Header Ads

Aksi Bela Islam

Target HTI 2014 Jadi Parpol, Terkendala Administrasi

Kader HTI (Fimadani)
Diam-diam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah menyiapkan diri menjadi partai politik (parpol) di Indonesia. Alasannya, HTI menginginkan pemerintahan di Indonesia berdasarkan syariah dan kembali pada khilafah.

Menurut Ketua DPD I Muslimah HTI Kalsel, Fatmawati Nabila, target HTI sebenarnya bisa menjadi parpol pada 2014 ini. Namun, pihaknya terkendala administrasi.

“Target kami pada 2014 ini sudah termasuk dalam parpol. Hanya karena ada beberapa persyaratan yang belum kami penuhi, maka kami harus bersabar lagi. Kami ingin mengajak masyarkat untuk meninggalkan demokrasi,”ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Batung Batulis, 31 Maret 2014, seperti dikutip Fimadani dari Radar Banjarmasin.

Fatmawati menambahkan, demokrasi hanya menguntungkan salah satu pihak saja dan tidak berpihak kepada masyarakat. Demokrasi hanya memberikan janji tanpa pernah memberikan bukti nyata kepada masyarakat.

“Jika kita kembali ke jalan yang benar berdasarkan syariat, jelas Indonesia tidak akan seperti ini,” ujar Fatmawati yang berprofesi sebagai dokter ini.

Pihaknya gencar mengupayakan perubahan dalam sistem pemerintahan sekarang dan menginginkan masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas dan tak terbuai dengan janji-janji.

Diperjelas oleh Nabila, demokrasi itu sebuah sistem aturan hidup, sebuah model negara tertentu yang didasari dari sekularisme, kapitalisme dan kebebasan.

Sementara Koordinator Lajnah Kontak Intelektual, Hastin Umi Anisah mengatakan, dengan sistem demokrasi tidak menguntungkan Indonesia. Menurutnya, dari Sabang sampai Marauke orang asing yang menjadi pemilik hasil bumi di Indonesia.

Dengan kembali ke sistem khilafah, maka Indonesia mampu kembali mendapatkan apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Islam mengatur apa yang harus dimiliki negara dan apa yang dimiliki individu. Semuanya harus seimbang dan masyarakat harus mendapat kesejahteraan. Kita ini kaya, tapi dengan demokrasi kita tidak mendapatkan apa-apa. Namun dengan khilafah kita mampu kembalikan kedaulatan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat akan terpenuhi,” ujar Umi yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Unlam ini. [AM/bersamadakwah]

35 comments:

  1. Yg dimaksud ParPol diatas, apakah yg ini?

    Syarat2 Pembentukan Partai Politik di Indonesia
    (2) Partai Politik yang dibentuk sebagaimana dimaksud ayat (1) harus memenuhi svarat:

    a. mencantumkan Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam anggaran dasar partai;

    b. asas atau ciri. aspirasi dan program Partai Politik tidak bertentangan dengan Pancasila;

    c. keanggotaan Partai Politik bersifat terbuka untuk setiap vcarga negara Republik Indonesia yang telah mempum‑ai hak pilih:

    d. Partai Politik tidak boleh menggunakan nama atau lambang yang sama dengan lambang negara asing. benders Negara Kesatuan Republik Indonesia Sang Merah Putih. Bendera kebangsaan negara asing. gambar perorangan dan nama serfs lambang partai lain yang telah ada.

    ReplyDelete
  2. pasti simpatisannya bilang gini.
    hizb itu kan artiny partai

    ReplyDelete
  3. Bismillaah..kita doakan semoga HTI bergabung dengan PKS, agar khilafah bener-bener bisa terwujud. Aamiin..yaa rabbal alamiin...

    ReplyDelete
  4. kendala untuk kendali.. dengan kendala2 itu kita akan tahu dimana letak kurangnya dan kita bisa memperbaiki lagi, dan lagi... semangat saudaraku, mari bersatu membangun indonesia!

    ReplyDelete
  5. Ini susah, logikanya ada turnamen sepak bola kita mau ikut ,mau menang pula ,yang jadi masalah kulit bolanya dari kulit babi .

