Header Ads

Aksi Bela Islam

Beginilah Akhir Tragis ‘Suster Gadungan’ Penculik Bayi

Suster gadungan penculik bayi dirawat di IGD (foto Istimewa/Detik)
Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus penculikan bayi di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat. Polrestabes Bandung yang telah menyisir berbagai lokasi akhirnya menemukan bayi itu di sebuah kamar kos-kosan di kawasan Pasir Kaliki, Jum’at (28/3) malam.

Sementara ‘suster gadungan’ penculik bayi yang tahu akan ditangkap nekat meloncat dari jembatan layang Pasupati setinggi sekitar 15 meter. DA, inisial perempuan berusia 32 tahun itu mengalami luka cukup parah dan kemudian dilarikan ke IGD rumah sakit.

Dari foto yang dirilis Detik, sebuah selang sebagai alat bantu pernafasan terpasang di wajah DA yang masih tak sadarkan diri. Lehernya pun disangga.

"Hingga kini pelaku dalam perawatan karena diduga akan melakukan bunuh diri dengan melompat di Jembatan Layang Pasupati," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan di Mapolsek Sukajadi, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (29/3) dini hari.

Polisi masih menelusuri apakah Desi benar-benar beraksi tunggal atau tidak. Termasuk mengungkap motif sebenarnya dari penculikan ini.

"Untuk motifnya terus kami dalami," ujar Iriawan.

Penculikan terjadi pada Selasa (25/3) malam, sekitar pukul 19.30 WIB di Ruang Alamanda RS Hasan Sadikin Bandung. Seorang perempuan yang mengenakan baju suster sempat mengajak ngobrol kedua orang tua bayi. Namun, lantaran melihat di bagian belakang sang ibu bayi masih terdapat bercak darah, suster gadungan itu menyuruhnya untuk ke kamar mandi dan minta sang suami mengantarkanya. Usai keluar kamar mandi, kedua orang tua bayi sudah tidak melihat buah hatinya dan langsung melaporkan hal ini ke petugas. Dari rekaman CCTV yang menunjukkan ‘suster gadungan’ itu keluar rumah sakit melewati koridor, polisi menyimpulkan bahwa perempuan penculik bayi itu profesional. Berbekal rekaman CCTV itu pula, polisi dapat mengenali cirri-ciri pelaku. [AM/ bersamadakwah]

3 comments:

  1. alhamdulillah, sudah ketemu bayinya

    ReplyDelete
  2. Semoga pengawasan di RS kedepannya lebih baik lagi, sehingga tidak "kecolongan" lagi.

    ReplyDelete
  3. harusnya rumah sakit kayak kantor-kantor gitu, klo suster atau dokter masuk ruangan pake id-card yang di tap

    ReplyDelete

Powered by Blogger.