Header Ads

Aksi Bela Islam

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mimpi Baik?

Siluet doa © Reuters
Seperti dibahas sebelumnya, di antara jenis mimpi dalam Islam adalah mimpi baik, yaitu mimpi yang disukai dan disenangi oleh muslim tersebut. Mimpi jenis ini adalah mimpi dari Allah, kabar gembira dari Allah.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang Muslim ketika ia bermimpi baik? Berikut tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

1. Hendaklah ia memuji Allah

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يُحِبُّهَا فَإِنَّهَا مِنْ اللَّهِ فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا
Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang disukainya, maka itu berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah karenanya, dan hendaklah menceritakannya” (HR. Al Bukhari)

2. Hendaklah ia bergembira atas mimpi baik tersebut

فَإِنْ رَأَى رُؤْيَا حَسَنَةً فَلْيُبْشِرْ وَلَا يُخْبِرْ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ
“Dan jika dia bermimpi baik maka bergembiralah dan jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi." (HR. Muslim)







3. Hendaklah ia menceritakan mimpi baik itu kepada orang yang disukainya, bukan kepada orang yang dibencinya. Sebagaimana dua hadits di atas.

Begitu perhatiannya Rasulullah pada poin ini, beliau setelah Subuh bertanya kepada para sahabatnya siapakah yang semalam bermimpi baik.

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ أَقْبَلَ عَلَيْهِمْ بِوَجْهِهِ فَقَالَ هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ الْبَارِحَةَ رُؤْيَا
Dari Samurah bin Jundab radliallahu 'anhu dia berkata; "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat shubuh, beliau menghadap mukanya kepada para jama'ah dan pernah bertanya: "Adakah di antara kalian yang bermimpi indah semalam?" (HR. Muslim)

4. Hendaklah ia menafsirkannya hanya dengan tafsir yang positif dan baik.

Jangan menafsirkannya dengan tafsir yang buruk atau negatif. Karena mimpi akan terjadi sesuai dengan tafsir dan keyakinannya.

الرُّؤْيَا عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ تُعْبَرْ فَإِذَا عُبِرَتْ وَقَعَتْ
"Mimpi itu berada di kaki burung (mengambang) selama tidak di ta'birkan/ditafsirkan, jika dita'birkan bisa jadi mimpi itu akan terjadi." (HR. Ibnu Majah; shahih)

يَا عَائِشَةُ إِذَا عَبَرْتُمْ لِلْمُسْلِمِ الرُّؤْيَا فَاعْبُرُوهَا عَلَى الْخَيْرِ فَإِنَّ الرُّؤْيَا تَكُونُ عَلَى مَا يَعْبُرُهَا صَاحِبُهَا
“Wahai Aisyah! Apabila engkau menafsirkan (mimpi) seorang muslim untuk muslim lainnya, maka tafsirkanlah dengan kebaikan, karena sesungguhnya mimpi akan terjadi sesuai yang ditafsirkan orang yang menafsirkannya." (HR. Ad Darimi)

Demikianlah empat adab bagi Muslim ketika ia bermimpi baik sebagaimana diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]




2 comments:

  1. sempurnanya agama islam ini mimpi baik pun diatur tat caranya alhamdulillah......

    ReplyDelete
  2. ternyata mimpi yang baikpun harus ditafsir dengan penafsiran yang baik..agar mimpi itu menjadi dalam kenyataan yang baik pula...subhanallah

    ReplyDelete

Powered by Blogger.