Terus-terusan Dibantai, Muslim Afrika Tengah Bangkit Bentuk Gerakan Perlawanan

Muslim Afrika Tengah
Setelah berbulan-bulan dibantai, akhirnya Muslim Republik Afrika Tengah (CAR) bangkit mendeklarasikan berdirinya Organisasi Perlawanan Islam (ORMC). Kurang lebih 5.000 orang telah bergabung dalam gerakan perlawanan demi membela umat Islam umat Islam dari serangan milisi anti-Balaka, kata mantan menteri pariwisata Abakar Sabone seperti dikutip Anadolu Agency, Senin (3/3).

Menurut Sabone, milisi baru dibentuk dari sisa-sisa pejuang seleka yang menggulingkan Presiden Francois Bozize yang beragama Kristen, pada 2013 lalu. Ia juga mengatakan, pembentukan milisi baru adalah respons alami terhadap kekejaman yang dilakukan oleh milisi Kristen anti-Balaka terhadap Muslim Afrika Tengah.

“Mereka menghancurkan rumah kami dan menjarah properti kami, Mereka mengatakan mereka tidak membutuhkan kami, mereka menuduh kami bukan penduduk CAR. Jadi, Apa yang harus kami lakukan?” kata Sabone seperti dikutip kiblat.net.

Menurut Sabone, ORMC merupakan koalisi dari tiga gerakan, yaitu the Union of Democratic Forces for Unity (Serikat Demokrasi untuk Persatuan) partai mantan presiden Michel Djotodia, Movement of Central African Liberators for Justice (Gerakan Pembebas Afrika Tengah untuk Keadilan), dan Organization of Islamic Youths (Organisasi Pemuda Islam).

Kelompok ini berharap untuk memasuki Bangui, sekaligus menghindari pasukan perdamaian internasional, kata Sabone.

“Kami memiliki angggota 5000 orang dengan perlengkapan yang baik. Untuk memulai perlawanan,” tambahnya.

“Ini adalah pembelaan diri,” tegas Sabone. “Karena setiap gerakan semacam ini, tidak mungkin bisa menahan diri melihat pemandangan di Bangui.”

“Kami tidak berencana untuk menentang pasukan internasional, kecuali mereka melakukan intervensi,”katanya.

“Apakah mereka tidak menyaksikan pembantaian [terhadap Muslim] yang sedang berlangsung di Bangui [tanpa ada yang mencegah]?”

Republik Afrika Tengah jatuh ke dalam kekacauan pada Maret 2013, ketika pejuang Seleka menjatuhkan Bozize yang meraih kekuasaan dalam kudeta 2003. Pejuang Seleka kemudian mengangkat Djotodia, seorang Muslim sebagai presiden interim .

Sejak itu, Kekerasan sektarian pecah antara milisi Kristen anti-Balaka Kristen dengan mantan pejuang seleka.

Kekerasan anti-Muslim meningkat sejak Catherine Samba-Panza ,seorang Kristen, terpilih sebagai presiden interim pada bulan Januari.

Kristen yang merupakan penduduk mayoritas CAR, menuduh Muslim mendukung mantan pejuang seleka yang dituduh telah menyerang warga Kristen.

Tentara Perancis dan 6000 tentara penjaga perdamaian Afrika ditempatkan di negara itu.
Muslim CAR telah berulang kali menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian asing gagal melucuti para militan Kristen anti-Balaka. [AM/kiblat/bersamadakwah]

Powered by Blogger.