Header Ads

Aksi Bela Islam

Kecewa Hamas – Fatah Bersatu, AS Ancam Stop Bantu Palestina

Hamas – Fatah bersatu. Foto © ibtimes.co.uk
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekecewaanya atas kesepakatan rekonsiliasi yang digelar di Gaza pada Rabu (23/4) lalu. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jenefer Besaki mengkhawatirkan bersatunya Hamas dan Fatah dapat menghentikan upaya “perdamaian” dengan Israel yang selama dikehendaki negeri paman Sam itu.

Dikutip dari InfoPalestina, Besaki mengatakan dalam konferensi pers, bahwa semua pemerintah Palestina harus berkomitmen untuk tidak menggunakan kekerasan serta menghormati eksistensi negara Israel. Ketidak komitmen yang jelas nampak terkait prinsip tersebut, bisa menghalangi upaya kita untuk melanjutkan perundingan.

“Sangat sulit berfikir bagaimana mungkin berunding dengan pemerintah yang tidak mengakui eksistensi Israel. Oleh karena itu, AS merasakan satu rasa putus asa dan khawatir dengan deklarasi tersebut,” kata Besaki.

Besaki menambahkan, Menteri Luar Negeri AS,John Kerry telah melakukan pembicaraan dengan perdana menteri Zionis Benyamin Netanyahu. Pihak AS kembali mencari perdamaian Zionis-Palestina yang akan dimulai Juli menyusul usaha John Kerry. Kemudian pemerintah Zionis membatalkan pertemuanya yang ketiga bersama pemerintahan Palestina dengan mediasi AS.

Islammemo menambahkan, sumber pejabat tinggi AS yang tidak disebutkan identitasnya pada Kamis (24/4)menyatakan bahwa AS akan menghentikan bantuan ekonomi untuk Palestina jika pemerintahan koalisi Hamas-Fatah jadi terbentuk. [AM/bersamadakwah]

8 comments:

Powered by Blogger.