Header Ads

Aksi Bela Islam

Ingin Berjilbab, Siswi SMAN 2 Denpasar Disuruh Pindah Sekolah

Gedung SMAN 2 Denpasar (foto sman2-denpasar.sch.id)
Isu larangan jilbab kembali memanas. Republika Online (RoL), Senin (6/1), menurunkan berita tentang adanya pelarangan jilbab di SMA Negeri 2 Denpasar, Bali. Menurut berita tersebut, Anita yang saat ini duduk di kelas XII disuruh untuk pindah sekolah jika ingin berkeras mengenakan jilbab.

Untuk mengkonfirmasi kejelasan berita tersebut dan apakah larangan jilbab masih berlaku sampai sekarang, bersamadakwah menghubungi SMA Negeri 2 Denpasar.

“Bapak sedang ada rapat,” kata Ayu ketika bersamadakwah ingin mewawancarai Kepala SMAN 2 Denpasar Ketut Sunarta. Mengetahui maksud bersamadakwah hendak mengkonfirmasi berita larangan jilbab, Ayu memberikan nomor HP Kepala Sekolah.

“Ini nomor HP beliau, 08214632XXXX” kata Ayu setelah sempat beberapa menit terdengar dialog dengan suara perempuan lain di balik telepon.

Sayangnya nomor HP tersebut tidak diangkat ketika dihubungi bersamadakwah. Nomor sekolah juga tidak dapat dihubungi lagi.

Seperti dilansir RoL, Temuan Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Bali mengungkap tentang praktik pelarangan berjilbab tersebut. Anita yang sejak kelas 1 SMP ingin berjilbab nekad bersekolah dengan berhijab pada Rabu, 21 November 2012.

Hari itu, mata pelajaran jam pertama adalah pelajaran Bahasa Bali. Ternyata, guru Bahasa Bali hari ini tidak hadir sehingga menyebabkan proses belajar mengajar tidak efektif alias jam kosong. Tiba-tiba Kepala Sekolah masuk ke kelas Anita untuk memberi nasihat kepada seluruh murid dan bertanya kepada Anita

“Kok bajunya seperti itu?”, Anita diam saja tidak menjawab, lalu Kepala Sekolah Drs Ketut Sunarta menyuruh Anita datang ke ruangan Kepala Sekolah, seperti tertera pada hasil investigasi tim advokasi yang diterima RoL.

Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan “Kalau pakai jilbab kelihatan atau tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan atau tidak emblem SMAN 2 nya?”

Kepala sekolah pun menyarankan untuk pindah sekolah saja kalau Anita tetap ingin berjilbab. Anita diminta untuk bertahan saja (tidak memakai jilbab) kalau tetap ingin bersekolah di SMAN 2. Anita menjawab “Kan bisa dinaikin sedikit Pak, kerudungnya jadi masih bisa kelihatan logonya”. Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan.

Lalu tiba-tiba Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., masuk ruangan, beliau menanyakan keperluan Anita di ruang Kepsek. Bincang-bincang kecil terjadi antara Kepsek dan Wakasek.

Berkali-kali Anita disarankan untuk pindah sekolah saja kalau memang tetap ingin memakai jilbab dan diminta untuk segera memutuskan pilihan.

Tepat 08.30 waktu Denpasar, Anita minta undur diri dari perbincangan itu karena ada pelajaran selanjutnya. Ketika Anita masuk kelas lagi, Anita mendapatkan respon yang biasa-biasa saja dari para guru yang mengajar di kelasnya hingga pelajaran usai.

Selain itu, pada tanggal 8 Desember 2012, sekolah menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba. Dalam kesempatan itu, Anita mengenakan jilbabnya ke sekolah. Seorang guru yang bernama Ni Putu SukaPutrini, S. Pd., pun menegur Anita. Beliau mengatakan “Pindah sekolah saja kalau mau memakai jilbab! Kasihan peraturan sekolah gak ditaati”.

Selama Anita mengikuti ekstra kurikuler, Anita selalu memakai jilbab. Teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkan hal itu. Anita pernah mendapat informasi dari temannya bahwa ada pihak sekolah (guru) yang bertanya ke salah satu temannya terkait siapakah yang memakai jilbab di PMR. [IK/RoL/bersamadakwah]


31 comments:

  1. mana komnas perlindungan Anak, perlindungan wanita, komnas HAM..

