Header Ads

Aksi Bela Islam

Larang Sembelih Hewan, Denmark Terancam Rugi Besar

Bendera Denmark dibakar saat protes kartun Nabi (blader.org)
Kebijakan Pemerintah Denmark yang melarang penyembelihan hewan tanpa membiusnya terlebih dahulu justru merugikan perdagangan dan pariwisata negerinya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, negara itu diprediksi menderita multi-juta dolar akibat terhambatnya ekspor-impor daging sapi halal dari dan ke negara-negara teluk.

Dikutip dari ROL, Selasa (25/2), Denmark sebelumnya secara rutin menjadi pengekspor daging sapi dan unggas Halal ke negara-negara Teluk. Daging sapi tersebut adalah daging halal yang disemblih secara syariat Islam. Daging yang diekspor Denmark dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu pemasok kebutuhan daging negara-negara di Timur Tengah yang mayoritas berpenduduk Muslim.

Setelah kebijakan barunya itu, penjualan produk halal dari Denmark pun berakhir. Pemerintah Arab Saudi yang menjadi pengimpor daging sapi halal dari Denmark pun merasa terganggu. Secara resmi, Saudi telah mengajukan agar kebijakan baru tersebut segera dicabut.

Menurut sumber Dewan kamar dagang Saudi (CSC), kebijakan terkait pelarangan menyemblih hewan Halal tersebut hanya akan membebani perdagangan bilateral antara Denmark dan Saudi. Diperkirakan, nilai transaksi sebesar 1,6 miliar USD akan hilang begitu saja.

"Sekitar 55 persen dari ekspor Denmark ke Arab Saudi adalah berbasis pangan," tulis salah satu media Arab Saudi, Arabnews, Senin (24/2). [ROL/bersamadakwah]

No comments

Powered by Blogger.