Header Ads

Aksi Bela Islam

Inilah Kesaksian "Merinding" Dokter yang Menunggui Kiai Sahal Menjelang Wafat

KH Sahal Mahfudz
Ada kejadian menyentuh hati saat Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari.

Dokter H Imron Rosyidi yang menungguinya mengaku baru kali ini merasa takut menunggui orang yang hendak meninggal. Ia bahkan sampai merinding dan bulu kuduknya berdiri.

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Seperti dilansir NU Online, dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Dari Kamis malam hingga Jum'at dini hari. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang.

Kiai Sahal lahir pada17 Desember 1937. Kiai yang sejak muda telah mengasuh Pondok Pesantren Mathali' ini merupakan salah satu tokoh NU berpengaruh, kerap terlibat dalam penyusunan dan penetapan penerapan hukum Islam baik klasik maupun kontemporer.

Berikut ini daftar karya tulis Kiai Sahal:

Buku (kumpulan makalah yang diterbitkan):

1. Thariqatal-Hushul ila Ghayahal-Ushul, (Surabaya: Diantarna, 2000)
2. Pesantren Mencari Makna, (Jakarta: Pustaka Ciganjur, 1999)
3. Al-Bayan al-Mulamma' 'an Alfdz al-Lumd", (Semarang: Thoha Putra, 1999) Telaah Fikih Sosial,
4. Dialog dengan KH. MA. Sahal Mahfudh, (Semarang: Suara Merdeka, 1997) Nuansa Fiqh Sosial (Yogyakarta: LKiS, 1994)
5. Ensiklopedi Ijma' (terjemahan bersama KH. Mustofa Bisri dari kitab Mausu'ah al-Ij ma'). (Jakarta; Pustaka Firdaus, 1987).
6. Al-Tsamarah al-Hajainiyah, I960 (Nurussalam, t.t)
7. Luma' al-Hikmah ila Musalsalat al-Muhimmat, (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati).
8. Al-Faraid al-Ajibah, 1959 (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati)

Risalah dan Makalah (tidak diterbitkan):

