Header Ads

Aksi Bela Islam

(Video) Ulama Pro-Kudeta Ini Serukan Penyaliban Aktifis Ikhwanul Muslimin

Syaikh Mazhar Shaheen (midleeastmonitor)
Syaikh Mazhar Shaheen, ulama Al Azhar pendukung kudeta militer, menyerukan agar aktifis Ikhwanul Muslimin disalib. Menurutnya, hukuman itu “pantas” sebagai upaya menghentikan terorisme.

Shaheen berpandangan bahwa hukuman potong tangan, menyalib dan mengirim aktifis Ikhwanul Muslimin ke pengasingan adalah bentuk penerapan syariat Islam. Ia juga mengusulkan agar hukuman tersebut dimasukkan dalam Undang-undang Anti-Terorisme.

Dalam wawancara dengan televisi Tahrir itu, Shaheen juga menyerukan agar mahasiswa yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin dilarang melanjutkan kuliah. Sebab, menurutnya, mereka berperan memprovokasi mahasiswa lainnya untuk memprotes pemerintah.

Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah gerakan Islam paling berpengaruh di Mesir. Menyusul digulingkannya Presiden Mursi dari jabatannya, ribuan pendukung Ikhwanul Muslimin dibantai di Rabiah Adawiyah dan tempat lainnya, serta ribuan lainnya dijebloskan ke penjara. Kendati demikian, Ikhwanul Muslimin hanya melawan dengan demonstrasi damai. Padahal, menurut para pakar, Ikhwanul Muslimin memiliki kekuatan yang cukup seandainya mau melawan militer dengan senjata. [IK/bersamadakwah]


5 comments:

  1. Innalillahi.. ini adlh contoh ulama suu (busuk). Menjual agamanya utk kepentingan dunia

    ReplyDelete
  2. ya syekh..... ente di tunggu abu jahal, abu lahab, gamal A N, Ariel Sharon, G Bush di pintu neraka, go to hellllllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  3. SYEHK POLITIK.... ASAL JEPLAK. YANG KAMU SALIB ITU IBUMU DAN BAPAKMU SENDIRI...SADARKAH.. KAMU TELAH MENJADI TUHAN.




    ReplyDelete
  4. gua jadi sangsi mau belajar di al azhar. jika alumninya seperti ini. gua pilih iain saja lah.....

    ReplyDelete
  5. Saya heran, apa yang ada dalam otak si "ulama'" seperti itu? Apa mereka takut sm pemerintah militer? Kalau demikian, tidaklah patut mereka disebut ulama'............

    ReplyDelete

Powered by Blogger.