Header Ads

Aksi Bela Islam

Mars One: Qur’an Mendorong Eksplorasi, Mohon Ulama UEA Batalkan Fatwa

Misi ke Mars (ilustrasi OnIslam)
Mars One, perusahaan Belanda yang telah mengundang para relawan untuk pergi ke Mars, meminta ulama Uni Emirat Arab (UEA) membatalkan fatwanya. Mars One juga berupaya meyakinkan umat Islam dengan menyebutkan bahwa Al Qur’an mendorong umatnya untuk melakukan eksplorasi luar angkasa.

“Dunia Islam kaya dengan tradisi eksplorasi,” kata Mars One dalam pernyatannya seperti dikutip The Telegraph.

“Ayat Qur’an, ‘Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui’ (QS. Ar Rum : 32) mendorong muslim untuk pergi dan melihat tanda-tanda ciptaan Allah di langit dan di bumi,” tambah pernyataan itu.

Dikutip dari OnIslam, Mars One mengundang para relawan untuk terbang ke Mars, namun sejauh ini belum menyediakan teknologi untuk kembali ke bumi. Perjalanan pertama akan dimulai pada 2023 dan setiap dua tahun sekali akan ada rombongan lain guna membangun koloni manusia permanen di planet merah itu.

Mars One mensyaratkan para relawan berusia antara 18 hingga 40 tahun dengan fisik yang sehat. Dengan hanya 38 dolar untuk perjalanan, ribuan sukarelawan termasuk 500 orang dari negara-negara Arab dilaporkan telah mendaftar untuk mengikuti misi yang menelan biaya 6 milyar dolar tersebut.

Dalam upaya untuk meyakinkan relawan Muslim, Mars One menyebutkan contoh-contoh dari tokoh Islam yang menjelajahi dunia ratusan tahun yang lalu.

"Contoh yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah wisatawan Maroko Muslim Ibnu Batutah, yang pada tahun 1325-1355 melakukan perjalanan 73.000 mil, mengunjungi setara dengan 44 negara modern," kata Mars One.

Mars One juga membantah bahwa misi itu sama saja dengan bunuh diri.

"Eksplorasi ruang, seperti eksplorasi bumi, akan datang dengan risiko dan manfaat. Ini mungkin tampak sangat berbahaya untuk mengirim manusia ke Mars saat ini, tetapi manusia akan diawali dengan setidaknya delapan misi kargo," imbuh Mars One.

"Kendaraan Robotic tanpa berawak akan mempersiapkan pemukiman layak huni. Air dan suasana bernapas akan diproduksi di dalam habitat dan pemukiman akan beroperasi selama dua tahun, bahkan sebelum gelombang relawan pertama meninggalkan Bumi.”

Mars One pun meminta ulama UEA mempertimbangkan bahwa para relawan dari negara-negara Arab akan dicatat sebagai muslim pertama yang menginjakkan kaki di Mars.

"Mereka bisa menjadi Muslim pertama yang menyaksikan tanda-tanda ciptaan Allah di langit, menggambarkan tradisi panjang eksplorasi yang ditempuh sejak awal Islam.”

Mars terletak kurang lebih 141.6 juta kilometer dari Matahari dan memiliki suhu rata-rata hingga -85F (sekitar – 65 derajat celcius). Atmosfernya sangat tipis, sekitar satu persen dari tekanan bumi dan 95 persennya karbon dioksida. [IK/bersamadakwah]

No comments

Powered by Blogger.