Header Ads

Aksi Bela Islam

Ahok "Semprot" Guru Honorer sampai Pingsan

Eva setelah pingsan (foto Okezone)
Sebanyak lima guru honorer mendatangi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Kamis sore (13/2) di Balai Kota Jakarta. Mereka mengadukan tim seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tak meluluskannya.

Namun, kedatangan mereka yang mengharap solusi dari mantan Bupati Belitung Timur itu, justru mendapat "semprot" amarah dari mantan anggota DPR Komisi II itu. Bahkan, salah satu dari mereka sempat menangis dan pingsan usai Ahok memarahi.

DIkutip dari Okezone.com, Kejadian berawal saat salah satu guru honorer, Eva, yang datang bersama teman-teman lainnya itu mempertanyakan sistem seleksi CPNS yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, pengabdiannya selama 10 tahun menjadi guru honorer tak kunjung membuat ia diangkat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Eva bertanya saat para awak media tengah melakukan wawancara dengan Ahok.

"Pak, saya sudah 10 tahun menjadi guru honorer kenapa saya tidak lulus PNS, Pak? Teman saya yang baru menjadi guru honorer dan juga anak kepala sekolah kenapa bisa lulus, Pak?" kata Eva di depan ruang kerja Ahok, Kamis (13/2).

Ahok pun bertanya-tanya soal siapa orang-orang yang dimaksud oleh mereka. Namun, para guru honorer tersebut tak puas dengan jawaban Ahok dan sempat terjadi perdebatan di antara mereka.

Kemarahan Ahok pun memuncak saat guru honorer lainnya, Sutaji, mengatakan di mana janji pemerintah untuk menyejahterakan guru honorer. Ahok yang tersulut emosi pun langsung memarahi mereka sembari menunjuk.

"Kalau mau ngomong kesal-kesalan sama pemerintah, Pak ya, saya pun kesal. Kenapa pemerintah begitu goblok ngangkat honorer jadi guru langsung PNS. Padahal, banyak ajak saudara. Ajak saudara, enggak tes juga honorer," kata Ahok.

Ahok juga menyemprot mereka lantaran mereka baru mengadu saat sudah tidak lulus dan tak memberitahunya sejak awal jika ada kecurangan saat sebelum tes.

"Sekarang bantu saya, siapa yang curang di honorer? Saya orangnya kesalan. Kenapa kesalan? Kenapa sebelum tes lu enggak ngomong sama gua. Setelah kamu enggak lulus, kamu baru ngomong. Itu yang gua enggak suka jadi orang. Kalau lulus kamu diam. Maksud saya, jangan begitu jadi orang. Saya sudah ngomong dari 2,5 tahun lalu, kalau ada ketahuan maling masuk ikut tes, lu kasih tahu gua. Menpan itu bukan di bawah saya, BKD baru di bawah saya!" ucapnya.

Pernyataan akhir Ahok tersebut kemudian membuat Eva menangis kencang hingga akhirnya pingsan dan digotong ke tempat di samping lift lantai dua Balai Kota. Sementara Ahok sudah berlalu masuk kembali ke ruang kerjanya.

Saat sadar, Eva pun hanya bisa mengeluh perihal sikap Ahok. "Saya kaget saja. Enggak usah marah-marah. Ngomong saja baik-baik," ucapnya sembari tersedu.

Eva dan kawan-kawan juga hanya bisa meratapi nasib sebagai guru honorer yang digaji hanya sebesar Rp650.000 hingga Rp700.000 per bulan.

"Kami sudah 10 tahun lebih jadi guru honorer. Mana janji pemerintah untuk memperhatikan kami?" ujarnya. []

17 comments:

  1. ngapain ngadu ama ahok,emang dia punya perasaan,dulu ente dukung sekarang udah begini baru nyesel,

    ReplyDelete
  2. kalau ditempat kami,,, kami mengajar bukan demi uang dan title PNS tapi harapan kami hanya demi RIDHO ALLAH, dan ketika kami mulai lelah atau futur kami mengadu langsung kepada ALLAH, bukan kepada orang..!!!!
    dan moto kami "semakin kita bersabar semakin banyak pundi-pundi pahala yang kita dapatkan"

    ReplyDelete
  3. Protes sistem perekrutan bukan berarti orang ngajar bukan karena Allah..... mksudnya kan supaya pemerintah jg lebih teliti jg dalam melihat nasib guru honorer.... sprti di daerah kami bahkan banyak guru yang sudah lebih 30 tahun jadi guru honorer sampai sekarang... dan sekarang hanya menerima gaji Rp.200.000/bulannya.....
    jaganlah memproteksi keluhan nurani mereka dengan kata "bekerjalah karena Allah" karena mereka juga punya keluarga, mereka juga punya kebutuhan sehari-hari, sementara waktu mereka kebanyakan digunakan untuk tugas mengajar, persiapan mengajar dan administrasi lainnya yang dibebankan oleh atasan mereka.....

