Header Ads

Aksi Bela Islam

Mengandung DNA Babi, Ulama Haramkan Coklat Ini

Coklat Cadbury (foto blog.gurucoklat.com)
Dua jenis coklat Cadbury terbukti mengandung DNA babi. Menindaklanjuti temuan itu, para ulama menegaskan keharamannya dan meminta umat Islam memboikot semua produk Cadbury Confectionery Malaysia Sdn Bhd tersebut. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Malaysia (PUM) Prof Madya Mohd Roslan Mohd Nor.

Menurut Nor, pemboikotan itu perlu dilakukan agar perusahaan tersebut lebih sensitif dan menghormati umat Islam di Malaysia. Boikot itu akan dicabut jika perusahaan dapat memberi jaminan bahwa semua produknya telah bebas dari DNA babi, termasuk dua coklat tersebut.

“PUM ingin umat Islam memboikot semua produk Cadbury sebagai pengajaran kepada perusahaan itu,” kata Nor seperti dikutip Antara dari media lokal Malaysia, Senin (26/5).

“Ini juga bentuk peringatan keras bagi perusahaan-perusahaan produsen makanan lain yang tidak mematuhi proses produksi halal,” tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan hasil analisa Kementerian Kesehatan menunjukkan dua produk Cadbury yaitu Cadbury Dairy Milk Hazelnut dan Cadbury Dairy Milk Roast Almond mengandung DNA babi.

Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM) mendesak Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) untuk menarik sertifikat halal bagi semua produk Cadbury di pasaran.

Sementara Ketua Sukarelawan Pengacara (Sukaguam) Datuk Khairul Anwar Rahmat mengatakan konsumen beragama Islam bisa mengambil tindakan hukum atas perusahaan Cadbury menyusul penemuan tersebut.

Menurut dia, imbas kasus itu sangat besar bagi konsumen beragama Islam karena merupakan masalah halal dan haram. [AM/Antara/bersamadakwah]

7 comments:

  1. Bagaimana dengan produk tersebut yang beredar di Indonesia?

    ReplyDelete
  2. Di Indonesia mah jangankan yang halal yang haram aja susah, makanya disikat aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasian sekali anda dan pemikirannya..

      Delete
  3. klo di indo MUI/BPOM -nya nunggu rame dulu.... baru bertindak

    ReplyDelete
  4. secepatnya ditindak lanjuti...agar tidak memicu kemarahan umat islam....

    ReplyDelete

Powered by Blogger.