    Kalo soal ini biasanya bungkam..
    Na'uzubillah..
    Smoga Allah memberikanmu kekuatan.. Tetaplah istiqomah Anita

    ReplyDelete
  2. masih aja ada yang kaya ginian, entuh sekolahkan sekolah pemerintah ... kok ada peraturan yang macem aja ... memang entuh orang ape yang punya sekolahan ... dan kaya jaman primitif aje ...

    ReplyDelete
  3. Jadi minoritas saja seperti ini, kalau menjadi mayoritas apakah mau seperti Thailand, Filipina atau Myanmar?

    ReplyDelete
  4. semenjak otonomi daerah ada peraturan ini sdh berjalan hanya saja baru skg naik kepermukan bahkan dr smp sdh tdk diperkenankn

    ReplyDelete
  5. seharusnya pemerinth dan kementerian pendidkan harus cpt menanggapi hal ini. karna jika hal tsb trus dibiarkan maka akan menjadi masalah dan beban bagi siswa tsb. lagian tuh skolah kan utk umum. knapa gk boleh berjilbab? sekalian aja pake jilbab semua siswi muslim nya biar tambah ribet kepala sekolahnya..

    ReplyDelete
  6. Ini yang ketahuan, yang lain bagaimana? SD SMP SMA?
    bukan sekolah ini saja.. hampir semua sekolah seperti itu, tidak memperbolehkan siswi memakai jilbab.. saya tidak kaget dengan hal itu.. yang laki laki saja jika sholat jumat ada yang tidak diperbolehkan.
    KomNasHam di Bali loyo, ga kritis.. bukan berarti Bali aman dan tentram itu Toleransi beragama bagus. karena Pelajaran tentang Toleransi beragama itu untuk sebagian orang hanya sekedar wacana.

    ReplyDelete
  7. gimana kalau yang di buleleng??
    tentunya yang perlu diperlihatkan bukan hanya 1 atau 2 aja kan,,
    kalau denger cerita anita tadi,
    saya rasa senasib dengan saya saat ini

    ReplyDelete
  8. Klo yg namanya sklh negri berarti hak seluruh masyarakat, jgn mendiskriminasikan begitu dong...di kota sy rata2 diwajibkan berhijab utk yg muslim, tapi utk yg beda agama ya tdk diharuskan, seharusnya begituvjuga utk sklh lain..

    ReplyDelete
  9. stop talking crap about bali.... please. we are outsider,,,

    ReplyDelete
  10. indonesia itu seperti sebuah lagu, yang isi 5 agama.../. setiap agama itu seperti alat music yang digunakan. gitar indah didiengar, drum tegas banget, bass menguatkan suaranya piano apalagi. coba digabungkan dan saling mendukung yaaaa akan sempurna untuk didengar.

    SMA 2 kan sekolah nasional. negeri. ada aturan dalam berpakaian bukan seperti kuliah yang menggunakan baju bebas. ya diikuti. karena hanya orang terhormat dan berpendidikan yang mengikuti aturan. klo mau berpakaian bersifat keagamaan, yang masuk sekolah khsus, contoh muhamadiyah, SMA hindu dharma, ato kristen sekolah santo yoseph. itu lebih mengutamkan keagamaan dan pakaiannya pun lebih mengarah ke agama. jadi pisahkan dan cerna dulu maksudnya bagaimana. ok....

    ReplyDelete
  11. kejam juga mereka yaa...
    Teringat saya dulu pernah merasakan hal yang sama, dan mirisnya ini terjadi di sekolah berbasis pesantren
    awalnya memang dahulu saya tidak mengenakan jlbab namun memasuki kelas 2 SMA saya mulai mengenakannya, setiap hari kamis saya berusaha nego menggunakan seragam yang lain (karena waktu itu baju pramuka saya masih pendek), sekali duakali aman2 saja karena belum terlalu mencolok namun setelahnya tidak ada kata ampun kecuali pulang ke rumah, alhasil saya bolos gara2 aturan sekolah dengan alasan aturan Allah lebih saya takuti dari pada aturan yang sebenarnya tidak mengatur..