    ReplyDelete
  4. Protes sistem perekrutan bukan berarti orang ngajar bukan karena Allah..... mksudnya kan supaya pemerintah jg lebih teliti jg dalam melihat nasib guru honorer.... sprti di daerah kami bahkan banyak guru yang sudah lebih 30 tahun jadi guru honorer sampai sekarang... dan sekarang hanya menerima gaji Rp.200.000/bulannya.....
    jaganlah memproteksi keluhan nurani mereka dengan kata "bekerjalah karena Allah" karena mereka juga punya keluarga, mereka juga punya kebutuhan sehari-hari, sementara waktu mereka kebanyakan digunakan untuk tugas mengajar, persiapan mengajar dan administrasi lainnya yang dibebankan oleh atasan mereka.....

    ReplyDelete
  5. Makanya Jangan Terpesona oleh Penampakan, Hati-Hati tokoh yg namanya Tiba-Tiba melambung Tinggi ...itu Hasil Kerja "Team marketing" yg terkadang hanya Mengelabui ... Setelah Jadi Ketahuan SIAPA MEREKA sesungguhnya.

    Ciri-Cirinya : Jika ada orang Melambung tiba-tiba di dukung Banyak Media KAPITALIS itu Pertanda Konspirasi aja .... Maka Jangan Tekecoh ..maka negara Kita akan Masuk Perangkap MAFIA.

    ReplyDelete
  6. Itu pejabat bagusnya di gantung aja kali ya, kerja ndag becus dan mau2nya sendiri

    ReplyDelete
  7. Minoritas yang menguasai mayoritas(ahok)...ini adalah tipe orang yang tidak bisa memimpin dengan sebenaar-benarnya,klo mimpin toko kelontong mungkin iya , ahok lu orang jangan belagu jadi wagub , mana ada orang yang tahu klo bakal jadi korban kecurangan,,haiyaa lu punya otak dmane ngkoh...

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Asal tau aja pemerintah DKI ga punya arah dalam mengelola jakarta. Blusukan jadi busuk semua. Serba ga jelas..
    Buat pelajaran kita semua nih.

    ReplyDelete
  10. Kenapa media-media teroris selalu menyudutkan Ahok? Baik dari artikel maupun komen-komennya?

    ReplyDelete
  11. yah..bgtlah indonesia..ga beda jauh nasibnya ma gue. jadi guru emang bukan untuk nyari duit..tapi lebih kepada pengabdian. Ngapain juga ngadu ke Ahok, emang bisa apa??? ngadu sama Allah swt aje, semoga dibukakan pintu rezeki, amiin.

    ReplyDelete
  12. sukses selalu buat bang ahok.... mantap pimpin indonesia

    ReplyDelete
  13. lanjutkan,,, kamu pasti bisa

    ReplyDelete
  14. muantap benar bang ahok ini

    ReplyDelete
  15. Budaya cina memang keras, Indonesia lemah lembut, jd Cina ngga bisa mimpin Indonesia, suruh aja pulang ke cina

    ReplyDelete
  16. Kalau kita sadari, kesalahan terletak pada kita; mengapa ? Pemerintah melalui BKD telah mengumumkan Daftar Tenaga Honorer K2 dan Pemerintah telah minta koreksi untuk melaporkan orang2 yang bukan termasuk honorer K2, tapi kenyataannya tak ada seorang pun yang berani melaporkan hal tersebut, mungkin karena ada rasa takut karena yang masuk anak pejabat atau hati nurani kita membiarkan mereka masuk alhasil setelah mengikuti Test CPNS mereka LULUS, kita merasa tersisihkan....., tapi hal itu bukan salah kita sepenuhnya sebab Instansi tempat mereka kerja kurang penataan kearsipannya sehingga data tidak ada, atau yang tidak ada di sulap menjadi ada, yah semua nanti ada pertanggungjawaban dihadapan Allah , semoga mereka menyadari dan mundur dari CPNS Insya Allah mereka akan lebih tenang dan akan bahagia, tapi kalua tetap bertahan Azab Allah akan datang kepada mereka yang berlaku curang

    ReplyDelete

Powered by Blogger.