    ReplyDelete
  6. kalo sdh jd partai, otomatis nanti jg akan bersaing merebut suara dlm pemilu...inikan sistem demokrasi? (katanya anti demokrasi)...trus kalo sdh menang...apkh akan mengganti semua sistem pemerintahan di indonesia ini?...itukan butuh wkt yg tdk sebentar...kecuali revolusi....bagaimana jk terjadi perpecahan...pd rakyat indonseia (krn msh byk org yg belum paham apa itu khilafah)...bukankah ini nanti akan melemahkan dan merugikan umat islam itu sendiri?....sementara pemerintahan skrg...rata2 msh belum berpihak dgn nilai2 islam...dn mrk pasti byk dukungan dr kalangan org2 anti islam....bagaimana solusinya?....ada yg bs jawab???

    ReplyDelete
  7. Sumbernya ?
    Diposkan oleh Admin BeDa

    ReplyDelete
  8. @Dhiya Baehaki: Silahkan dibaca lagi. Sudah dicantumkan dikutip dari mana :)

    ReplyDelete
  9. Saudaraku...
    Janganlah menebar fitnah
    HT tak akan pernah ikut pemilu.
    HT memang parpol, tp bukan parpol yang ikut serta dalam pemilu.

    ReplyDelete
  10. Semoga admin Bersama Dakwah dapat mempertanggung jawabkannya dihadapan Allah. Saya ikut ngaji di HTI dan kebanyakan berita yang dikeluarkan di pages ini tidak sesuai realita. Berita mengenai Syabab yang ikut nyaleg dan setelah dikonfirmasi ternyata dia bukanlah syabab sampai sekarang belum ada koreksi padahal sumber utama yaitu Islamedia sudah mengkoreksinya dengan adanya surat keberatan dari pihak yang bersangkutan. Admin Bersama Dakwah hanya mengambil berita yang bersumber dari Media lain dan kebanyakan berita-berita yang memojokkan satu pihak tanpa ada bukti yang diambil.

    ReplyDelete
  11. Yang jelas saya tidak mungkin percaya pada website ini krn sudab beberapa kali memberitakan hal yang dusta tentang HT...

    ReplyDelete
  12. Silahkan baca bantahan dari jubir http://www.kompasislam.com/2014/04/04/ditanya-apakah-hti-akan-jadi-parpol-ismail-yusanto-tidak/

    ReplyDelete
  13. berita hoax..

    http://www.kompasislam.com/2014/04/04/ditanya-apakah-hti-akan-jadi-parpol-ismail-yusanto-tidak/

    ReplyDelete
  14. Berita yang mengada ada. Janganlah jadi penebar wis was.........

    ReplyDelete
  15. ingin jadi parpol, tapi mengharamkan demokrasi.....bingung

    ReplyDelete
  16. mau jadi parpol atau ga juga, Islam mah akan tegak. tinggal nunggu waktu aja. Allah lebih tahu dan kuasa atas segalanya kawan.

    ReplyDelete
  17. ya.. Kebalik Lah... Seharusnya Semoga PKS bergabung jadi anggota HTI..

    PKS seharusnya keluar dari Kungkungan DemoKERAsi yang jelas2 membuat hukum berdasar voting. dan hukum yang di voting berlawanan dengan syariat Islam...

    Kata anak Anggota PKS, Ktika dtanya Fahri Hamzah bilang Negara Tidak butuh Agama. dan agama tidak butuh Negara??
    Jawabnya Ya itu terserah dia bilang gitu, Tanya langsung aja ke Beliau(FH)..

    Lhoh bukane FH itu orang PKS ya??? tapi Kok kader PKS ktika ditanya gitu, Jawabnya Asal2an...

    Pemikiran yang Pusat sama Kader Daerah Emang Beda ya????

    Kader PKS dtanya lagi?
    Kenapa kok di PKS. tidak bicara terang2an ttg Khilafah???
    jawab : Ya, kita g terang2an agar kita tidak di jauhi oleh Masyarakat..
    Koment: Bukane Kita harus menyampaikan yang haq itu Haq, dan yang Batil itu Batil..

