Salju di Arab dan Banjir di Makkah, Tanda Kiamat Semakin Dekat?

Salju di Thaif dan Hujan di Makkah
Hujan deras yang mengguyur Makkah Al Mukarramah, Kamis (8/5) malam, telah mengakibatkan banjir di kota suci tersebut. Juru bicara Badan Pertahanan Kota Suci, Sholeh al-Ulayani mengumumkan 1356 titik kerusakan parah dan adanya korban tewas akibat banjir itu.

Benarkah banjir di Makkah ini menjadi tanda bahwa kiamat semakin dekat? Pada pertengahan Desember tahun lalu, ketika turun salju di sebagian wilayah Saudi, beredar penjelasan Syaikh Su’ud Syuraim.

Imam Masjidil Haram itu mengatakan, fenomena turunnya salju yang lebih sering terjadi membuktikan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar seorang Nabi dan Rasul yang menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Syaikh Syuraim menambahkan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan. Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Hari Kiamat baru akan datang setelah negeri Arab kembali menjadi padang yang hijau dan sungai-sungai.”

Syeikh Syuraim juga menyebutkan bahwa baru-baru ini salju telah turun di daerah Tabuk. Hal itu mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz saat perang Tabuk, “Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.”

Selain salju, melimpahnya air dengan datangnya banjir juga menjadi komponen pembentukan sungai dan tumbuhan. Dengan tersedianya air dan banyaknya tumbuhan yang hidup di Arab, maka wilayah itu berpotensi menjadi seperti yang disabdakan Nabi, menjadi padang yang hijau. [AM/bersamadakwah]
Powered by Blogger.