    ReplyDelete
  12. Karena kamu adalah Minoritas di Bali yang mayoritas Hindu
    KIAHAHAHA!
    disana tersedia MAN kok :))

    ReplyDelete
  13. indonesia itu seperti sebuah lagu, yang isi 5 agama.../. setiap agama itu seperti alat music yang digunakan. gitar indah didiengar, drum tegas banget, bass menguatkan suaranya piano apalagi. coba digabungkan dan saling mendukung yaaaa akan sempurna untuk didengar.

    SMA 2 kan sekolah nasional. negeri. ada aturan dalam berpakaian, yakni memakai seragam sekolah. berbeda dengan kuliah yang menggunakan baju bebas. menurut saya selama itu diikuti tak masalah. lagi pula yang diseragamkan itu tidak semuanya bukan? apakah siswa-siswi juga harus pakai model sepatu yg sama, atau kaos kaki sama, atau ikat pinggang yang sama? tentu tidak bukan? lagipula selama dia memakai seragam sekolah tidak masalah, karena itu artinya status dia ketika itu seorang siswa. apakah dengan alasan berjilbab kita harus melarang anak untuk mendapat pendidikan? sekarang bayangkan, berapa juta rakyat indonesia yang tak mampu beli seragam, atau tak mampu bersekolah dengan seragam lengkap? apa mereka diusir karena tidak memenuhi "standart"? kalo itu yang terjadi, wah, sungguh hak asasi seorang manusia sudah dibatasi.
    di sekolah khsus, contoh muhamadiyah, SMA hindu dharma, ato kristen sekolah santo yoseph. memang dijawibkan jenis pakaian tertentu yang menonjolkan identitas keagamaan. Sejauh yang saya ketahui, karena kita bicara sekolah negeri, tidak ada peraturan yang secara nasional melarang seorang siswa untuk berjilbab di. kalau ada yang menbantah, tunjukkan!? dengan demikian berjilbab adalah kebebasan seseorang yang tak boleh dilanggar oleh orang lain!

    jadi pisahkan dan cerna dulu maksudnya bagaimana. ok....

    ReplyDelete
  14. M I R I S bacanya...... Indonesia oooh Indonesia, saya bantu share biar banyak yg baca

    ReplyDelete
  15. SMA N 2 Dps pernah memperbolehkan siswinya berjilbabdi tahun 2007..

    jangan dulu deh ngomongin agama, kita omongin aja hukum di Indonesia.. pelarangan ini melanggar :
    Hak Warga Negara dalam Kebebasan Beragama [UUD 45 Pasal 29 ayat (1), (2), 28B ayat (2), 28C ayat (1),(2), Pasal 28E ayat (1),(2), Pasal 28I ayat (1),(2),(4),(5), Pasal 28J ayat (1),(2)]

    Surat Edaran Dikdasmen No : 1174/C/PP/2002 : "Siswa Diperkenankan Menggunakan Pakaian Berjilbab yang bentuk dan rancangannya diserahkan sepenuhnya kepada Sekolah dengan mengikutsertakan Komite Sekolah/BP3"

    ini bisa di cek.. :D

    ReplyDelete
  16. Dulu waktu saya sekolah di SMP Nasional Denpasar tahun 2006-2009 tidak diperbolehkan untuk sholat jum'at, apalagi sholat dzuhur n ashar. Ketika masuk waktu jum'at, saya sengaja membolos 2 mapel demi sholat Jum'at. Alhasil kena marahpun pasti dari beberapa guru :D

    ReplyDelete
  17. yang ingin mendukung, bisa kirim petisi melalui ini.. http://chn.ge/1d3g2lx

    ReplyDelete
  18. Ngaca oi yang komen, itu sekolah berbasis agama mayoritas. Kalau gak tau apa gak usah komen macam" dah, mau kelihatan pintar tapi jadi idiot sendiri. Sejarah di Bali itu Sekolah NEGERI'nya rata" lebih Prefer ke Agama Hindu. sama halya kayak SMAK SMPK SDK Sekolah Menengah Atas Kristen dll intinya wajar kalau biar seragam bukan di larang tapi menghormati yang mayoritas. sama kayak Sekolah Menengah Pertama Muhamadiyah dll mereka juga mayoritas Islam dan ada murid yang beragama Hindu juga di sini ( saya ngomongin di Bali ya ) jadi wajar lah sekolah punya peraturan buat kayak gitu. jangan pernah ngmong Gak ada TOLERANSI di sini. Kalian tau apa soal TOLERANSI ? wong di sini pas hari raya NYEPI pas Jum'at yang Muslim bisa keluar buat Sholat juga kok. Kok masih bilang gak ada Toleransi, Kalau mau Adu Domba kami mending kalian mati aja. Blajar cari pinter bukan di cari perkara kalau gak di bolehin pake Jilbab di sekolah ya udah toh di luar sekolah juga bisa SELAMA GAK DI LARANG BERIBADAH GAK JADI MASALAH.

