Ini Tanggapan MUI dan Muhammadiyah Soal Video Hariri Injak Leher Orang

Logo MUI dan Muhammadiyah
Video yang memperlihatkan dai kondang Hariri menginjak leher petugas sound mendapatkan tanggapan dari Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia.

Ketua DPP Muhammadiyah Syafiq Mughni mengingatkan agar pada dai dan mubaligh mencontoh Rasulullah dalam berdakwah. Yakni dengan cara yang santun dan menyejukkan.

"Kalau ini benar terjadi, ini contoh termasuk tindak kekerasan yang melukai orang lain. Saya kira ini bertentangan contoh yang diajarkan Rasulullah SAW," ujar Ketua DPP Muhammadiyah, Syafiq Mughni kepada Republika, Rabu (12/2).

Syafiq mengaku belum sempat menonton secara langsung video yang menghebohkan itu. Ia pun mengaku belum kenal betul siapa sosok dai muda bernama Mohammad Hariri Abdul Aziz tersebut. Namun jika apa yang terjadi dalam video tersebut memang sebenarnya, maka ia pun tak setuju dengan perbuatan Hariri.

Tanggapan senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan. Menurutnya, tindakan kekerasan dalam berdakwah bukan cara yang diajarkan Rasulullah SAW.

"Kalau itu benar adanya, tentu itu menyalahi metode dakwah yang diajarkan Al Qur’an. Di dalam Al Qur’an berdakwah harus dengan kata-kata yang lembut dan dengan cara mau'izhatil hasanah," tuturnya kepada Republika, Rabu (12/2) malam.

Amidhan mengatakan, jika cara yang dinilai kasar tersebut yang dipakai Ustadz Hariri, tentu akan menjadikan orang lari dari Islam. Sedangkan tujuan dari dakwah itu sendiri adalah mengajak umat kepada Islam.

"Yang begitu itu, tentu akan menjadi dakwah yang kontra produktif. Jangankan orang akan mematuhi dan melaksanakan ajarannya, kalau begitu orang bisa menjauhi," papar Amidhan.

Menurut Amidhan, dalam Islam diajarkan cara berinteraksi dengan dua dimensi. Yaitu, hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal sesama manusia.

Keduanya harus diperhatikan seorang Muslim. Di samping membina hubungan baik dengan Allah, seyogyanya pula ia menjalin hubungan yang baik di tengah masyarakat. [AM/ROL/Bersamadakwah]
Powered by Blogger.