1. Tipologi Sumber Day a Manusia Jepara dalam Menghadapi AFTA 2003 (Workshop KKNINISNU Jepara, 29 Pebruari 2003).
2. Strategi dan Pengembangan SDM bagi Institusi Non-Pemerintah, (Lokakarya Lakpesdam NU, Bogor, 18 April 2000).
3. Mengubah Pemahaman atas Masyarakat: Meletakkan Paradigma Kebangsaan dalam Perspektif Sosial (Silarurahmi Pemda II Ulama dan Tokoh Masyarakat Purwodadi, 18 Maret 2000).
4. Pokok-Pokok Pikiran tentang Militer dan Agama (Halaqah Nasional PB NU dan P3M, Malang, 18 April 2000)
5. Prospek Sarjana Muslim Abad XXI, (Stadium General STAI al-Falah Assuniyah, Jember, 12 September 1998)
6. Keluarga Maslahah dan Kehidupan Modern, (Seminar Sehari LKKNU, Evaluasi Kemitraan NU-BKKBN, Jakarta, 3 Juni 1998)
7. Pendidikan Agama dan Pengaruhnya terhadap Penghayatan dan Pengamalan Budi Pekerti, (Sarasehan Peningkatan Moral Warga Negara Berdasarkan Pancasila BP7 Propinsi Jawa Tengah, 19 Juni 1997)
8. Metode Pembinaan Aliran Sempalan dalam Islam, (Semarang, 11 Desember 1996)
9. Perpustakaan dan Peningkatan SDM Menurut Visi Islam, (Seminar LP Ma'arif, Jepara, 14 Juli 1996)
10. Arah Pengembangan Ekonomi dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat, (Seminar Sehari, Jember, 27 Desember 1995)
11. Pendidikan Pesantren sebagai Suatu Alternatif Pendidikan Nasional, (Seminar Nasional tentang Peranan
12. Lembaga Pendidikan Islam dalam Peningkatan Kualitas SDM Pasca 50 tahun Indonesia Merdeka, Surabaya, 2 Juli 1995)
13. Peningkatan Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Berkualitas, (disampaikan dalam Diskusi Panel, Semarang, 27 Juni 1995)
14. Pandangan Islam terhadap Wajib Belajar, (Penataran Sosialisasi Wajib belajar 9 Tahun, Semarang 10 Oktober 1994)
15. Perspektif dan Prospek Madrasah Diniyah, (Surabaya, 16 Mei 1994)
16. Fiqh Sosial sebagai Alternatif Pemahaman Beragama Masyarakat, (disampaikan dalam kuliah umum IKAHA, Jombang, 28 Desember 1994)
17. Reorientasi Pemahaman Fiqh, Menyikapi Pergeseran Perilaku Masyarakat, (disampaikan pada Diskusi Dosen Institut Hasyim Asy'ari, Jombang, 27 Desember 1994)
18. Sebuah Releksi tentang Pesantren, (Pati, 21 Agustus 1993)
19. Posisi Umat Islam Indonesia dalam Era Demokratisasi dari Sudut Kajian Politis, (Forum Silaturahmi PP Jateng, Semarang, 5 September 1992).
20. Kepemimpinan Politik yang Berkeadilan dalam Islam, (Halaqah Fiqh Imaniyah, Yogyakarta, 3-5 Nopember 1992)
21. Peran Ulama dan Pesantren dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Umat, (Sarasehan Opening RSU Sultan Agung, Semarang, 26 Agustus 1992).
22. Pandangan Islam Terhadap AIDS, (Seminar, Surabaya,1 Desember 1992)
23. Kata Pengantar dalam buku Quo Vadis NU karya Kacung Marijan, (Pati, 13 Pebruari 1992)
24. Peranan Agama dalam Pembinaan Gizi dan Kesehatan Keluarga, Pandangan dari Segi Posisi Tokoh Agama, Muallim, dan Pranata Agama, (Muzakarah Nasional, Bogor, 2 Desember 1991)
25. Mempersiapkan Generasi Muda Islam Potensial, (Siaran Mimbar Agama Islam TVRI, Jakarta, 24 Oktober 1991)
26. Moral dan Etika dalam Pembangunan, (Seminar Kodam IV, Semarang, 18-19 September 1991)
27. Pluralitas Gerakan Islam dan Tantangan Indonesia Masa Depan, Perpsketif Sosial Ekonomi, (Seminar di Yogyakarta, 10 Maret 1991)
28. Islam dan Politik, (Seminar, Kendal, 4 Maret 1989)
29. Filosofi dan Strategi Pengembangan Masyarakat di Lingkungan NU, (disampaikan dalam Temu Wicara LSM, Kudus, 10 September 1989)
30. Disiplin dan Ketahanan Nasional, Sebuah Tinjauan dari Ajaran Islam, (Forum MUIII, Kendal, 8 Oktober 1988)
31. Relevansi Ulumuddiyanah di Pesantren dan Tantangan Masyarakat, (Mudzakarah, P3M, Mranggen, 19-21 September 1988)
32. Prospek Pesantren dalam Pengembangan Science, (Refreshing Course KPM, Tambak Beras, Jombang 19 Januari 1988)
33. Ajaran Aswaja dan Kaitannya dengan Sistem Masyarakat, (LKL GP Anshor dan Fatayat, Jepara 12-17 Februari 1988)
34. AIDS dan Prostisusi dari Dimensi Agama Islam, (Seminar AIDS dan Prostitusi YAASKI, Yogyakarta, 21 Juni 1987)
35. Sumbangan Wawasan tentang Madrasah dan Ma'arif, (Raker LP Ma'arif, Pati, 21 Desember 1986)
36. Program KB dan Ulama, (Pati, 27 Oktober 1986)
37. Hismawati dan Taman Gizi, (Sarasehan gizi antar santriwati,
38. Administrasi Pembukuan Keuangan Menurut Pandangan Islam, (Latihan Administrasi Pembukuan dan Keuangan bagi TPM, Pan, 8 April 1986)
39. Pendekatan Pola Pesantren sebagai Salah Satu Alternatif membudayakan NKKBS, (Rapat Konsultasi Nasional Bidang, KB, Jakarta, 23-27 Januari 1984)
40. Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Lokakarya Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Jakarta, 6-8 Januari 1983)
41. Tanggapan atas Pokok-Pokok Pikiran Pembaharuan Pendidikan Nasional, (27 Nopember 1979)
42. Peningkatan Sosial Amaliah Islam, (Pekan Orientasi Ulama Khotib, Pati, 21-23 Pebruari 1977)
43. Intifah al-Wajadain, (Risalah tidak diterbitkan)
44. Wasmah al-Sibydn ild I'tiqdd ma' da al-Rahman, (Risalah tidak diterbitkan)
45. I'dnah al-Ashhdb, 1961 (Risalah tidak diterbitkan)
46. Faid al-Hija syarah Nail al-Raja dan Nazhdm Safinah al-Naja, 1961 (Risalah tidak diterbitkan) Al-Tarjamah al-Munbalijah 'an Qasiidah al-Munfarijah, (Risalah tidak diterbitkan)

