Header Ads

Aksi Bela Islam

Lipat Gandakan Energi Juangmu

Semangat Islam - ilustrasi
Sebagai umat Islam, kita harus memiliki interest terhadap sesama dan mengaplikasikan Islam dalam kehidupan sehari hari. Sehingga, Islam yang mulia bukan sekedar teori, namun juga aplikasi. Agar Islam, terasa rahmatnya bagi semesta. Sayangnya, banyak umat Islam yang acuh terhadap aspek praktek ini. Malahan, banyak kita temui, justru orang-orang non islamlah yang lebih sesuai perilakunya dengan apa yang diajarkan oleh Islam.

Sebut saja satu contoh yang terjadi di China. Pertugas keamanan atau polisi di negeri itu juga memberikan contoh dalam penegakan hukum, mereka mencegah orang berbuat salah dengan berjaga di jalan dengan berpanas panas. Sebaliknya, di Indonesia mereka bertindak setelah kejadian terjadi yang berarti bukan mencegah pelanggaran itu sendiri.

Kaum muslimin juga harus memiliki semangat baja dalam memperbaiki diri melalui ilmu pengetahuan. Karena memang, salah satu unsur penyusun kokohnya sebuah peradaban adalah ilmu dan tradisi keilmuan yang mengakar kuat.

Adalah Ibrahim an-Naimi. Dulu, beliau yang bekerja sebagai Office Boy lantaran bukan lulusan dari sekolah manapun. Beliau menemukan minuman di tempat sampah yang beliau asumsikan sudah tidak ada yang punya dan boleh untuk diminum. Ketika meminum itu, beliau serta merta dibentak oleh insyiur yang bekerja di sana seraya melarang tindakannya itu.

Bermula dari peristiwa tersebut, beliau termotivasi untuk belajar dan bekerja. Dihabiskanlah waktu siang dan malam untuk kerja dan mendapatkan ijazah. Hingga akhirnya, beliau mendapat beasiswa Studi Perminyakan di Lehigh University, Amerika Serikat dari Pimpinan PT Aramko saat itu. Prestasinya pun melejit hingga akhirnya, beliau berhasil menyabet gelar Magister Geologi di Universitas Stanford. Selepas merampungkan studinya, beliaupun diangkat menjadi salah satu pimpinan di perusahaan tersebut.

Hingga akhirnya, bertemulah beliau dengan insinyur yang dulu pernah memarahinya ketika hendak meminum air dari tempat sampah. Sang insinyurpun berujar, ketika hendak meminta ijin kepada Ibrahim an Naimi, "Semoga Anda tidak dendam terhadap peristiwa beberapa tahun yang lalu.”
Dengan gugup, terkejutlah sang Insinyur ketika mendengarkan balasan dari Ibrahim an-Naimi, ”Terima kasih. Justru aku termotivasi karena kejadian itu.”

Dalam sejarah kehidupan berikutnya, Ali bin Ibrahim Al-Naimi ini adalah Menteri Sumber Daya Minyak dan Mineral Arab Saudi. Ketika itu, beliau memiliki penghasilan sebesar 264 Miliar.

Begitulah. Banyak sekali teladan yang bisa kita adopsi, demi perbaikan diri kita di masa mendatang. Kisah lain, adalah seorang nenek yang sembuh dari sakit tulang dan rematiknya dengan mendengarkan rekaman dirinya yang berbunyi, "Saya senang kaki saya sehat." Ia mendengarkan rekaman itu selama 3 bulan atau sama dengan 108.000 kali. Yang mengejutkan, nenek itu sembuh dari sakitnya pada bulan keempat.


Kisah lainnya juga bisa kita dapatkan dari Syeikh Amar Bugis. Dalam kondisi cacat dan hanya mengandalkan mata, pendengaran dan otaknya, beliau berhasil menghafal al-Qur’an dalam usia 13 tahun.

Semoga, diri tak pernah lelah untuk memperbaiki kualitasnya. Aamiin. []

Disarikan dari Acara Muhasabah Akhir tahun Selasa, 31 Desember 2013 di Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik yang diselenggarakan Takmir masjid dan IKADI Gresik.

Penulis : Danil Setiawan
Editor : Pirman

No comments

Powered by Blogger.