    ReplyDelete
  19. semakin hari negeri ini makin menjauhkan seseorang dr menjalankan kewajibannya terhadap tuhannya...kita tunggu saja kehancurannya. aturan sekolah itu aturan yg dibuat manusia bisa dikompromikan diberi kelonggaran mendaptkan toleransi tp kalau berjilbab it aturan dr Allah gak bs ditawar tawar....tu sekolah Negeri bkn sekolah Org hindu walaupun mayoritas hindu mereka tidak punyak hak seujung kukupun utk melarang org2 menjalankan kewajiban terhadap tuhannya

    ReplyDelete
  20. diskriminasi, org hindu kalau di lain tempat saja, tak tak pernah didiskriminasi mau pake atribut agamanya kayak apa kek tak mengapa, tak pernah ribut tuh orang non hindu, malah polisi aja kalau liat mereka di jalan ga pake helm asal pakai "udeng" juga gak dimasalahkan kok? kenapa ini hanya masalah jilbab mereka sewot? banyak alasan? mana toleransi orang hindu? itu sma NEGERI milik seluruh RAKYAT INDONESIA bukan MILIK ORANG BALI HINDU!

    ReplyDelete
  21. ini namanya bully atas dasar agama.....

    ReplyDelete
  22. emang di daerah lain ada yg melarang orang bali untuk melaksanakan kepercayaannya?

    ReplyDelete
  23. emang di daerah lain ada yg melarang orang bali untuk melaksanakan kepercayaannya?

    ReplyDelete
  24. Wahai org Bali, bukalah mata dan hati kalian, tdkkah kalian berfikir andai saudar2 kalian yg ada di daerah org lalu diperlakukan demikian???? Klo ingin membuat sekolah dgn mnggunakan full aturan Hindu, boleh saja, spt halnya Muhammadiyah yg notabene aturan Islam, atau Santo Yoseph dg aturan kristennya, Hindupun boleh demikian, nenerapkan aturan Hindu pd skolah buatannya, bukan menerapkannya di sekolah Negeri, sekolah Pemerintah,,,,,,,, jadi klo ada yg msh mngatakan bhw Bali kan minoritas Hindu, jadi yg tdk mau ngikuti baiknya mati saja atau pergi dari Bali, tolong utk berkaca dulu, sdh benarkah yg sy ucapkan???? ,,,,,,, bgmn perasaanmu jika saudaramu diluar sana spt di jawa, sumatra, dll, juga diperlakukan demikian????

    ReplyDelete
  25. Gemawan Fauzi waktu menjadi gubernur Sumatra Barat mengeluarkan peraturan bahwa SEMUA anak perempuan dari SEMUA sekolah pada hari Junmat HARUS memakai jilbab.

    ReplyDelete
  26. cobalah mnyelesaikan msalah apapun itu dgn musyawarah,, brkumpul di suatu tmpat dan stiap org bebas brpendapat tentu nya dgn kepala dingin,, jika masalah di selesaikan dengan ocehan atau ngomel alias ngotot gtu g bkal bsa kelar malah mnimbulkan prmsalahan yg baru,,
    1 lagi,, kaum mayoritas yg komen di atas dan ngomel" atas pngetahuan mreka yg tdk di dasari dgn hukum atau undang" yg berlaku,, knpa ya kbnyakan dri mreka memakai ANONIM,, antara g pnya akun google atau akun lain nya atau bgaimana,,?
    zaman sudah brkembang kawan,, slesaikan msalah jgn sperti slesaikan mslah di jaman dulu yg bisa nya asal hajar bacok sana bunuh sini bhkan smpai suruh org mati aja seenak nya,,
    jjur org semacam itu yg sok"an salah dia lahir zaman sekarang,, hrus nya dia lahir di jaman penjajahan,, itung" sifat yg mrasa diri paling hebat dan paling kuat itu bsa di gunakan unt melawan pnjajah dri bangsa lain,, bukan di gunakan untuk trlihat garang di zaman skrang,, apalagi unt lawan"an dgn bangsa sndri,,