    #IndonesiaMilikAllah

    ReplyDelete
  18. Kq ngebahas na ke PKS yh?.. ne kn brta gx ad sambung2 na k PKS?.. lgan jga mending diklarifokasikan dlu ne brita k kader HTI na.. bner apa gx.. agar tdk mnimbulkan prasangka aplg fitnah.. kn bsa mnimbulkn perpecahan n saling jelek menjelekkan kayak komen na yg di atas ne.. n bsa mnimbulkn prasangka jga thadap HTI na.. jd hati2 bwt admin klo postg brta.. itu sih saran ajj dr sya

    ReplyDelete
  19. Ada-ada z ini tulisan harus di cek dulu kebenaran informasinya,
    Insya Allah Khilafah akan berdiri tapi tidak lewat jalur Demokerasi karena itu tidak diajarkan rasul yang menghalalkan jalan yang haram. Demokerasi sistem kufur....

    ReplyDelete
  20. Yang kayak gini diambil juga donk min ~

    http://www.merdeka.com/pemilu-2014/anis-matta-bangsa-indonesia-hutang-budi-kepada-pak-harto.html

    Justru, Soeharto adalah presiden yang pertama membuka keran masuknya "investasi" asing secara besar-besaran. Dan itu membuat SDA Indonesia yang melimpah ruah menjadi bancakan asing dan swasta, dengan hanya menyisakan bagian yang amat sedikit untuk rakyatnya.

    Tapi, demi mencari simpati, sosok yang dimusuhi rakyat Indonesia dan bahkan pernah dilengserkan karena kediktatorannya dan juga sarat KKN, malah dipuji (dulu pernah disebut pahlawan). Keblinger, euy (M Ihsan)

    ReplyDelete
  21. mutia.moni@yahoo.co.id6 April 2014 at 08:53

    berita di atas itu hoaks... lebay dan cari sensasi.

    untuk adminnya dipecat aja.. gak layak jadi jurnalis sejati, penipu dan suka buat kekacauan.. awas lho, kita selesaikan di akhirat kelak kalau lho gak minta maaf segera atas pencemaran nama baik

    -MI-

    ReplyDelete
  22. Mohon admin segera mengkoreksi judul yg provokatif di artikel ini dan bbrp redaksi kalimat yg menimbulkan kesalahfahaman interpretasi pembaca. Berita sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak HTI. Mohon admin segera memperbaiki artikel ini. Mari menjadi jurnalis yg profesional.

    ReplyDelete
  23. Masa berita kelas radarbanjarmasin mau dilawan sama kompasilam yang cuma tanya benar tidak HTI mau jadi parpol, dijawab singkat "tidak"

    ReplyDelete
  24. Susah kalau dihati sudah tumbuh sikap benci, sehingga mudah sekali menjatuhkan, anda bilang diri anda adalah jurnalis, tapi jurnalis tidak punya etika dalam melakukan pemberitaan. Saya mau tanya beneran sudah pernah di konfirmasi gak sih pemberitaan tentang HTI? Dikonfirmasi kepada yang bersangkutan? Dikonfirmasi Kepada Jubir HTI Ismail Yusanto? Setau saya Bpk Ismail Yusanto sangat terbuka dan mudah sekali dihubungi
    Sebaiknya setiap insan media memperhatikan kode etik jurnalistik, jangan hanya “copy paste” menyebarkan desas-desus tanpa melalui proses konfirmasi/tabayyun sehingga justru menyebarkan fitnah.

    ReplyDelete
  25. Ora Nyoblos Ora Jos.... Sesuk Nek Bensin Mundak, Gas Mundak, Biaya Sekolah Naik, Ojo Do Ribut..Meneng nang Omah.... Rasah demo... Sing entuk Demo sing Nyoblos...

    Ribut ae.. sekarang tujuane ki opo... nek arep bangun indonesia yang beradab dan ber-Aklaq yo..mari..kita manfaatkan Pemilu ini... InsyaAllah kalau pemimpin kita Sholeh..ente-ente semua juga bahagia kan..?

