Header Ads

Aksi Bela Islam

Proyek Siloam Ditentang Warga, Wali Kota Padang Maki-Maki Gubernur dan PKS

Wali Kota Padang Fauzi Bahar
Wali Kota Padang Fauzi Bahar tidak dapat menahan emosinya saat menghadapi demo warga Minangkabau yang menolak Super Blok Siloam. Ia menuding Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berada di balik aksi itu. Ia juga memaki-maki Gubernur Sumatera Barat di depan demonstran.

“Kurang ajar, anjing semuanya,” kata Fauzi saat menutup pidatonya sambil berlalu.

Menurut Fauzi, pendemo datang dengan menggunakan mobil PKS. Selanjutnya, mereka ditampung di kantor gubernur sebelum bergerak menuju lokasi Fauzi menyampaikan pidato. Fauzi yang marah kemudian menyerang PKS dengan kata-kata kasar.

"Saya sampaikan ada di handphone ibu-ibu, sampaikan ke sanak saudara kita semua, kalau PKS lagi anda ingin kacau negeri ini," kata

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membantah mendalangi demo ini. Irwan menegaskan tak mungkin pemerintah berada di belakang demo menolak Super Blok Siloam.

Demonstrasi menolak Super Blok Siloam di Padang ini bukan yang pertama. Sejak tahun lalu, sejumlah ormas Islam telah menyuarakan keberatannya pada pembangunan Super Blok Siloam yang ditengarai memiliki misi Kristenisasi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat telah melayangkan surat ke DPRD Kota Padang dan Pemerintah Kota Padang pada Juni 2013 lalu, tentang sikap tegas penolakan rencana pembangunan super blok Siloam yang telah menimbulkan keresahan masyarakat.

Ketua Bidang Fatwa dan Hukum MUI Sumbar Gusrizal Gazahar di Padang, mengatakan, pembangunan Super Blok Siloam dikhawatirkan dapat merusak akidah umat dan masyarakat Minangkabau.

"Sikap tegas MUI serta ormas Islam setelah melalui pertimbangan yang matang, mengkaji dari berbagai aspek, termasuk juga dengan LKAAM, pemangku adat, dan sebagainya," ucapnya seperti dikutip Merdeka.com. Jika pembangunan tersebut tetap dilakukan, maka MUI menyatakan hal itu sebagai sesuatu yang sensitif.

Dia mengungkapkan, penolakan tersebut karena pemilik Siloam, James T. Riadinya pada 2001 pernah menyatakan akan mengkristenisasikan desa-desa miskin di Indonesia, dan mendapat protes dari Muhammadiyah pusat.

MUI Sumbar juga menilai adanya pembangunan super blok siloam (rumah sakit, mall, sekolah, hotel dan sarana lain), tidak murni sebagai suatu bisnis, namun terdapat berbagai macam yang ujungnya bisa merobah wajah Sumbar dan Minangkabau yang memiliki falsafah "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABSSBK)".

"Kita jangan hanya melihat lapangan kerja yang akan dapat dibuka, namun juga segi keimanan, jika hanya lapangan kerja, saat ini juga ada beberapa rumah sakit yang sedang dibangun di Kota Padang dan tentu dapat menampung lapangan kerja," kata Gusrizal seperti dikutip Antara.

Oleh karena itu, tutur Gusrizal, seorang pimpinan daerah, jangan sesekali mengatakan jaminan 100 persen pada siapa pun. Pasalnya, pimpinan mengatakan itu tidak akan bertahan selamanya di jabatan, dan kelak entah dimana.

"Sebab itu dengarkan umat, ulama, pemimpin umat informal, sebab mereka hanya bertugas menjaga akidah di negeri ini," tegasnya. [AM/Bersamadakwah]

18 comments:

  1. Siapa yang anjing??? Anjing teriak anjing...

    ReplyDelete
  2. maysaAllah...naudzubillahimindzalik...ada tabiat peminpin berkata kasar seperti itu. sungguh berbahaya negeri ini. perlu dikasih pelajaran tuh dengan melapor ke pihak berwenang sebagai perbuatan yg tidak menyenangkan dan tidak sesuai dengan etika beragama islam.

    ReplyDelete
  3. hebat, walikota bisa maki-maki gubernur.. :v

    ReplyDelete
  4. Jgn"nih walikoya antek"nya si kafir laknatullah itu...astaghfirullah...

    ReplyDelete
  5. Walikota Padang ini dar partai apa sih? Kenapa dulu mayoritas kota Padang memilih beliau, gimana ceritanya?

    ReplyDelete
  6. takut dikristenisasi??? jangan takutlah kalo dasar agamanya itu iman dan bukan ikut ikutan...

    MUI takut banyak orang Indonesia jadi Kristen???....ya wajar...nanti mereka bisnis apa dong??

