin kebebasan dalam banyak hal, termasuk cara setiap rakyatnya berpakaian. Intinya aturan negara jauuuuh lebih tinggi dari aturan sekaolah bahkan aturan propinsi sekalipun, jadi tindakan beberapa sekolah di beberapa kabupaten di Bali ini sudah melanggar aturan Negara. Tutup saja sekolahnya kalo melarang siswi Muslim pake jilbab. Aneh! katanya toleransi, kenapa kalo mereka boleh bebas dengan cara ibadahnya, agama lain gak boleh? Ingat baik baik orang Bali, Indonesia itu masih 80% muslim, jadi jangan macam macam!!!

    ReplyDelete
  8. tidak semua orang bali begitu kok :) saya sebagai orang bali meminta maaf sebesar2nya atas masalah tersebut. Saya di Bali sangat menghargai sekali toleransi, sahabat saya bahkan orang muslim, dan kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain. mungkin memang ada beberapa orang di sini yang masih belum paham bagaimana kita hidup sebagai negara yang ber-bhinneka tunggal ika, dan kedepannya saya harap orang-orang seperti ini diberi pemahaman yang lebih baik lagi agar tidak terjadi masalah besar dikemudian hari.

    ReplyDelete
  9. untuk Bahrul Arbin Tak perlu menyebut istilah mayoritas hargai satu sama lain dan TIDAK SEMUA ORANG BALI BEGITU MASUKAN KATA" INI DI KEPALA ANDA , saya ambil contoh kalau teroris melakukan teror atas nama satu agama dan itu agama anda apakah saya harus menganggap anda teroris?,ingat dimana mana ada kekurangan tidak ada yang sempurna seandaninya memang salah pasti akan dibenahi oleh pihak yang berwenang

    ReplyDelete
  10. Saya juga orang bali, mertua saya asli bali msh hindu, keluarga dari istri msh banyak yg hindu, yang msh primitif dan tdk toleran terhadap islam itu hanya sebagian kecil, sebagian besar sdh toleran

    ReplyDelete
  11. sudah ga perlu ribut, kalau aceh bisa mewajibkan jilbab dan orang" nonmuslim g banyak protes seharusnya kita juga legowo klu ada daerah yg mayoritas penduduknya nonmuslim melarang jilbab. tinggal pindah saja daerah atau sekolah, gitu saja kok repot.

    ReplyDelete
  12. yah... memang sudah sifat alami manusia sejak dulu tuh.
    klo Pria cendrung memamerkan keberhasilan dg pamer Mobil, kekayaan dan kepintaran, klo wanita lebih cendrung memamerkan Kecantikan dan keindahan tubuh mereka.

    jika anda Pria, misalnya memiliki uang 10 milliar, apa anda mau dilarang utk membeli Mobil ?!?!
    demikian juga halnya wanita, jika dia memiliki wajah Cantik dan Sexy, maka secara alamiah dia mau memamerkan keseluruh dunia, lihat aja Facebook klo ga percaya, bukan tujuannya utk mengoda para pria hanya mengikuti instingnya sebagai Wanita.

    ReplyDelete
  13. @BAHRUL ARBAIN : saya ingatkan kepada anda .... sebagai orang bali saya benar-benar tersinggung dengan kata-kata anda .... kalau anda merasa bagian dari mayoritas ?trus anda mau apa?!!! ga usak berlagak jagoan kau .... kalau kami tetap mau menjaga nilai-nilai luhur agama kami dan menjaga adat istiadat daerah kami, trus kau mau apa ?!!!! ..... mulut kau doang berkoar-koar, tapi diajak satu lawan satu juga kabur ... paling juga beraninya keroyokan, ngajak-ngajak orang lain ....... gak usah pertanyakan toleransi kami.... kau lihat sejak bom bali 1 dan 2 tidak ada aturan di daerah kami yang melarang orang yang menggunakan simbol keagamaan dari agama yang dijadikan alasan teroris itu membom bali ... ataupun larangan orang-orang dari agam tersebut datang ke bali .... sekali lagi saya tekankan... jaga mulut kau baik-baik bung ....Ingat ... kalau kau bisa mengancam dengan mengatakan " Ingat baik baik orang Bali, Indonesia itu masih 80% muslim, jadi jangan macam macam!!! " maka kami ingatkan kau .. camkan baik-baik... Mayoritas di Bali adalah umat Hindu .... hormati wilayah kami dan agama kami !!!! Jadi jangan macam-macam !!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  14. http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/dps/detail/2014/01/09/Pemberitaan-Negatif-SMAN-2-Denpasar-Tak-Cerminkan-Fakta/201401090002

    ReplyDelete
  15. Santai aja.. darahku Bali, Agamaku Muslim.. gak pernah tuh ada hal aneh2. Kebetulan saja itu oknum yang melakukan.. kalo cuma teori doang mending diam deh.. mending kuliah dulu biar mikirnya enak..

    ReplyDelete
  16. ya harus dihormati larangan itu di mana bumi dipijak langit harus dijunjung. Mungkin masyarakat Bali ingin menjalankan syariah Hindu sama spt di Aceh yang menjalankan syariah Islam.

    ReplyDelete
  17. Rekan dan sahabat, mari qt hormati kewajiban beragama sesuai keyakinan masing2. Menggunakan jilbab menjadi kewajiban rekan2 Muslimah, mengenakan ikat pinggang merupakan tata cara dlm Agama Hindu. Qt hormati keyakinan masing2. Hindarkan dari kalimat2 negatif dan provokatif. Ada aturan yg sifatnya universal utk kebaikan semua dan aturan khusus sesuai dengan agama masing2. Di Aceh, tidak ada pelarangan menggunakan ikat pinggang bg yg umat Hindu, krn sifatnya aturan beragama. Adapun larangan berzina dan mendekati zina, sesungguhnya mrpkn aturan universal yg di dalam ajaran agama manupun, mestiya memang tidak boleh. Sebaik-baik manusia adalah yang mampu memberikan manfaat kepada manusia yang lainnya, tanpa memandang suku ras, agama. Begitu Rasulullah Muhammad mengajarkan. Mari jaga kedamaian dan persahabatan,

    ReplyDelete

Powered by Blogger.