    jika ada slah kata sya mhon maaf,, trims,,

    ReplyDelete
  27. aku setuju aja...., supaya teroris gak berkembang di bali...., apa lupa kalian orang2 islam kasus bob bali 1 dan 2 ???? itu perbuatan muslim agama setan...

    ReplyDelete
  28. bangun gereja di jawa barat aja gak boleh..., malah ada yang di suruh di bongkar....., wajar aja di bali gak boleh pakek jilbab mungkin trauma khasus bom bali...., islam adalah teroris....

    ReplyDelete
  29. emangnya di arab saudi boleh masuk ajaran agama lain....., islam teroris... penghancur dunia....

    ReplyDelete
  30. maaf untuk 3 Anonim di atas sya,, khusus nya Anonim yg nomer 3 dri atas saya,,
    dosen sya prnah brkata dan sya pkir prkataan nya itu bnar,, di saat seseorang melakukan suatu prbuatan yg slah,, maka slahkan lah org itu,, jgn slahin apa agama yg di anut oleh org" tsb,, apakah anda brani mnjamin di salah 1 agama itu org" nya baik smua,,? g bakal,, psti ada juga org yg macam itu,, di islam cntoh nya ya kyak bom bal itu,, kl dri hindu ada anggota mana gtu di tangkep krena suatu kasus,, di kristen budha dan agama lain psti ada bro,, cuman kita nya aja yg g tau dan mungkin males cari tau begituan,, ya kan,,?

    untuk Anonim nomer 2 di atas sya,,
    apa anda brani jamin bahwa di jawa barat g da gereja sama sekali,,? berani g,,? klu blom brani jgn asal ceplos blang g boleh bngun gereja bro,, emang km udah cek di jawa barat sna bhwa g da gereja,,? jgn kan gereja,, di jawa pun bangun pura gpp kok,, sya asal banyuwangi tpi dri kcil dah tinggal di bali,, tetangga sya ada yg org hindu dan ada pura di sna,, g jd mslah,, di sna hidup damai g membedakan sperti komen" yg skrang ini,, itu smua kan trgantung individu masing" bro,, bukan trgantung agama apa yg mreka anut,,

    dan untuk Anonim tepat di atas saya,,
    apa anda pernah ke arab,,?
    dosen agama islam sya yg dh prnah bolak balik ksna untuk berhaji,, beliau blang bhwa di sna ada juga agama slain islam,, contoh nya kristen,, yg membedakan hnya yg islam pkai pakaian trtutup dan pakai jilbab sdangkan yg non islam pakai pakaian tertutup namun tdk mngenakan jilbab,,
    klu blom prnah cek ksna lngsung jgn asal ceplos bro,,

    maaf klu sya brkata bgni,, bkan krena sya membela agama sya,, di sni sya hnya ingin meluruskan saja,, coba brfikir dgn otak yg baik dan kepala yang dingin,, jgn dgn emosi yg mlah bkin pkiran kita kacau dan asal ceplos tnpa ada bukti ataupun tnpa ada referensi yg kita tau,, kalau anda org berpendidikan maka anda juga akan mulai brfikir dewasa,, bukan brfikir layak nya bocah,, trimakasih,,

    ReplyDelete
  31. Aturan di setiap sekolah sudah diberikan pada saat pertama orang tua menyerahkan anak didiknya ke sekolah. tentunya sudah di tanda tangani dan dicermati.. kalu tidak setuju tentu saja disampaikan sebelum masuk sekolah.. Setelah ditandatangani artinya seluruh siswa mengikuti aturan yang sudah ada.. Ingat bahwa sekolah adalah stakehoulder yang utuh antara siswa, peserta didik, guru, komite, dan pemerintah. Jadi aturan yang ditetapkan sudah persetujuan seleuruh stakehoulder tersebut... :)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.