Khalid : Militer Perancis Ikut Bantai Umat Islam di Afrika Tengah

Tentara Perancis di CAR (foto AFP)
Sekjen Komisi Internasional untuk Pengenalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Khalid Abdurrahman Syayi’, meminta Uni Eropa melakukan tekanan kepada Perancis untuk menghentikan aksi-aksi kejam terhadap warga Muslim di Republik Afrika Tengah (CAR), Sabtu (15/2) lalu.

Dikutip dari Dakwatuna, Khalid menyatakan pembantaian yang dialami warga Muslim Afrika Tengah terjadi karena kerja sama milisi Kristen, pasukan pemerintah, dan juga pasukan Perancis yang sebenarnya bertugas menjaga perdamaian dan mencegah terjadinya pertumpahan darah di negara tersebut.

Pernyataan ini didasarkannya pada kesaksian saksi mata yang bisa dihubunginya di Afrika Tengah. Menurut saksi mata tersebut, aksi pembantaian dilakukan dengan sistematis dan sangat kejam. Warga Muslim dibakar, dimutilasi, diputus lehernya, dipotong kelaminnya hingga tewas, dan sebagainya. Ratusan warga Muslim telah menjadi korban, dan ratusan ribu lainnya mengungsi ke negara tetangga.

Menurut Khalid, di antara bukti keterlibatan pasukan Perancis adalah merampas senjata warga Muslim yang sebenarnya digunakan untuk membela diri. Setelah tanpa senjata, milisi-milis Kristen dengan mudah menyerang dan membantai mereka. [Dakwatuna/Bersamadakwah]

Powered by Blogger.