Header Ads

Aksi Bela Islam

MUI Kritik LSF Loloskan Film "The Raid 2", Ini Alasannya

The Raid 2: Berandal
Selain dicekal di Malaysia, Film “The Raid 2: Berandal” juga dipersoalkan di tanah air. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik Lembaga Sensor Film (LSF) lantaran telah meloloskan film itu ke bioskop-bioskop.

Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh, menilai film itu sadis dan tidak mencerminkan budaya bangsa.

"Meskipun film itu diperuntukkan bagi orang dewasa, namun film "The Raid 2: Berandal" sangat sadis dan kejam serta tidak mencerminkan budaya Indonesia," tegas Asrorun seperti dikutip Republika Online, Ahad (6/4).

Asrorun pun mengaku sudah menonton film itu untuk kepentingan penelitian, tapi saat menonton tidak diminta dan diperiksa kartu tanda penduduk (KTP)-nya oleh petugas bioskop.

Jadi, papar Asrorun, LSF harus bertanggung jawab atas lolosnya adegan-adegan kekerasan dalam film "The Raid 2: Berandal" yang jelas tidak mencerminkan budaya bangsa. [AM/bersamadakwah]

4 comments:

  1. Pak Asrorun tampangnya emang mirip ABG sampai mengharap diperiksa KTP-nya udah 17 tahun apa belum? Banyak kok anak2 di bawah 17 tahun yang ditolak masuk nonton film ini oleh bioskop.

    Tidak mencerminkan budaya bangsa???? Film ini telah mempopulerkan pencak silat (budaya Indonesia banget) di dunia.

    Satu lagi, apakah suara pak Asrorun benar-benar mencerminkan suara MUI, atau suara pribadi? Kok sama suaranya dengan sang sutradara "horror sex"?

    ReplyDelete
  2. tapi film ini memang sadis banget, saya dan temen temen pas nonton ngeri lihat adegan demi adegan yg sadis,...

    ReplyDelete
  3. Kenapa yg menang malah para mafia jepang??? Dimana ya letak nasionalismenya dab pelestari budaya bangsanya... perlu dikaji ulang kayanya....

    ReplyDelete
  4. Kenapa yg menang malah para mafia jepang??? Dimana ya letak nasionalismenya dab pelestari budaya bangsanya... perlu dikaji ulang kayanya....

    ReplyDelete

Powered by Blogger.