    ReplyDelete
  26. untuk admin.
    mungkin admin perlu memberi KUTIPAN LANGSUNG statement dari Ketua DPD 1 Muslimah HTI Kalsel.biar pembaca lebih mantap.
    untuk temen HTI, bisa jadi itu memang pernyataan dari ketua DPD 1 Muslimah HTI Kalsel. kalo memang iya, berarti, terjadi perbedaan pendapat diantara petinggi HTI. perbedaan pendapat biasa aja. anyway, kita semua MEMANG harus membuka diri terhadap kesalahan DIRI kita dan petinggi2 kita.MERDEKA!!!

    ReplyDelete
  27. pernyataan MHTI tentang HTI akan menjadi parpol di muat juga di radarbanjarmasin, bisa lihat di tautan ini :

    https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1.0-9/1962697_10201393180186010_7160362431327158585_n.jpg

    ReplyDelete
  28. Memang kita butuh revolusi untuk merubah,, sistem pemerintahan kita.

    ReplyDelete
  29. Ketika sesama muslim ada iri hasud dengki terhadap saudaranya ketahuilah yahudi laknatullah yang akan bertepuk tanggan, awasi golongan yang mengaku islam yang sukanya memilah-milah dan memecah belah kaum muslimin seandainya umat muslim satu suara akan sangat dahsyat, contoh sederhana seluruh kaum muslimin memboikot produk2 yahudi dan yang mendukungnya,habislah meraka ekonomi negara kafir akan kolabs

    ReplyDelete
  30. ini kan berita tentang HTI kok pks di seret2,, ckckckck

    ReplyDelete
  31. HTI ga ngerti substansi arti demokrasi. Demokrasi merupakan suatu paham yang didalamnya mengandung asas-asas musyawarah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW semasa hidup beliau dan diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’anul-Karim.

    Indonesia juga merupakan negara demokrasi, akan tetapi demokrasi di Indonesia adalah demokrasi pancasila yang didasarkan pada sila-sila yang terdapat dalam pancasila tersebut.

    Seperti halnya ajaran islam demokrasi juga menjunjung nilai persatuan dan kesatuan, maka dari itu kita sebagai generasi bangsa indonesia haruslah tahu tentang demokrasi. Dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang menerangkan tentang demokrasi, salah satunya yaitu QS Ali Imraan: 159 Dan QS Asy-Syuura: 38.

    ReplyDelete
  32. Yg pasti.. PKS cinta HTI krn Allah dan Rasulullah SAW.
    Mengapa kok HTI mlh membenci PKS??
    Krn PKS ikut demokrasi Indonesia??
    Oke..klo HTI sebnr'a tdk akan jd parpol dan tidak akan ikut demokrasi.
    Yg simple scr logika aja..lalu rela suara2 rakyat untuk partai2 dan wakil2 rakyat dr sekuler. Jd sama sekali gak ada wakil rakyat yg Islami??
    Saya yakin..PKS mengarah kpd penguasaan pucuk pimpinan dgn suara mayoritas di parlemen,sehingga pd saatnya dpt merubah konstitusi yg thogut menjadi konstitusi yg sesuai syariat Islam. Laiknya yg terjadi di Mesir oleh IM,namun sayang dikudeta oleh penghianat jenderal militer'a yg disuap dan dikontrol kuffar termsk syiah.
    Hrs ikutin prosedur yg ada skrg dulu bos..krn "mrk" yg msh berkuasa smpai saat ini. Kecuali mau REVOLUSI..yg spt'a jg mustahil,krn akan dicap terror dan lgsg diberangus seblm dpt berbuat apa2. Jd bunuh diri sia2 donk..
    Jihad jg pke siasat bos..mk'a kan ditarbiyah dgn adanya konsep "jihad siyasi". Hrs bersiasat lah..Rasulullah SAW pun setiap peperangan menggunakan siasat,tdk gegabah asal serang. Sampai2..urutan siapa2 yg pegang panji komandan dlm perang aja ditetapkan terlebih dahulu. Spt jg dlm perang khondak dgn menggali parit2,dsb.
    Lahh..ini jihad dlm sebuah negara yg sistem'a sdh berakar2,dgn pendukung yg relatif msh sedikit. Bhkan pileg terakhir msh dibwh 10%..terus mau jor2an teriak khilafah gitu?? Bunuh diri itu namanya boooosss. Wassalam..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.