    ReplyDelete
  7. lagian juga kenapa ditolak si ? serba salah di indonesia itu, giliran nanti pake filter khusus non muslim yang boleh nglamar kerja, dikira diskriminasi

    ReplyDelete
  8. buat warga padang tolak super blok siloam...
    nama aja udah aneh SILOAM kayak siluman

    ReplyDelete
  9. Ada yang punya minat bikin surprise buat cintek James Riyadi?. This fucking chinese knows nothing about rules of the game.

    ReplyDelete
  10. :-) Bukan takut kristenisasi, tapi kita terutama pejabat wajib menjaga agar iman masyarakat tidak goyah.
    Kalau fair atas pemikiran sendiri sih gpp, seperti banyak non Muslim dg kesadaran penuh menjadi Muslim.

    Tapi kalau menggoyahkan iman rakyat dg serangan keduniaan seperti, uang, sembako, pendidikan, pengobatan gratis dll, itu sih SAMA DENGAN GODAAN SETAN TAPI BERBENTUK MANUSIA.

    ReplyDelete
  11. seorang wali kota yang gak pantas mendapatkan tipe seorang pemimpin...apakah dia murni atas pilhan masyarakat atau sengaja memilihkan diri sndiri ya...waduu...hh!! bahaya kalau ada lgi pemimpin semacam ini berada di sumbar...ini kayaknya dia hanya mementingkan isi perutnya sendiri,masyarakatnya mau dikristenisasikan dia gak mengerti...udh dibyar berapa dia sama orang siloam ya..??? teruu..ss.. berjuang..saudaraku yg beriman,jangan biarkan pemimpin semacam ini meloloskan proyek yg bermisi menghancurkan akidah masyarakat kita di ranah minang...saya selaku anak rantau mendukung agar proyek siloam di hancurkan...(adat basandi sarak,sarak basandi kitabullah) ingat logo kito urang awak...

    ReplyDelete
  12. Sebenarnya di BAYAR berapa sih pak walikota hingga brani memaki gubernur dan masyarakatnya sendiri...??? Kayaknya....untuk 2 atau 3 turunan ga bakalan habis tuh UANG SUAP.....makanya brani skali dia berkata kyk githu.....FAUZI BAHAR ga akan ngotot ngototan apabila ga ada "UDANG DI BALIK SILOAM"

    ReplyDelete
  13. kapan indonesia mau maju, mau bangun super blok aja di tentang. payah...

    ReplyDelete
  14. bukan masalahnya membangun super blok atau megablok atau bata-blok, TAPI ada misi apa dibalik itu semua. Seorang muslim yang nggak suka dgn langkah itu berarti muslim yang baik karena peduli terhadap agamanya dan saudaranya. Pastinya pembangunan super blok-goblok itu tidak cuma sekedar niatan untuk berbisnis aja. So, walikota sperti itu baiknya diberhentikan dari jabatannya saja, karena tidak menaungi aspirasi umat.

    ReplyDelete
  15. ga pantas sekali seorang walikota berkata kasar seperti preman....,,walai kota macam apa dia....pantasnya preman yang berkata seperti itu..sangat tidak berkualitas sekali wali kota itu....eling pa bahar...istighfar...sebelum ajal menjemputnya..

    ReplyDelete
  16. ga pantas sekali seorang walikota berkata kasar seperti preman....,,walai kota macam apa dia....pantasnya preman yang berkata seperti itu..sangat tidak berkualitas sekali wali kota itu....eling pa bahar...istighfar...sebelum ajal menjemputnya..

    ReplyDelete
  17. mana ada yg pakai mobil pks yang ada orang orang tuh sewa mobil masing masing ada yang pakai po sarah ada yang pakai L 300 malah ada juga yangpakai truk malah sempat ditilang sama bapak polisi dijalan bohong kalau semua itu difasilitasi oleh gubernur

    ReplyDelete
  18. "Anonim mengatakan...
    takut dikristenisasi??? jangan takutlah kalo dasar agamanya itu iman dan bukan ikut ikutan...MUI takut banyak orang Indonesia jadi Kristen???....ya wajar...nanti mereka bisnis apa dong?? "

    Menurut saya,
    kalau mengingat maraknya kristenisasi di Padang beberapa tahun yang lalu, yang dilakukan secara kasar dan barbar, bahkan dengan penculikan dan pemerkosaan salah seorang siswi madrasah di Padang yang kemudian dipaksa masuk kristen,
    ya, wajarlah, kalau masyarakat Padang sangat trauma dengan apapun yang berbau misionaris kristen.. mungkin ini lah namanya kristianofobia..
    Jadi, ini bkn semata ttng bisnis. Apalagi bisnis MUI (MUI koq bisnis? sjk kpn?)..

    o y, rencananya Fauzi Bahar akan mencalonkan diri jd wagub Kepri..
    Utk warga Kepri, jikalau ternyata beliau menang di pilgub bsk dan resmi jd wagub Kepri, sbg warga Padang saya cuma mau m'ucapkan selamat.
    "Selamat merasakan penderitaan.."

    ReplyDelete

Powered by Blogger.