Header Ads

Aksi Bela Islam

Jika Kendala Dana, Muslimat NU Siap Sumbang Jilbab Polwan Se-Indonesia

Khofifah Indarparawansa - Ketua Muslimat NU
Khofifah Indar Parawansa - Ketua Muslimat NU
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan siap menyumbang dan memenuhi kebutuhan jilbab bagi Polwan Muslimah di seluruh Indonesia jika masalah dana menjadi kendala penerapan kebijakan Kapolri tersebut.

"Kalau Polri tidak memiliki alokasi anggaran pengadaan bagi Polwan yang ingin berjilbab, saya siap membantu berapapun kebutuhan yang diperlukan," ujarnya saat meresmikan Yayasan Radiant Indonesia (YRI) di Jalan Jambangan Kebon Agung Surabaya, Ahad (5/1), dikutip dari Antara.

Ia mengapresiasi kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman yang mempersilahkan Polwan berjilbab. Menurut dia, di samping untuk melaksanakan tugas, jilbab sekaligus mengamalkan Syariat Islam.

Khofifah yang pernah menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu mengaku awal Desember 2013 sudah mengirim pesan singkat melalui pesan singkat kepada Kapolri Jenderal Sutarman.

Hanya saja, hingga saat ini belum mendapat respon dari Kapolri yang juga pernah menjabat sebagai ajudan pribadi (Alm) Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.

"Kalau nanti dijawab, saya mau pastikan berapa kebutahannya, warna, dan bahannya seperti apa. Saya bersama teman-teman siap mengkoordinir membantu berapapun jilbab yang dibutuhkan, bahkan bisa lebih," lanjutnya.

Sejumlah kerabat Khofifah yang sudah menyatakan kesediaan dan kesanggupannya membantu pengadaan jilbab Polwan, antara lain Arzeti Bilbina, Neno Warisman, dan lainnya.

Menurut dia, jika negara tak sanggup mengalokasikan anggaran untuk kepentingan kaum muslimah melaksanakan Syariat Islam merupakan sebuah ironi. Pasalnya, subsidi BBM yang nilainya mencapai triliunan bisa teratasi.

"Pencerahan suatu kaum itu bisa terjadi antara ulama atau kiai dan umara atau pemerintah bisa bersatu. Ini yang diinginkan bersama dan semoga segera terealisasi," kata Khofifah. [Antara/Bersamadakwah]

5 comments:

  1. Mantap. Polri mau cari alasan apa lagi, solusi sudah terbentang, jangan dipersulit lagi !

    ReplyDelete
  2. yaelah, gajinya POLWAN segitu kecilkah buat beli jilbab ? sedangkan buat kredit kendaraan dan alat make up gampang bener.

    ReplyDelete
  3. bukankan sama aja sama pegawai negara lain, kalo berjilbab ya jilbabnya beli sendiri juga gak apa apa. yang penting kan aturannya ada dan membolehkan aja.

    ReplyDelete
  4. Kembali k pribadinya juga.. Klo emang niat berjilab krn Alloh, masa takut krn aturan? Mending gak jadi polisi tapi berjilbab, drpd jadi polisi namun buka2an.. Hoho..hidup itu pilihan : duniamu atau akhiratmu

    ReplyDelete
  5. Sebagai warga negara yang beradab ketimuran, memang seharusnya jilbab diharuskan bagi muslimah, tampa pandang bulu, baik itu kepada penegak hukum, pemerintahan maupun rakyat jelata. Saya sangat mendukung menyumbang apabila negara tidak ada dana. Kami siap mengumpulkan dana. Apa perlu .... apa nggak malu ..... Masak mayoritas muslim, petinggi negara muslim kalah dengan petinggi non muslim. kalausaya menjadi petinggi muslim sangat malu tidak bisa menegakkan dan membela sesama muslim dan muslimah. mana rasa persaudaraanmu.....

    ReplyDelete

Powered by Blogger.