Header Ads

Aksi Bela Islam

Jokowi Terjebak Pertanyaan Siapa Menteri Agama?

Jokowi
Pertanyaan tentang siapa Menteri Agama jika Jokowi menjadi presiden agaknya telah membuat capres dari Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDIP) itu terjebak.

Sebelumnya, beredar isu bahwa Jalaluddin Rakhmat akan menjadi Menteri Agama jika PDIP berkuasa. Hal itu berdasarkan usulan tokoh liberal yang juga caleg PDIP Zuhairi Miswari pada Februari lalu. Setelah Jokowi resmi mendapat surat mandat Ketua Umum PDIP untuk menjadi Capres, isu itu semakin santer terdengar di media sosial.

Untuk menepis isu itu, Muhaimin Iskandar meyakinkan pemilih NU bahwa jika Jokowi-JK menang, Menteri Agama dijamin dari NU.

"Saya menjamin menteri agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang," kata Cak Imin dihadapan ratusan warga NU yang hadir dalam acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jatim, di The Empire Palace, Surabaya, Ahad (25/5) lalu.

Namun, pernyataan Muhaimin itu ditangkap berbeda oleh pengamat politik. Dengan memastikan bahwa Menteri Agama dari NU, berarti telah ada pembagian kursi menteri untuk partai anggota koalisi. Padahal, PDIP menggembor-gemborkan bahwa koalisi yang dibangun untuk Pilpres adalah koalisi tanpa syarat, koalisi tanpa bagi-bagi kursi kekuasaan.

Akhirnya, Jokowi pun membantah pernyataan Muhaimin. "Belum bicara masalah menteri. Sudah saya sampaikan kerjasama ini tanpa syarat," kata Jokowi usai meresmikan Pasar Gondangdia, Rabu (28/5).

Pernyataan terakhir Jokowi itu membuat isu awal tentang siapa Menteri Agama kembali menjadi perbincangan di media sosial. Mayoritas umat Islam menolak jika yang menjadi Menteri Agama berasal dari Syiah. [Jj/bersamadakwah]

25 comments:

  1. Kayak gini masuk black campaign ga ya?? Datanya bnyk yg ga valid, bnyk prasangka..

    ReplyDelete
  2. Awas sarat kepentingan politik black campaign

    ReplyDelete
  3. Drpda memilih hal yang ada kemungkinn siah disitu.... mending pilih yg bnr2 bersih dr siah

    ReplyDelete
  4. Pastinya jangan pilih jokowi. Mau syiah semakin berkuasa? Mau para ahlusunnah di bantai oleh syiah seperti di suriah? Berhati hatilah. Jelas2 jokowi selalu meninggalkan orang kafir untuk berkuasa sepeninggalnya. Di solo dan jakarta

    ReplyDelete
  5. Marilah jangan pilih yang sekuler, liberal dan pro syiah. Prabowo berjanji akan menertibkan syiah dan ahmadiyah jika terpilih.

    ReplyDelete
  6. Ini web dakwah atau web pendukung salah satu capres y,.....knpa hanya jokowi mllu yg d pojokkan y,.....?

    ReplyDelete
  7. Bukan memojokan jokowi, faktanya jokowi memang tdk pro dg Islam.. hanya sebagai saran agar seorang muslim jgn memilih dg yg tdk pro dg islam.

    ReplyDelete
  8. Betul banget, cb bayangkan jd apa nanti negara kita kalau pemimpinnya syiah. Bisa2 semua ajaran2 islam dikaburkan semua, yg haram jd halal. Na'uzubillahiminzalik.

    ReplyDelete
  9. jika Jokowi memilih Jalal jadi Menag. Dia hrs siap aja diturunkan, paling lama 1 minggu dari pelantikan. Karena negara akan segera dlm keadaan darurat krn dia tdk peka. karena kami aswaja sunni akan menyatakan perang melawan negara.

    ReplyDelete
  10. apakah prasangka buruk adalah kelakuan baik di agama islam? menurut saya tidak.

    ReplyDelete
  11. yang bikin isu dan suasana keruh itu ya penulis abal-abal kayak kamu ini,, sukanya membikin opini yg salah. coba lihat kembali dari berbagai sudut pandang sebelum anda menulis.

    ReplyDelete
  12. hahaha,, kalau nanti jokowi jadi presiden trus kau mau ngapain admin? mau kudeta,?, hahaha. dasar MEDIA DAGING SAPI bisanya cuma adu domba. cuiihh..

    ReplyDelete
  13. ini bukan media dakwa, melainkan media untuk menjatuhkan capres tertentu dgn berita yang ngga akurat kebenarannya

    ReplyDelete
  14. Ini media tidak cocok dinamakan media dakwah, tetapi media ghibah sejatinya

    ReplyDelete
  15. Jauh lebih baik berkawan dgn bersama dakwah drpd dgn orang yg suka jd Intel orang jum'atan. Metro TV jelas kasat mata mendukung salah satu capres para komentator bingkem aja tuh.. Dukung mendukung hal biasa saat sekarang mah.. Untuk kaum MUSLIMIN hentikan permusuhan dgn media
    Islam OK!

    ReplyDelete
  16. ga usah d dengerin amat comment nya kawan, palingan juga buzzer nya mas ****w*, itu udh tugas mereka cuy !!!

    ReplyDelete
  17. ini media dakwah apa ghibah,jelaslah ini media abal abal pendukung salah satu capres...PANTASKAH INI MEDIA DAKWAH???????

    ReplyDelete
  18. Ini pantas sekali disebut sbg Media Dakwah... Maju terus "Bersama Da'wah" Luv U Full..

    ReplyDelete
  19. Media org ikhwanul pkdpks) ya begini, benahi interen partai. Masak ulama kalah ama militer. Mana anis mata sang capres pks. Takut dg jendral ya

    ReplyDelete
  20. ini dakwah., bkn jokowi yg di perbicarakan, tp syiah nya

    ReplyDelete
  21. ya sudah jelas, ini fakta yang memang harus diungkap. Umat Islam harus waspada !!!

    ReplyDelete
  22. Abah Jalal jadi Menag, semua perempuan Indonesia bisa dikontrak

    ReplyDelete
  23. Yang memilih Jokowi ...... Memang tidak mengerti perjuagan dakwah islam .. moga2 allah akan memberikan hidayah kembali kejalan yang benar ...

    ReplyDelete
  24. Udah pokoe pilih yg ga benci Islam, yg ga bnyk musuh Islam, yg ga bnyk Perusak Islam

    ReplyDelete

Powered by Blogger.