Header Ads

Kontroversial, PBNU Setuju Ide Lokalisasi

Papan nama PBNU
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyetujui ide lokalisasi pelacuran untuk menekan penyebaran HIV/AIDS. Demikian dikatakan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr Imam Rajidi SpOG dalam jumpa pers Pertemuan Evaluasi Program Penanggulangan HIV dan AIDS di Jakarta, Selasa (21/1).

"Kalau dilokalisir, lama-lama pelacurnya akan habis dengan sendirinya," kata Imam, seperti dikutip Hidayatullah.com, Rabu (22/1).

Lembaga Bahtsul Matsail, menurut Imam, juga menetapkan bahwa memakai kondom untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS hukumnya wajib. Namun, hal itu bukan berarti PBNU mendukung perzinaan.

"Maksudnya free sex tetap zina. Namun, pemakaian kondom (di kalangan perzinaan) untuk mencegah HIV dan AIDS adalah wajib," tandas Imam.

Imam mengakui, tidak semua warga NU setuju dengan fatwa kondom dan ide lokalisasi pelacuran. Diantaranya, Pengurus Wilayah NU Jawa Timur. Tapi Imam mengatakan, pihaknya telah meluncurkan dua buku tentang AIDS yang berisi fatwa dan pandangan PBNU tentang penanggulangan AIDS.

"Jadi pihak-pihak yang tidak setuju bisa merujuk ke sana," lanjut Imam.

NU merupakan salah satu organisasi yang mendapatkan dana Rp 161 miliar dari The Global Fund, institusi keuangan internasional yang bertujuan untuk memerangi AIDS, Tuberculosis dan Malaria. Selain NU, ada Kemenkes yang mendapatkan dana Rp 626 miliar, KPAN Rp 359 miliar, dan PKBI (Rp 191 miliar. [AM/Hidayatullah/Bersamadakwah]
Powered by Blogger.