Header Ads

Aksi Bela Islam

2014, Momentum Kebangkitan dan Perubahan

Momentum Kebangkitan (buku terbaru Anis Matta)
Judul : Momentum Kebangkitan
Penulis : H. M. Anis Matta, Lc
Penyusun : Dr. Sitaresmi S. Soekanto
Penerbit : Bidang Arsip dan Sejarah Sekjend DPP PKS – Jakarta
Cetakan : I ; Januari 2014
Tebal : xiii + 112 Halaman ; 14 x 21 cm
ISBN : 978-602-17321-5-1

Sepak terjang partai politik dalam pemilu 2014 mendatang, sangat menarik untuk diikuti. Apalagi menjelang pemilu, partai-partai politik ini seringkali mengalami badai. Baik badai alami maupun badai yang sengaja diciptakan oleh musuh-musuh politiknya. Karena, dalam banyak kamus politikus negeri ini, segala cara bisa dihalalkan untuk menggapai apa yang mereka hajatkan.

Partai Keadilan Sejahtera adalah salah satunya. Meski sempat mengalami goncangan, PKS agaknya dimudahkan Allah untuk mengubah prahara menjadi anugerah. Banyak masyarakat yang kemudian bergabung dengan partai berlambang bulan sabit kembar dan padi di tengahnya. Uniknya lagi, beberapa pekan setelah kasus ini, Tate Qomaruddin yang merupakan pengurus DPW PKS Jabar menciptakan lagu dengan judul Agar Prahara Menjadi Anugrah yang kemudian dinyanyikan oleh Sekjen PKS, Taufik Ridho dan grup nasyidnya.

Sebagai rangkaian pemulihan paska badai ini, Anis Matta sebagai Presiden PKS, langsung melakukan road show ke seluruh daerah di Indonesia untuk bertemu pengurus, kader dan simpatisan. Anis yang merupakan putra kelahiran Bone ini, terkenal dengan ketajaman orasi dan narasinya. Maka, sejak menjabatsebagai Presiden partai, dalam setiap kunjungannya, ia selalu memberikan ide-ide segar kepada seluruh kader yang ditemui.

Dari ceramah-ceramah motivasinya ini, yang kemudian disebarkan secara massif di banyak media online yang dikelola struktur PKS, baik dalam bentuk tulisan maupun video yang diunggah ke situs You Tube, maka terbitlah buku yang terdiri dari 6 orasi dan 3 narasi Anis Matta ini.

Dari orasi pertama, ada 3 langkah yang harus dijadikan sebagai momentum untuk bangkit. Pertama, meminta pertolongan kepada Yang Maha Menolong. Kedua, menguatkan persahabatan diantara sesama pengurus dan kader juga simpatisan. Ketiga, bekerja keras untuk Indonesia. (Hal 3)

Bukan isapan jempol, meskipun di tengah prahara, PKS bisa membuktikan bahwa mereka mampu memenangkan banyak pilkada. Mulai dari pilgub Jawa Barat dan pilgub Sumatera Utara. Dalam dua pilgub besar di dua provinsi tersebut, PKS berhasil mengalahkan kandidat yang diusung oleh PDIP. Belum lagi, capaian-capaian di daerah lain yang semakin menunjukkan bahwa PKS memang mempunyai daya juang yang tinggi untuk mewujudkan apa yang selama ini mereka yakini.

Buku ini juga membahas tentang tema politik dan kenegaraan. Dengan bahasanya, Penulis hendak mengkampanyekan agar politik diubah dari dangerous game menjadi attactive game. Imej politik yang keras, kotor dan berbahaya seharusnya dapat dieliminir jika misalnya pemilihan anggota DPR atau bahkan Pemilihan Presiden diserupakan dengan pemilihan ketua kelas, sehingga menjadi tidak menyeramkan. Ada ketegangan yang menaikkan adrenalin, tetapi tidak berbahaya. (Hal 102)

Latar belakang ini pula yang membuat Penulis menginisiasi gagasan baru sebagai branding PKS pada pemilu mendatang. Dalam Mukernas di Semarang pertengahan 2013 lalu, ia mengumumkan semboyan baru partai tersebut dengan Cinta, Kerja dan Harmoni. Dengan tiga kata ini, Indonesia bisa mengubah dirinya yang karut-marut menjadi sepenggal firdaus di muka bumi. (Hal 52)

Buku ini juga menjadi semacam guide bagi seluruh pengurus dan kader partai bernomor urut 3 dalam pemilu 2014 mendatang. Sehingga, inisiatif yang dilakukan oleh Departemen Arsip PKS dalam membukukan orasi dan narasi ini, sangat layak ditiru oleh partai-partai lain, agar masyarakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh partai yang dikampanyekannya itu. Agar masyarakat tak lagi terkesan membeli kucing dalam karung.

Sebagai penutup, ada dua hal yang bisa membuat PKS dan partai-partai lain bertahan di belantara perpolitikan negeri ini. Yakni narasi, berupa kejelasan gagasan dan cara yang benar dalam mencapainya. Dan, human touch, sentuhan kemanusiaan dari seluruh kader dan pengurus partai kepada seluruh masyarakat di negeri ini. (Hal 106)

Sebelum buku ini, Penulis memang piawai dalam mengolah kata. Baik lewat buku mapun orasi. Mulai dari buku Mencari Pahlawan Indoesia, Dari Gerakan ke Negera, Menikmati Demokrasi, Serial Cinta, 8 Mata Air Kecemerlangan, dan ratusan artikel serta ceramah yang tersebar luas di media cetak maupun media online.

Semoga buku inibisa membuat kita tertarik dengan politik dan pemilu 2014. Karena, pemilu tahun ini, tak kalah mengejutkannya dengan Piala Dunia Brasil pada tahun yang sama. Mungkin, partai lama akan kembali berkuasa, atau, bisa jadi, akan banyak bermunculan kuda hitam yang akan memenangi konstelasi perpolitikan negeri ini.

Tentu, satu yang kita harapkan : Indonesia lebih adil dan sejahtera. Semoga. []



Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com

No comments

Powered by Blogger.