Header Ads

Aksi Bela Islam

KH Ma’ruf Amin: Majalah Tempo Ganggu Ketentraman Batin Umat Islam

KH Ma'ruf Amin
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencermati pemberitaan utama Majalah Tempo mengenai pengakuan lembaga sertifikasi halal luar negeri, terbit pekan ini. MUI menyatakan sebagian besar atau secara keseluruhan laporan “investigasi” Tempo itu mengandung ketidaksesuaian atau ketidakbenaran.

Dikutip dari Hidayatullah.com, dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua KH Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal H. M. Ichwan Sam, Majelis Ulama Indonesia menegaskan pemberitaan Majalah Tempo tersebut akan dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“(Dan) dapat memicu ekses yang lebih besar dalam memelihara ketentraman batin umat Islam, khususnya terhadap produk halal,” terang Kiai Ma’ruf Amin dalam pernyataannya kemarin ditulis Kamis (27/2/).

Oleh karenanya, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menyampaikan sikap mengenai proses sertifikasi halal dan pengakuan lembaga sertifikasi halal luar negeri.

Seperti diketahui, petinggi Majelis Ulama Indonesia dituding memainkan izin pemberian sertifikat halal di Australia dan negara lain.

Majalah Tempo mengklaim memiliki sejumlah bukti yang menunjukkan ada setoran-setoran yang dikirim terkait dengan pemberian lisensi untuk perusahaan di Australia.

Dalam laporannya ini, Majalah Tempo menerjunkan wartawannya ke Australia dan mengaku telah mewawancarai Ketua Halal Certification Authority yang berbasis di Sydney, Mohamed El-Mouelhy.

Mouelhy, dikutip Tempo, menuturkan siapa saja yang ingin mendapatkan lisensi itu harus membayar sejumlah uang ke MUI. Juga wajib membiayai perjalanan pejabat-pejabat MUI dan rombongan mereka ke Australia.

Sementara itu, pihak Halal Food Council of Europe (HFCE) dalam surat resminya tertanggal 24 Februari 2014, mengatakan laporan Majalah Tempo tidak benar sama sekali.

HFCE yang bermarkas di Brussel Belgia HFCE juga membantah pemberitaan Majalah Tempo bahwa Ketua MUI Amidhan di dalam Advisory Board HFCE. Pihak HFCE mengakui kalau Amidhan sering memberi nasihat soal produk halal. [Hidayatullah/bersamadakwah]


No comments

Powered by Blogger.