Header Ads

Aksi Bela Islam

Rugi 96 Trilyun Akibat Boikot Ekonomi, Israel Panik

Benjamin Netanyahu
Menteri Keuangan Israel Yaer Labed mengatakan, akibat boikot ekonomi, kerugian negaranya dalam setahun mencapai 8 milyar dolar (sekitar Rp 96 trilyun, red). Kerugian itu juga akan diikuti dengan pemecatan 10 ribu pekerja di berbagai bidang usaha, lapor peneliti bidang ekonomi Israel Abraham Jershi seperti dirilis InfoPalestina, Jum’at (21/2).

Sebelumnya, Uni Eropa yang menampung 32 persen dari produk ekspor Israel mulai awal tahun ini secara resmi melakukan boikot komoditas yang diproduksi oleh pemukiman Yahudi di Palestina. Mereka juga melakukan boikot perdagangan, akademis dan investasi.

“Sejumlah instansi pajak dan bea cukai di negara Uni Eropa juga telah memasang label ‘produk pemukiman yahudi’ agar para konsumen mengetahui,” tegas duta besar Uni Eropa John Jat.

Sebanyak tiga perusahaan Eropa di pertengahan pekan lalu juga telah menarik diri dari tender yang diajukan kepada mereka tahun lalu untuk pembangunan pelabuhan di dua kota Israel Haiva dan Asdud sebagai bentuk respon atas keputusan boikot yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

Awal pekan ini, Bank Jerman Deusthc Bank, bank terbesar ketiga dunia juga melakukan boikot terhadap bank Israel yang beroperasi di dalam pemukiman Yahudi.

Menurut Jershi, pemerintah Israel panik menghadapi boikot tersebut. Aksi boikot yang terus membesar dalam beberapa pekan ini akan Israel disikapi Israel denngan melayangkan protes. [IK/bersamadakwah]

4 comments:

  1. mantap, lanjutkan boikot israel

    ReplyDelete
  2. Bagus baikot terus sampai israel tidak bisa berbuat apa-apa, tindakannnya yang kejam terhadap muslim memang harus mendapatkan pembalasan yang setimpal bahkan lebih kejam

    ReplyDelete
  3. orang non muslim saja tau... tapi kok kita masih banyak make produk yahudi ya??? gubraakkkk

    ReplyDelete
  4. Lakukan yang mampu dilakukan, mulai dr paling kecil, walau sebagian besar masih menggnakan produk mereka. Gt aja kok repot ? Intinya ada niat ada jalan.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.