[AM/NU/SantriPegon]

12 comments:

  1. BERIKANLAH BELIAU KEINDAHAN SURGA YNG DI IMPIKANYA, AMIIN:-)

    ReplyDelete
  2. Innalillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'uun

    WAFATNYA ULAMA LAKSANA BINTANG YANG PADAN
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menegaskan ulama sebagai penerusnya, juga menegaskan wafatnya para ulama sebagai musibah. Rasulullah bersabda:

    مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

    Artinya: “Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran
    yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama” (HR al-Thabrani dalam Mujam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda’)

    ReplyDelete
  3. mbah Sahal adalah ulama, insya Allah dalam makna yang sebenarnya.
    alim
    faqih
    amilin
    da'i
    beliau terkemuka di bidang ilmiah, pun juga terkemuka di tataran Amal.
    Allahumma ighfirlahu warhamhu
    amin
    jilbab

    ReplyDelete
  4. Ya Allah angkatlah derajatnya.. muliakanlah beliau di sisimu dan Rosulmu. amin..

    ReplyDelete
  5. ya Allah ampunilah beliau masukkan dalam surgamu

    ReplyDelete
  6. Tanda-tanda semakin dekat hari kiamat adalah semakin banyak alim ulama yang dipanggil Allah keharibaan-Nya. Semoga Alah melapangkan kuburnya, dan menempatkan Kiai Sahal dengan syuhada was sholihin. Amiiieen ya Allah.

    ReplyDelete
  7. Subhanalloh....semoga iman islam beliau diterima disisi Allah.SWT dan kita mesti bersedih karena janji Allah telah ditepati dimana akhir jaman Allah angkat kembali Ilmu - ilmu dengan memanggil para Ulama atau Kyai.

    ReplyDelete
  8. SUBHANALLAH...mari kita sama2 ucapkah AL-FATIHAH untuk beliau.

    ReplyDelete
  9. Semoga Kita pun dapat karunia dari Allah ketika menjelang memasuki gerbang sakaratul maut layaknya Syaikhuna al-Mukarram K.H. Sahal. Amin

    ReplyDelete
  10. sayang penyampaian beritanya tidak utuh sebagaimana dakwatuna.com yang mencoba menyampaikan secara utuh menjelang wafatnya KH. Sahal....

    ReplyDelete
  11. Innalillahi wa'inna ilaihi rojiun.... Semoga husnul khotimah... Aamiin

    ReplyDelete
  12. Mohon info, buku2, risalah/makalah beliau bisa ditemukan dimana ya..terima kasih

    ReplyDelete

Powered by Blogger.